
Namun dengan berkembangnya pemakaian transaksi non tunai melalui e-commerce, perkembangan perusahaan yang pernah ia menginvestasikan uangnya kini mulai menggeliat ke arah trend yang positif.
Setelah berpikir sejenak ia memutuskan untuk menjual saham di perusahaan yang telah ia investasikan. Pada saat ini, William sedang berpikir untuk membuka usaha yang realistis untuk mengembangkan uangnya dengan cepat.
Di Kota NY untuk menjadi orang kaya harus memiliki harta kekayaan miliaran Dollar. Peringkat tersebut biasanya terbagi ke dalam beberapa kelas, seperti keluarga Chaterina yang berada pada kelas tiga dengan kekayaan rata-rata puluhan juta Dollar.
Keluarga kelas tiga adalah peringkat terendah, kendati demikian sudah bisa menikmati fasilitas hidup yang tergolong cukup mewah.
Dengan uang yang dimiliki William ia baru bisa membeli sebuah Lamborghini Veneno Roadster yang senilai USD$5,6 juta, jadi untuk dikatakan kaya ia jelas belum berada pada level tersebut.
Setelah memilih untuk menjual sahamnya, kini William membuka laptopnya untuk memperhatikan pasar bitcoin yang kini tengah digandrungi sebagai investasi jangka pendek. William sudah beberapa tahun terakhir mempelajari volatilitas pergerakan pasar saham, ia juga sudah memperhatikan pergerakan fluktuasi harga yang sewaktu-waktu berubah dalam sekejap.
Menurutnya bitcoin merupakan investasi yang memiliki resiko tinggi karena bersifat spekulatif. Namun William yakin untuk jangka pendek ia akan bermain aman. Hal yang baru dan sedang booming di masyarakat tertentu, akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bertahan.
Berdasarkan hal tersebut William akan mengambil resiko dan tidak khawatir kehilangan uang, berdasarkan analisanya ia merasa investasi ini akan mencapai puncaknya pada satu atau dua tahun ke depan.
__ADS_1
William tidak bertindak gegabah, tahun sebelumnya ia sudah membuat akun untuk investasi bitcoin. Meskipun tidak sebesar saham, investasinya pada bitcoin selama satu tahun terakhir mengalami peningkatan yang semakin naik.
Data statistik yang ia dapatkan, trennya selalu naik meski grafik pergerakannya cukup lambat. Kendali demikian, uang 500 Dollar yang ia investasikan pada crypto kini sudah bernilai 500.000 Dollar.
Jika saja ia tidak putus dengan Catherina maka ia berencana menggunakan uang tersebut untuk membuka rumah produksi kecil-kecilan. Namun sebelum rencana itu bergulir, hubungan mereka keburu kandas.
Setelah hampir satu jam lebih berselancar, William merasakan perutnya cukup lapar. Ia menutup laptopnya dan memesan makanan secara online. Tinggal di apartemen mewah, ia juga harus bisa menyesuaikan dengan keadaan. Jika sebelumnya ia biasa berjalan kaki dan makan di tempat makan sederhana, kini gaya hidup William perlahan mulai bergeser.
Kendati demikian, William adalah orang yang penuh perhitungan. Jika sebelumnya ia berhitung karena untuk menghemat, kini ia berhitung untuk berinvestasi yang lebih besar. Keuntungan dari investasi tersebut bisa ia gunakan untuk biaya hidup sehari-hari yang tentunya kian tinggi dari sebelumnya.
"Sepertinya aku harus tidur lebih awal malam ini" gumam William.
Setelah selesai makan, ia melakukan Video Call kepada Regina dan menyampaikan beberapa kata sebelum ia benar-benar beristirahat.
Keesokan paginya William bangun lebih awal dari biasanya, hari ini ia akan jadikan hari pertama yang ia tetapkan untuk memulai perubahan. Setelah mengenakan pakaian olahraga ia segera menuju lift untuk segera berolahraga di luar ruangan.
__ADS_1
Sejak pertama William tiba di apartemen, ia sudah melihat fasilitas apartemen yang dilengkapi dengan joging track serta beberapa fasilitas olahraga di taman bermain.
Selama tiga puluh menit ia beraktivitas tubuhnya terasa pegal-pegal. Ini adalah pertama kalinya ia berolahraga fisik untuk mengeluarkan keringat lebih banyak.
Menurut rencana, ia akan melakukan olahraga secara rutin seminggu tiga kali untuk menjaga kebugarannya. Selepas berolahraga William mandi dan bersiap pergi ke Kantor Eternal Grace, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan praktek magang kerja di tempat tersebut.
"Selamat pagi Tuan" ucap seorang petugas keamanan saat William tiba untuk pertama kali di kantor Eternal Grace.
"Pagi juga.. Aku ingin bertemu dengan Nona Dianna" ucap William sambil menunjukkan sebuah surat elektronik yang ia terima sebelumnya.
"Mohon tinggalkan tanda pengenal anda" ucap Petugas keamanan tersebut dengan ramah.
Sebagai bagian dari prosedur dalam penerimaan tamu, William mengikuti ketentuan perusahaan tersebut dengan patuh.
Setelah memasuki halaman Gedung perkantoran tersebut, William tampak takjub saat melihat kemegahan gedung pencakar langit tersebut. Ada Logo besar bertuliskan "EG" dengan desain bergambar burung elang.
__ADS_1
William memandangnya dengan senyum, dalam hatinya ia berharap akan memiliki gedung seperti ini untuk menjalankan bisnisnya di masa depan.