Ku Tulis Namamu Di Hati

Ku Tulis Namamu Di Hati
Mulai Membeli Aset


__ADS_3

Jasmine mengenal salah satu dari mereka, dia adalah Wendy. Sesaat berikutnya Jasmine menatap William penuh keheranan, namun ia mulai merangkai kata demi kata yang telah diucapkan oleh William sebelumnya.


"Jasmine" ucap Wendy dengan senang.


"Wendy, bagaimana kau bisa berada di sini?" ucap Jasmine penuh keterkejutan.


"Bukankah kamu yang akan membeli kembali apartemen itu?" ucap Wendy yang sedikit bingung.


"Hah?" ucap Jasmine dengan mulut ternganga.


Menyaksikan reaksi kekasihnya, William lalu memegang dengan lembut punggung tangan Jasmine. Lalu berkata di depan orang-orang.


"Perkenalkan saya adalah William, saya adalah asisten Nona Jasmine" ucap William dengan sopan.


Jasmine semakin bingung dengan ucapan William, namun ia berusaha menahan semua keterkejutannya dan mengikuti permainan yang William jalankan.


"Perkenalkan saya adalah Hana, agen properti yang sebelumnya memasang iklan apartemen" ucap Hana sambil mengulurkan tangannya kepada William.


"Senang berkenalan dengan anda" ucap William dengan ramah.


Selanjutnya Hana memperkenalkan beberapa orang yang akan menjadi saksi serta yang mengurus dokumen legal kepemilikan.


"Mohon maaf Tuan, nanti apartemen tersebut atas nama siapa?" tanya Hana dengan sopan.


"Apartemen tersebut akan dimiliki kembali oleh Nona Jasmine, saya hanya sebagai kuasa bayar yang sudah ditugaskan oleh Nona Jasmine sebelumnya" ucap William dengan lugas.


"Baiklah jika begitu, berhubung pembelinya adalah pihak pertama yang memiliki sebelumnya maka tidak diperlukan dokumen lain. Ini hanya serah terima dokumen saja dan berikut tanda bukti pembayaran" ujar Hana dengan tenang.


Sebagai seorang agen penjualan tentu tugasnya akan sangat mudah kali ini, ia tidak perlu repot-repot berhubungan dengan notaris serta beberapa pihak lainnya.


Pada saat ini jantung Jasmine berdetak dengan cepat, baru kini ia melihat sisi lain dari William yang sebelumnya misterius.


"Berdasarkan arahan dari Nona Jasmine, kami akan membeli kembali dengan harga 1,4 Miliar Dollar, bagaimana?" ucap William dengan tenang.


"Bagaimana Nona Wendy? Apakah anda menyetujuinya?" tanya Hana.


"Apakah masih bisa dinaikkan? Karena aku juga harus membayar komisi agen properti dan pihak lain" ucap Wendy dengan penuh perhitungan.


"Begini saja, harganya tidak berubah. Untuk komisi Nona Hana biar kami yang bayar" ucap William memberikan solusi.

__ADS_1


"Oke.. Deal" sahut Wendy dengan cepat.


Jasmine tampak tercengang dengan kesepakatan yang baru saja terjadi. Namun baru saja ia akan berbicara, William sudah mendahuluinya.


"Nona Wendy bisakah kami memeriksa legalitasnya?"


"Tentu saja, semua lengkap" jawab Wendy sambil mengeluarkan satu bundel berkas yang sudah tersusun rapi.


"Nona Jasmine silahkan dipastikan, jika tidak ada masalah maka saya akan segera membereskan pembayarannya dengan segera" ucap William.


Jasmine tampak seperti anak kecil, ia mengangguk sambil membuka dan membaca berkas yang sudah familiar di matanya.


"Semua sudah sesuai" ucap Jasmine sambil mengangguk.


"Nona tolong sebutkan nomor rekening anda" ujar William dengan santai.


Wendy segera menyebutkan nomor rekening yang diminta oleh William. Tidak lama kemudian sebuah notifikasi m-banking muncul di handphone Wendy.


"Terimakasih, uangnya sudah masuk" ucap Wendy dengan senang.


"Baiklah jika begitu, berarti transaksi kita selesai. Selanjutnya kami akan berbincang sebentar dengan Nona Hana" ucap William sambil mengulurkan tangannya kepada Wendy.


"Senang berbisnis dengan anda" balas Wendy dengan senyum mengembang.


