
JALAN BERSAMA SAHABAT
❤❤❤❤❤❤
"Non nanti pulangnya jam berapa?" Tanya Pak Adi yang sedang fokus memarkirkan mobil di parkiran bimbel Claudia.
"Jam empat sore Pak". Jawab Claudia cepat.
"Ya udah, nanti Pak Adi jemput ya non. Non keluar Pak Adi pasti sudah ada di luar". Ujar Pak Adi pada Claudia.
"Terima kasih Pak, maaf Claw buat repot". Claudia mengiyakan apa yang dikatakan Pak Adi.
"Non gak boleh gomong seperti itu, karena memang sudah menjadi tugas Bapak, jadi jangan sungkan". Ujar Pak Adi menyakinkan Claudia.
Kemudian setelah memastikan Claudia telah berjalan menuju ruang belajarnya, Pak Adi pun mengemudikan mobil kembali ke rumah sang majikan.
"Sama siapa kamu", Ari muncul entah dari mana yang akhirnya sukses membuat Claudia telonjak kaget.
__ADS_1
"Ya ampun Ari, kamu ada dendamnya sama aku?" Ujar Claudia sambil berusaha menenangkan diri.
"Loh ada apa? Akukan cuma tanya?" Ari heran mendapati Claudia kesal.
"Tanya ya biasa aja kan bisa, jangan main ngagetin orang dong!" Claudia kesal kepada Ari.
"Yah, kaget toh. Maaf deh, aku ngak ada maksud loh, mana ku tahu kalau kamu terlalu fokus jalannya, sampe gak liat ada aku di belakang mu. Maaf ya, Claw....maaf". Ari mencoba membujuk Claudia.
"Males". Ujar Claudia santai sambil berlalu meninggalkan Ari.
"Claw, jangan di tinggal. Ntar pulang aku traktir deh". Ari berusaha meningkatkan usahanya membujuk Claudia.
"Siap tuan putri, tapi kamu juga janji gak boleh marah lagi". Pinta Ari pada Claudia.
"Iya deh". Jawab Claudia sambil tersenyum pada Ari.
Di jam istirahat, Claudia menyempatkan diri menelepon ke rumah Papa Hartanto, kebetulan yang mengangakat telepon adalah bibi. Claudia pun meminta tolong pada bibi agar menyampaikan pesannya kepada Pak Adi agar tidak usah menjemputnya seusai bimbel nanti karena dia akan ke toko buku dulu baru pulang. Awalnya bibi berat hati mengiyakan, ada rasa khawatir akan terjadi apa-apa pada Claudia. Maklumlah, keberadaan Claudia di Kota Semarang masih hitungan jari, tentu saja bibi ragu akan keselamatan nona mudanya itu. Tetapi Claudia berjanji akan jaga diri baik-baik dan dia pun pergi tidak sendiri, melainkan bersama temannya. Akhirnya bibi menyetujui keinginan Claudia dan memintanya agar pulang cepat ke rumah setelah selesai mencari buku.
__ADS_1
**********
Jam pulang pun tiba, sesuai perjanjian Ari akan mentraktir Claudia. Tetapi sebelum mereka pergi ke kafe tempat acara traktiran, Claudia meminta tolong kepada Ari untuk menemaninya dulu membeli buku mata pelajaran yang tadi mereka bahas. Akhirnya Ari mengarahkan mobilnya ke toko buku terkenal yang tidak begitu jauh dari lokasi bimbel mereka.
"Kamu gak beli juga?" Tanya Claudia mendapati Ari hanya menemaninya saja, tidak ikut membeli buku juga.
"Enggak ah, kan kamu udah beli". Jawab Ari kemudian.
"Mkasudnya?" Claudia tidak mengerti.
"Ya karena kamu udah punya, jadi aku bisa pinjem, gratisssss. Ngapain buang uang". Jawab Ari sambil tersenyum manis pada Claudia.
"Wah, enak di kamu dong. Enggak mau ah, rugi". Ujar Claudia sambil memukul bahu Ari.
"Yah Claw, dimana coba ruginya? Kita itu temen, sohib gituh. Jadi wajarkan saling menolong? Termasuk nolong pinjamkan aku buku. Itu baru namanya sahabt di kala suka dan duka". Ari berbicara sambil menepuk-nepuk bahu Claudia.
Claudia tertawa mendapati perlakuan Ari barusan, dia tidak menyangka pengalaman dilupakan oleh Gilang di saat itu malah mengantarkan dia pada proses pertemanan yang sekarang di laluinya bersama Ari. Claudia jadi ingat teman-temannya semasa sekolah dulu, kira-kira apa kabar merek saat ini?
__ADS_1