Ku Tulis Namamu Di Hati

Ku Tulis Namamu Di Hati
Hari Yang Cerah


__ADS_3

William terkesan dingin, ia sama sekali tidak mempedulikan keberadaan wanita yang pernah ia cintai sebelumnya. Bagi William sendiri, kebodohan terbesar dalam hidupnya adalah mencintai Catherina.


Kini saat ia melihat Catherina entah kenapa ia merasakan jijik, bukan karena tubuhnya yang bau melainkan karena sikapnya yang telah membuat William terluka.


Tepat di lantai 15, lift berhenti dan William melangkah keluar dengan santai. Sementara di dalam lift, Catherina tampak tercengang. Aroma parfum yang terdapat pada tubuh pria yang baru saja keluar dari lift adalah wangi yang sangat familiar baginya.


Parfum ini mengingatkan akan William, walaupun William orang yang sederhana namun ia memiliki selera parfum yang bagus. Hampir empat tahun lamanya ia mencium wangi ini, dan kini aroma yang sama hinggap di hidungnya lewat seorang pria yang sangat tampan dan memiliki postur tubuh atletis.


Sejenak Catherina berpikir jika orang tersebut adalah William, namun lagi-lagi ia menipisnya dengan kuat.


"William hanyalah pria miskin, bagaimana mungkin ia tinggal di tempat seperti ini. Apalagi penampilan orang tersebut jelas berbeda dengan William yang sangat kuno" gumam Catherina menguatkan hatinya.


Berdasarkan cerita dari Justin, apartemen ini tidak untuk disewakan. Mereka yang tinggal adalah pemilik langsung yang merupakan orang-orang kaya dari lingkaran Kota NY. Jadi sangat mustahil jika William bisa berada di tempat seperti ini, hanya orang seperti Justin yang bisa tinggal di apartemen mewah ini.


Tidak lama kemudian beberapa penumpang ikut masuk ke dalam lift dan mengaburkan bayangan William yang telah menjauh.


Sementara itu William hanya tersenyum ringan sesaat dirinya keluar dari lift. Ia jelas bisa merasakan ekspresi kebingungan yang terpancar di wajah Catherina, namun hal itu tentu saja membuat William menikmatinya.


Di dalam kamarnya, ia segera mandi dan melakukan perawatan dengan cream pembersih peninggalan Regina. Regina tidak hanya cantik, tetapi ia juga pandai merawat kulit. Hal ini terbukti dengan banyaknya skin care peninggalan dirinya, sementara William meskipun ia lelaki ia tidak segan menggunakan produk kecantikan tersebut karena selama ini ia memang terlalu sibuk mencari uang dengan menjadi pengemudi online.


Sebelumnya ia sudah meminta izin kepada Regina terkait barang-barang peninggalannya yang memang sengaja tidak ia bawa. Sebagai putri dari orang kaya, tentu hal sederhana semacam itu tidak akan menjadi perhatiannya.


Setelah dirasa cukup, William segera memakai pakaian untuk berangkat ke perusahaan Eternal Grace. Sebelumnya Ia mampir di sebuah restoran sederhana untuk membeli bekal sarapan paginya. William membeli roti lapis isi keju, telur dan bacon. Menu sarapan seperti ini sudah lumrah di Kota NY untuk mendukung mobilitas warganya dalam menjalani kesibukan.

__ADS_1


Sesaat keluar dari restoran sederhana tersebut, terlihat seorang wanita tua sedang duduk seperti sedang menahan lapar. Melihat pemandangan seperti ini, tentu saja hari William meronta. Ia jelas hanya memiliki roti yang berada di tangannya, namun tanpa ragu ia memberikan roti tersebut kepada wanita tua.


"Terimakasih anak muda" ucap wanita tua tersebut.


"Apakah anda tinggal di sekitar tempat ini?" tanya William kepada wanita tua tersebut.


"Betul, aku tinggal tidak jauh dari sini" jawab wanita tersebut sambil menunjuk ke salah satu arah.


