Ku Tulis Namamu Di Hati

Ku Tulis Namamu Di Hati
Kepergian Regina


__ADS_3

"Terimakasih" ucap William dengan senang.


Baru saja ia disakiti oleh Catherina, tetapi Tuhan sudah mengirimkan sosok pengganti yang jauh lebih baik. Selain cantik, Regina juga memiliki sifat mandiri dan baik hati.


"Waktu yang telah berlalu membuatku tak kuasa memandang mentari yang bukan milikku. Namun bintang di malam ini telah menyadarkan ku tentang betapa berartinya dirimu" ucap William lalu mencium bibir Regina.


Keduanya terlihat kaku dalam ******* bibir masing-masing. Dengan kekuatan cinta yang baru saja hadir, mereka berdua melaluinya dengan manis.


"Wil, jangan pernah kecewakan aku ya" pinta Regina kepada William.


"Iya, aku berjanji padamu untuk setia kepadamu" ucap William dengan yakin.


Walau bagaimanapun ini adalah pertama kalinya ia menyentuh wanita, ada rasa keinginan untuk memiliki dan bertanggung jawab atas perbuatannya saat ini.


"Aku akan bertahan asal jangan kau diamkan, hal itu akan membuatku lelah dan ikut terdiam. Namun aku tak pernah sanggup berpaling untuk tetap menunggu janji yang telah kau ucapkan. Meski membutuhkan waktu, aku akan mengerti untuk memahami dirimu. Jika hari berganti datang dan pergi membawa hati yang mati maka jemput lah aku saat engkau menemukan dunia nyata dan dekap lah diriku agar mampu tetap bertahan saat kau hilang pergi jauh membawa mimpiku. Banyak hal yang kurasakan saat airmata ini menyadarkan ku bahwa kau akan menjadi milikku, waktu yang telah berlalu dan terus berlalu membawa suara hati sayup memanggil seluruh jiwamu untuk ku miliki" ucap Regina dengan tatapan bahagia memandang William.


"Waktu yang terus bergulir diantara cerita yang pernah kita tinggalkan dan tiada lagi pernah kurasakan tawamu saat sepi menghampiriku. Kita bersama dimasa yang dulu disaat kita terluka oleh harapan yang tak kunjung tiba, hanya teringat cerita masa depan yang tak berani aku pikirkan. Tawa dan dukamu senantiasa menyertai hari dimana aku harus memulai kehidupan diantara hati yang bimbang. Memikirkan mu dalam setiap langkah dan pikiran kian melukai hati dan berharap bisa memutar waktu untuk kukatakan bahwa aku mencintaimu. Kuingin kau mengerti dan tahu isi hatiku yang tengah mencoba mencari jalan menuju mu" ucap Regina mengungkapkan isi hatinya.


Keduanya masih larut dalam perasaan, sudah begitu lama mereka saling mengenal hingga baru saat ini keduanya bisa mencurahkan isi hati masing-masing.


"Aku berjanji akan mengukir dirimu dalam pikiranku selamanya dan membuatku terbiasa. Hanya dirimu yang dapat menenangkan ku dalam cahaya cinta, diantara bintang yang bersinar terang di malam ini" ucap William dengan serius.


"Aku akan berjalan dan meninggalkan semua bayangan masa laluku dengan Catherina, berharap kau berada dalam taman mimpiku dan tetap berwarna yang tak pernah berubah hingga kau mencoba mengerti dan tetap bertahan meski dalam renungan di batas kaki langit" sambung William.


"Malam ini kau terlalu banyak bicara, tapi aku suka" ucap Regina sambil mencubit dada William dengan lembut.

__ADS_1


"Baiklah aku tidak akan banyak bicara lagi" ucap William sambil memeluk tubuh Regina yang kini sudah menjadi kekasihnya.


"Sudah malam, sebaiknya kita masuk saja" ucap Regina.


"Baiklah, aku juga sudah mulai mengantuk" jawab William.


Lalu keduanya masuk ke dalam, Regina hendak masuk ke kamarnya namun ia memanggil kekasihnya.


"Malam ini aku ingin bersamamu" ucapnya dengan malu-malu.