Mereka berdua adalah sahabat yang dipertemukan pada kelompok broker saham online yang selama ini aktif di grup WhatsApp.


"Ya.. Ya .. Terimakasih juga" ucap Jasmine yang masih tampak linglung.


Wendy tidak berlama-lama di tempat itu, setelah menerima pembayaran ia dan beberapa orang lainnya segera pergi. Hanya dalam dua hari ia mendapatkan keuntungan 200 Juta Dollar dengan mudah.


Di dalam ruangan tersebut kini hanya tersisa William, Jasmine dan Hanna. Mereka dengan santai melanjutkan pembicaraan, sambil menikmati hidangan makan malam.


"Nona Jasmine, apakah anda berasal dari Keluarga Koch?" tanya Hana yang penasaran.


"Ya benar, ayahku adalah Bill Koch" jawab Jasmine.


"Salam kenal Nona, maafkan saya karena tidak mengenal Nona sebelumnya" ujar Hana.


"Tidak apa-apa, namun sebentar lagi aku akan mengikuti nama belakang keluarga suamiku" ucap Jasmine sambil menatap tajam ke arah William.

__ADS_1


Merasa dipandang seperti itu membuat tubuh William sedikit menahan rasa takut.


"Kenapa menatap ku seperti itu?" ucap William pura-pura bodoh.


"Kamu hutang penjelasan malam ini, jika tidak aku akan melempar mu" ucap Jasmine.


Jasmine tentu saja sangat terkejut dengan pembelian apartemennya kembali, apalagi dengan jelas ia melihat William mengeluarkan uang Miliaran Dollar dengan begitu saja. Hal seperti ini tentu sulit diterima oleh akal sehatnya.


"Nona Hana, apakah kamu masih ada koleksi apartemen atau gedung yang akan dijual? Nona Jasmine masih berencana menambah beberapa gedung dan apartemen kelas atas" ucap William sambil menikmati hidangan.


"Pufft"


Jasmine yang mendengar ucapan William barusan segera menyemburkan air minum yang baru saja masuk ke dalam mulutnya.


"Apakah anda baik-baik saja Nona?" tanya Hana yang sedikit merasa aneh dengan sikap William dan Jasmine.


"Saya baik-baik saja" ucap Jasmine yang berusaha tenang.


Sementara itu William kembali menggenggam tangan Jasmine dari bawah meja. William memegang tangan Jasmine dengan lembut, mengalirkan energi cinta yang menenangkan hati.


"Tuan, besok saya akan menghubungi anda untuk menyampaikan permintaan yang baru saja Tuan William dan Nona Jasmine minta" ucap Hana dengan sopan.


"Nona Hana, tolong kirimkan nomor rekening anda" ucap William.


"Baik Tuan" jawab Hana lalu diikuti dengan mengetik pesan dan mengirimkan pesan tersebut kepada William.


William membuka Handphonenya lalu mengirimkan sejumlah uang kepada Hana sebagai fee atas jasanya.


"Tuan ini banyak sekali" ucap Hana kemudian ketika ia menerima notifikasi M-banking di Handphonenya.


Biasanya ia hanya menerima ratusan ribu Dollar paling tinggi, namun kini ia mendapatkan 10 Juta Dollar dari transaksi yang baru saja terjadi, padahal tugas Hana hanya mempertemukan kedua belah pihak yang nyatanya mereka sudah saling mengenal.


"Baiklah sampai bertemu besok di tempat ini di jam yang sama" ucap William sambil berdiri dan menjabat tangan Hana.


"Baik Tuan, aku tidak akan mengecewakan kalian" ucap Hana sambil tersenyum cerah.


Setelah Hana pergi, kini William dan Jasmine hanya terdiam, ruangan itu berubah menjadi sunyi. Hanya suara sendok dan garpu yang beradu, sementara Jasmine hanya sesekali menatap William dengan rumit.


"Apakah kau sudah percaya sekarang?" tanya William kepada Jasmine.

__ADS_1


"Ya, kamu memang benar-benar aneh. Namun aku tidak percaya jika kau ditinggalkan oleh wanita hanya karena kamu orang miskin" ucap Jasmine dengan cemberut.


"Jika tentang hal itu, semua sudah aku ceritakan kepadamu. Sisanya hanya tentang Regina, kuharap kamu bisa mempercayainya" ucap William dengan sungguh-sungguh.


__ADS_2