
KAMU SUKA
❤❤❤❤❤❤
"Sudah sampai ya Mas". Tanya Claudia untuk lebih memastikan lagi penyebab mobil Gilang telah berhenti.
"Iya, sudah sampe. Sekarang masuk dan beristirahtlah. Jadi nanti saat Mas Galih menjemputmu, kamu akan terlihat cantik".
Wajah Claudia langsung merona, pipinya menjadi berwarna pink. Gilang yang mendapati kecantikan alami wajah Claudia itu sangat ingin sekali membelai dan merasakannya dengan tangannya sendiri. Tetapi cepat ditelannya keinginan itu.
Sabar Gilang, sabar. Jangan membuat dia takut. Ingat kamu ingin membuart dia percaya pada mu bukan, jadi bersabarlah.
"Ba-baiklah Mas", jawab Claudia dengan tersipu malu. " Mas mau langsung balik kantor lagi?"
"Iya, aku akan balik ke kantor lagi. Mungkin aku akan pulang sedikit malam. Nanti setelah jalan sama Mas Galih langsung istirahat ya. Besok pagi aku akan mengantar mu kembali". Jawab Gilang pada claudia.
"Mas hati-hati ya dan makasih sudah mengantar dan menjemputku hari ini. Aku masuk ya Mas, bye Mas". Claudia pun memilih melangkah memasuki pintu rumah yang telah di buka oleh bibi.
Lama Claudia memperhatikan mobil Gilang berjalan meninggalkan halaman besar rumah keluarga Hartanto. Sampai pada akhirnya mobil hitam tersebut hilang dari jangkauan matanya.
Sepeninggalan Gilang, Claudia bersiap di kamarnya. Sengaja Claudia mandi berlama-lama untuk menikmati tetes demi tetes air yang jatuh membasahi tubuhnya. Terasa kesejukan yang sangat menyengarkan bahkan hingga ke dalam relung hatinya. Setelah selasai mandi, Claudia pun memilih pakaian santai dan nyaman untuk di kenakannya pergi nonton malam ini bersama Galih.
__ADS_1
Seperti janji Galih malam kemaren, tepat pukul tujuh Galih sudah berdiri di depan pintu kamar Claudia. Claudia mendengar suara ketukan pintu di depan pintu kamarnya, cepat Claudia beranjak dari meja riasnya dan membukakan pintu kamar untuk melihat siapa gerangan yang sekarang berdiri di depan kamarnya.
"Mas", suara Claudia saat tahu sosok Galihlah yang tadi mengetuk pintu kamarnya.
"Sudah siap?". Tanya Galih sambil memperhatikan Claudia. Baju terusan selutut dengan bawahan rok yang menutupi hingga lutut Claudia dipadu-padankan dengan switer senada dengan roknya. Wajah yang hanya di poles ringan dan lipstik pink tipis serta rambut yang di ikat sederhana dengan sebuah pita, benar-benar membuat Claudi terlihat sangat cantik. Galih sangat suka dengan segala yang ada pada diri Claudia.
"Iya Mas sudah". Jawab Claudia cepat.
"Ayo". Ajak Galih sambil memgandeng tangan Claudia menuruni tangga menuju lantai satu rumahnya dan langsung mengarahkan Claudia ke mobilnya yang telah di parkir tepat di depan pintu masuk rumah mewah keluarganya.
Saat mobil akan melaju meninggalkan rumah, Galih sempat berbisik pada Claudia saat ia membantu memasangkan sabuk pengaman untuk Claudia. "Kamu cantik banget Claw". Puji Galih pada Claudia.
"Jadi, Claw pengen nonton apa?" Tanya Galih saat mereka telah sampai di depan loket pembelian karcis bioskop pada sebuah Mall.
"Emmm", terdengar suara Claudia sambil melihat satu persatu daftar film yang akan tayang lima menit lagi di theater dua dan lima. "Mas, kalau film itu boleh?" Tunjuk Claudia pada film berjenre dunia peri dan kerajaan yang akan tayang di theater lima.
"Boleh dong. Bentar ya Mas beli tiketnya dulu".
Sambil menunggu Galih Claudia melihat ke sekililinganya saat ini. Terlihat jelas suasana bioskop tersebut cukup ramai. Banyak sekali pasangan muda mudi atau pun orang perseorangan tengah hilir mudik di dalam bioskop tersebut.
__ADS_1
Asyik melihat ke arah kanan, berganti Claudia melihat ke arah kiri. Terlihat oleh mata coklatnya sepasang pria dan wanita tengah bergandeng mesra berjalan mendekat ke arahnya. Sepertinya mereka juga mau membeli tiket untuk menonton malam ini. Claudia dapat melihat dengan jelas betapa si wanita sangat suka bergelayut manja di lengan sang pria. Bahkan saat sang pria akan masuk dalan antrian pembelian tiket pun, sang wanita terlihat tidak ingin melepas gandengan mereka walaupun hanya sesast.
Mereka pacaranya? Apa orang pacaran itu seperti mereka kelakuannya? Kayak ulat bulu aja, nempel terussss.
"Sebentar ya sayang, aku beli tiketnya dulu, gak lama kok". Claudia mendengar ucapan si pria pada kekasihnya.
"Iya sayang, cepat kembali ya . Jangan lama-lama". Jawab si wanita sambil melepaskan tangannya dari lengan sang pria.
Hahahaha, lucu mereka. Kayak orang mau di pisah perang aja.
"Ayo". Ajak Galih saat tiket nonton mereka telah berhasil didapatnya. Kemudian sebelum masuk ke dalam theater. Galih menyempatkan diri untuk membeli popcorn serta dua gelas minuman kaleng untuk mereka.
Acara nonton pun berjalan lancar, sesuai expektasi Claudia. Claudia tersenyum puas dengan akhir cerita.Terlihat jelas Claudia menikmari tontonannya tadi. Melihat Claudia menyukai film yang telah di tontonnya membuat Galih merasa senang.
"Baiklah, sekarang mari kita pergi mencari makan, Claw mau makan ?" Tanya Galih setelah mereka masuk ke dalam mobil Galih kembali.
"Yang pedes-pedes seru deh Mas kayaknya, Mas tau tempatnya di mana?" Tanya Claudia pada Galih.
"Pasti dong, sekarang tuan putri duduk manis ya, kereta kencana akan segera hamba arahkan ke tempat makan yang sangat enak". Canda Galih pada Claudia.
Claudia tertawa terbahak-bahak dengan gaya lelucon Galih. Percaya atau tidak, Galih selalu bisa membuat Claudia tertawa lepas dan Galih selalu tahu cara terbaik untuk membuat harinya selalu merasa bahagia.
__ADS_1