William tentu tidak menolaknya, ia juga menginginkan untuk bersama Regina. Ia juga menginginkan suasana yang menyenangkan bersama kekasihnya.


"Baiklah, aku akan bersamamu" ucap William sambil berjalan mendekati Regina.


"Wil, kamu adalah cinta pertamaku. Jangan pernah tinggalkan aku ya" ucap Regina.


"Janji ya.. Aku akan selalu menunggu kedatanganmu" ucap Regina dengan senang.


Kemudian William dan Regina kembali melakukan ciuman di dalam kamar Regina. Suasana yang mendukung dan panasnya darah muda mereka, membuat keduanya berada dalam posisi aktivitas kegiatan dewasa.


Keduanya memadu kasih sepanjang malam, William dan Regina akhirnya melakukan hubungan dewasa yang selama ini tidak pernah mereka lakukan, bahkan dalam pikiran pun tidak.


Hingga pagi harinya, William tampak sangat lelah. Namun Regina yang sudah terbangun lebih awal, ia mencium lembut wajah William.


"Aku yakin suatu saat kamu akan berhasil. Aku mencintaimu.." ucap Regina sebelum bangkit dari tempat tidurnya.

__ADS_1


Setelah mandi dan berganti pakaian, Regina segera bersiap untuk meninggalkan apartemennya dan menuju stasiun kereta bawah tanah. Jarak Kota NY dengan Kota Brooklyn hanya sekitar satu jam, jadi hubungan mereka di masa depan tidak akan terlalu berpengaruh.


Regina lalu meletakkan sebuah kartu debit yang sudah ia siapkan sebelumnya, mulanya ia ingin memberikan kartu debit tersebut untuk memberikan modal bagi William agar bisa menjalankan bisnis. Uang tersebut merupakan uang sakunya selama beberapa tahun, sama seperti William ia juga tidak suka hidup berlebihan.


Namun kini William sudah menjadi kekasihnya, perasaannya tentu merasa jauh lebih baik. Seperti apa yang ia telah ia katakan tadi malam, bahwa ia akan mendukung William dan menunggunya untuk berhasil.


Hari sudah menunjukkan pukul 10 pagi, namun William masih tertidur. Regina yang sudah bersiap, segera meninggalkan apartemennya untuk bergegas menuju stasiun. Sebelum berangkat, Regina meninggalkan pesan tentang kepergiannya melalui WhatsApp.


Sepanjang perjalanan, Regina tersenyum sendiri. Mengingat peristiwa semalam, ia merasa konyol namun ia juga bahagia. Pria yang selama ini ia cintai kini sudah resmi menjadi miliknya.


Beberapa jam kemudian, Regina tiba di Kota Brooklyn. Setelah tiba di sana, ia sudah dijemput oleh sopir keluarganya.


"Selamat datang kembali Nona" ucap Sopir tersebut dengan sopan.


"Terimakasih" jawab Regina sambil tersenyum ramah.


Setelah masuk ke dalam mobil, Regina duduk dengan tenang untuk menuju kediamannya. Pada saat yang bersamaan, notifikasi WhatsApp nya berbunyi.


"Kamu tidak membangunkan ku, maafkan aku yang tidur terlalu nyenyak. Ke kotamu aku akan datang, menghempas rindu diantara bayangmu yang tak bisa ku sentuh ataupun kugapai saat diriku memikirkan mu. Ke kotamu aku akan datang, meski hanya setitik sinar mentari hangatnya akan kunanti sambil melepas gelang rindu diantara indahnya jembatan Brooklyn"


Setelah membaca pesan dari William, perasaan Regina semakin hangat. Maklum saja ini pertama kalinya ia memiliki seorang kekasih, terlebih lagi William adalah pemuda yang selalu ia kagumi.


"Biarlah pagi kali ini berlalu, rindu menahan harap. Namun masih ada pagi berikutnya untuk kita jelang bersama" balas Regina dalam pesan WhatsApp nya.


"Kehadiranmu meninggalkan kesan di relung hati, kau hadir diantara cakrawala yang mulai membiru.

__ADS_1


Seperti hari dimana cahaya itu menyapa angin dan membisikan kata seolah esok takkan sendiri" balas William yang diikuti emoticon love.


__ADS_2