Setelah mendengar ucapan wanita tua tersebut, William segera mengeluarkan beberapa lembar uang dari dalam dompetnya.


"Terimalah ini, jika anda membutuhkan sesuatu maka datangi aku di Apartemen Avenue lantai 15" ucap William dengan sopan.


Setelah melakukan hal tersebut, William segera bergegas menuju tempat kerjanya. Ia khawatir terlambat jika terlalu lama berada di tempat ini, untungnya tidak jauh dari restoran tersebut ada sebuah halte pemberhentian bus.


"Kamu memang mewarisi darah Tuan Wilson"


William tentu saja tidak mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh wanita tersebut, pada saat ini ia sudah berada di dalam bus untuk menuju tempatnya bekerja sebagai karyawan magang.


"Selamat pagi pak" ucap William saat ia tiba di gerbang masuk perusahaan Eternal Grace.


Karena William sudah memiliki id card, ia tidak dipersulit oleh petugas security tersebut.


Setelah memasuki kantor tersebut, William segera menuju bagian produksi. Tugasnya adalah mengumpulkan data produksi harian dan membuat grafik perkembangan dari hari ke hari. Sehingga perusahaan dapat melihat berapa target yang akan dicapai dan berapa persen tingkat kegagalan produksi.

__ADS_1


Sebagai orang baru, kehadiran William tidak terlalu dianggap, meskipun ia lulusan dari universitas terkemuka di Kota NY namun ia hanyalah seorang pekerja magang.


Tidak terasa dua bulan berlalu dengan cepat, aktivitas William berjalan secara konstan dari mulai apartemen hingga menuju kantor Eternal Grace tempat di mana ia bekerja sebagai karyawan magang.


Dalam tempo waktu ini juga ia beberapa kali bertemu dengan Regina di Kota Brooklyn. Jarak mereka yang tidak terlalu jauh membuat keduanya bisa meluangkan waktu di saat akhir pekan. Berkat tekadnya yang keras, kini Regina mulai memasuki dunia musik. Ayahnya tidak lagi bersikeras menahan keinginan putrinya untuk menjalani hobi sebagai seorang penyanyi.


Pada saat yang bersamaan, perkembangan harga Bitcoin mengalami perkembangan yang positif. Di pasar perdagangan harga Bitcoin kini dilepas dengan harga 32 Dollar, hal ini tentu saja sesuai dengan ekspektasi William.


"Akhirnya aku bisa berhasil" gumam William dengan senang.


Pada saat ini William merasakan hal yang sangat gembira, uangnya yang semula 8 Juta Dollar kini sudah melonjak menjadi 256 Juta Dollar hanya dalam waktu dua bulan. Kini dalam waktu singkat pula William sudah menjelma menjadi seorang jutawan baru, meskipun tidak sekaya keluarga Justin namun aset yang ia miliki kini adalah uang murni yang bisa ia gunakan untuk apa saja.


William segera menjual semua Bitcoin yang ia miliki, dengan uang tunai ia merasa jauh lebih tenang sehingga dalam waktu dekat ia akan berinvestasi pada bidang real.


Setelah mengajukan penjualan, ia segera mendapatkan notifikasi pencairan dari hasil penjualan Bitcoin yang ia miliki.


Di dalam rekening pribadinya ia dapat dengan jelas melihat saldo sebesar 256 Juta Dollar, pemandangan ini jelas saja membuat dirinya tercengang.


"Tampaknya menjadi kaya itu mudah" ucap William sambil tersenyum.


"Sebaiknya aku segera membuat rekening baru agar bisa memisahkan antara uang simpanan dengan uang yang akan ia putar di dunia saham dan Bitcoin.


Di era digital ia bisa membuka rekening baru hanya dari handphone nya, tidak perlu repot-repot datang ke Bank. Setelah ia berhasil membuka rekening, ia segera membagi dua uangnya, 200 Juta Dollar diendapkan pada rekening lama. Sementara 56 Juta Dollar ia taruh di rekening yang baru.

__ADS_1


__ADS_2