
BERSAMA NOVI
❤❤❤❤❤❤
Gilang bisa menduga, langkah mundur Claudia pasti dikarenakan kecupannya yang lancang di kening Claudia tadi. Dia refleks, hanya itu, tanpa berpikir panjang apa akibatnya. Dia hanya mengikuti kata hatinya, tanpa menduga kalau Claudia akan terlihat enggan dengan perlakuannya tadi.
"Tidurlah, hari sudah malam. Jangan berpikir yang tidak-tidak lagi, besok aku mungkin akan pulang terlambat, kamu sama Pak Adi lagi ya". Gilang segera berlalu dari hadapan Claudia, dia merasa cukup canggung berlama-lama berdiri dihadapan Claudi. Tanpa mendengar jawaban dari Claudia, Gilang segera meninggalkan kamar itu dan menutup pintunya kembali, lalu masuk kedalam kamarnya sendiri.
Apa yang telah dilakukannya tadi? Kenapa dia berbuat seperti itu?
Cepat Claudia mengunci kembali pintu kamarnya dan segera dia merebahkan diri di ranjang empuknya, semua berputar dalam kepala Claudia, rasanya heran sekaligus tidak terima, tetapi semua nyata. Gilang telah mengecup keningnya tadi tanpa permisi.
Sementara itu, Gilang sibuk mondar mandir di dalam kamarnya. Dia tidak habis pikir, dimana benteng pertahanan dirinya selama ini. Kenapa malam ini dia begitu lemah, begitu mudahnya mengecup kening Claudia dan membuat Claudia terkejut.
Ya Tuhan, apa yang telah aku perbuat.
Gilang mengambil handphonenya yang terletak di atas sofa, menekan kontak dan memilih nomor di dalam kontak, hingga akhirnya terdengar nada sambung di teleponnya.
__ADS_1
"Aku ke rumah mu". Hanya itu isi pembicaraan Gilang begitu si penerima telepon mengangkat telepon masuk darinya.
Gilang mengambil jaketnya dan segera berlalu dari dalam kamar, menuruni tangga dan hilang di teras depan.
Claudia mendengar dengan jelas kalau Gilang telah keluar dari rumah, hingga dia bisa mendengar kalau mobil Gilang telah melaju meninggalkan rumah besar tersebut.
Mau kemana dia?
Claudia memilih memejamkan matanya, berusaha melupakan pengalamannya malam ini, dia tidak ingin ambil pusing dengan apa yang akan dilakukan Gilang.
"Kenapa mendadak sayang? Ini sudah malam, ada apa?" Tanya Novi saat menyambut Gilang di teras rumahnya.
"Aku merindukanmu, beberapa hari ini aku sangat sibuk dan malam ini aku tidak bisa tidur". Ujar Gilang.
"Tidak bisa tidur memikirkanku sayang?" Tanya Novi sambil bergantung manja di leher Gilang.
__ADS_1
"Ya, benar. Memikirkan mu". Gilang berbohong pada Novi. "Sekarang aku ingin melepas rinduku, ayo". Ajak Gilang kepada Novi sambil menuntun Novi masuk ke dalam kamar tidurnya.
Novi tersenyum bahagia mendengar pernyataan Gilang, dengan sikap manja yang di buat-buat Novi pun patuh mengikuti langkah Gilang masuk ke dalam kamar tidur miliknya.
Ada rasa bersalah dalam hati kecil Gilang, rasa bersalah pada Claudia dan sekarang kepada Novi. Tetapi setidaknya bersama Novi, Gilang bisa bebas dan bisa menyalurkan wujud amarahnya dalam bentuk lain dan Novi pun menyukai hal itu. Jadi setidak-tidaknya Gilang bisa membela diri untuk mengurangi rasa bersalahya atas apa yang tengah dilakukannya pada Novi saat ini.
"Menginaplah di sini". Ucap Novi setelah dia tahu Gilang telah sampai pada puncak kepuasannya.
"Aku gak bawa baju", jawan Gilang atas permintaan Novi.
"Gampang, besok pagi aku suruh sopirku menjemput. Kamu tidak akan terlambat ke kantor". Bujuk Novi.
"Sepertinya ide bagus, baiklah aku menginap malam ini". Gilang merasa dengan menjauh dari Claudia saat ini, dengan tidak berada satu atap bersama Claudia malam ini, adalah jalan terbaik baginya agar bisa kembali menata hati pada gadis cantik yang telah membolak-balik hatinya menjadi seperti ini.
"Gituh dong, aku jadi tambah cinta sama kamu". Ucap Novi sambil memainkan jarinya di dada Gilang.
__ADS_1