
SALING MENYENANGKAN
❤❤❤❤❤❤
Kedatangan Gilang langsung di sambut oleh Novi, gadis seksi yang sekarang menjadi kekasih Gilang ini sudah sedari tadi menunggu kedatangan Gilang. Novi langsung bergelayut manja dalam pelukan Gilang, tingkah manja Novi ini secara tidak sengaja terlihat oleh Bi Imah si asisten rumah tangga. Bi Imah merasa malu dengan pemandangan yang dipertontonkan Novi barusan. Anak muda jaman sekarang gaya pacaranya kok aneh gituh, belum resmi saja sudah seperti itu, mana itu peluk-pelukannya di depan pintu. Apa ndak malu di lihat orang? Si non lagi, kok langsung nemplok aja ke si aden, udah kayak ulat daun aja. Apa ndak isin ya? Sepertinya si Bibi tidak biasa dengan gaya pacaran majikannya, Bibi merasa malu sendiri dengan cara majikan mudanya itu yang langsung saja memeluk Gilang di depan pintu.
"Masuk Sayang". Novi langsung menarik Gilang masuk ke ruang tamu.
"Kamu tadi sama siapa kedokternya? Gimana sekarang, masih ada yang kurang enak badannya?" Tanya Gilang setelah duduk di sofa ruang tamu.
"Aku tadi di antar Pak Tomo", Novi menjelaskan, "sepertinya obatnya cocok sekarang aku dah enakan". Ujar Novi sambil memainkan jarinya di dada bidang Gilang. Setelah Gilang duduk tadi, Novi pun segera mengambil posisi duduk di samping Gilang. Gilang pun membuka lebar tangannya memeluk Novi selama mereka bercerita.
__ADS_1
"Dokternya bilang apa". Gilang bertanya kembali.
"Kata dokternya aku terkena gejala radang tengorokan". Novi kembali menjelaskan.
"Kok bisa ya? Kamu kurang konsumsi buah dan air putih nggak?" Gilang menjadi heran kenapa bisa Novi mendadak kena gejala radang tengorokan.
"Mungkin, tapi kata dokter tadi bisa juga karena perubahan cuaca belakangan ini. Jadi daya tahan tubuhku menurun, gampang terkenan virus atau bakteri jadinya". Novi mengulang kembali kata dokternya tadi.
"Kamu jangan macam-macam Gi! Ahh". Suara Novi mulai terdengar serak. "Bibir aku nggak boleh main sama adik mu dulu.
__ADS_1
"Yahhh, sayang banget", Gilang terdengar kecewa. "Padahal adik ku kangen berat sama bibir seksi mu yang". Gilang tetap berusaha merayu Novi. "Kalau pake tangan kamu aja gimana, kamu servis dengan tangan lembut mu aja yang". Gilang memberi ide baru pada Novi.
"Kalau aku iyakan, nanti aku dapat apa?" Novi mencoba meminta sesuatu pada Gilang.
"Aku temani kamu belanja". Gilang menjanjikan sesuatu yang sangat disukai Novi.
Secepat kilat Novi pun mengiyakan kata-kata Gilang barusan. Sebenarnya inilah yang menjadi alasan Novi mengejar-gejar Gilang untuk menjadikannya sebagai pacar. Usaha Novi memang tidak sia-sia, Novi sangat suka cara Gilang memanjakannya dengan memberi izin padanya untuk belanja barang-barang brandit sesuka hatinya. Wanita mana coba yang tidak mau punya pacar royal seperti Gilang. Bebas tunjuk, bebas bungkus barang mahal yang dia mau, Gilang tidak pernah protes dengan tulisan angka pada label harga barang yang di bawa Novi pulang.
Gilang tersenyum semeringah mendapati kekasihnya mau menuruti keinginannya. Bukan Gilang namanya kalau tidak bisa mencari cara lain untuk menyenangkan adik kebanggaanya yang sudah mulai meronta menunggu belaian Novi di dalam sempaknya. Gilang sangat suka semua yang melekat pada tubuh seksi Novi, sebenarnya kalau boleh memilih tentu saja Gilang lebih suka bibir seksi itu yang memanjakan adiknya, tetapi berhubung Novi sedang terkena gejala radang tengorokan, dia pun tidak ingin memaksakan kehendaknya. Lagi pula dia sendiri tidak tahu apa benar-benar aman sang adik menerima servis mulut dari Novi saat tengorokannya sedang tidak sehat. Jadi dari pada zonk lebih baik pakai cara lain. Begitu kira-kira pikiran Gilang.
Ya, Gilang memang menyukai Novi dan mau menerimanya sebagai pacar karena merasa hubungan yang terjalin di antara mereka saling menyenangkan, saling menguntungkan. Gilang bisa membuat adik kebanggannya senang dengan bibir Novi. Hanya dengan bibir, ya kadang pernah juga sih dengan ke dua gundukan besar dan kenyal yang terpampang jelas di dada Novi, dan sekarang Gilang mencoba dengan tangan lembut Novi. Hanya itu saja, untuk area sensitif dan pribadi Novi, Gilang tidak pernah ingin mencobanya. Gilang takut nanti berefek kebab-blasan, bisa berabe dia, Gilang tidak mau mengambil resiko. Jadi dia lebih memilih bermain aman saja. Sedangkan Novi merasakan kesenangan tersendiri dengan hasil sevisnya pada Gilang, Novi bisa bersenang-senang dengan koleksi barang-barang mewah yang dibelikan Gilang khusus untuknya.
__ADS_1
Gilang pun menggendong Novi menuju kamar tidur kekasihnya itu. Untung banget Novi tidak tinggal bersama orang tuanya, jadi aku bisa bebas menyalurkan aspirasiku, hahahahaha. Tawa bahagia hati Gilang sambil menutup pintu kamar Novi dengan kaki kanannya.