
PENDAFTARAN BIMBEL
❤❤❤❤❤❤
Sepertinya langkah Claudia sangat bagus pagi ini, dia sampai di lokasi bimbel dua jam sebelum bimbel di mulai. Setelah mempelajari tentang grad dan tradrecord keberhasilan pihak bimbel dalam mensukseskan peserta didiknya masuk ke universitas yang mereka inginkan, Claudia pun merasa mantap untuk bergabung dalam bimbel tersebut.
"Oke, kalau kamu memang yakin mau bimbel di sini. Sekarang aku temani kamu buat beli semua perlengkapan untuk bimbel nanti, jadi tepat jam 10 kamu bisa gabung sama teman-teman baru mu di bimbel". Ujar Gilang pada Claudia.
Claudia mengangguk pelan, dia memang sudah menentukan pilihan akan gabung di bimbel tersebut. Jadi saat pihak bimbel menawarkan padanya untuk langsung memulai materi bersama teman-teman barunya di kelas nanti. Tentu saja dia langsung menyetujui hal tersebut.
Kebetulan letak Mall tempat mereka membeli perlengkapan bimbel Caludia tidak berapa jauh dari lokasi bimbel, jadi kurang dari satu jam Gilang sudah kembali mengantarkan Claudia kembali ke gedung bimbel tersebut.
__ADS_1
"Ada lagi yang kurang?" tanya Gilang saat mengantarkan Claudia masuk ke dalam kelasnya.
"Gak Mas semua udah lengkap kok". Jawab Claudia sambil memperhatikan ruangan kelas yang sudah berisi beberapa orang siswa.
"Kamu mau akau temani sampe jam pelajaran mulai?" kembali Gilang mengajukan pertanyaan.
"Gak usah Mas, makasih. Mas lanjut aja sama kegiatannya. Aku di sini aja, mau coba gabung dulu sama teman-teman baru sebelum mulai kelas nanti". Jawab Claudia.
Apa gak salah dengar? Mas Gilang panggil aku cantik. Sebenarnya Mas Gilang ini tampan juga deh, heheheh sama seperti Mas Galih. Claudia senyum-senyum sendiri sambil memandang Gilang.
__ADS_1
"Hei..belum di tinggal sudah senyum-senyum sendiri. Apa yang kamu pikirkan? Jangan bilang kamu berencana mau kabur dari kelas buat main, iya?" Tuduh Gilang pada Claudia.
"Enak aja, jangan sembarang tuduh kamu. Aku tuh senyum karena senang membayangkan bakal punya teman baru yang seusia ma aku. Kan seru tuh mas, dan mana tahu ada cowok keren nanti yang bisa aku dekati. Itu pasti lebih seru lagi". Jelas Claudia asal pada Gilang.
Gilang memegang lembut dagu Claudia dan mengangkatnya hingga mata mereka saling beradu pandang. "Kamu boleh mengenal dan mencari teman wanita sebanyaknya, tapi kamu jangan coba-coba mendekati cowok mana pun, jangan pernah mencoba. Ingat itu". Gilang mendekatkan wajahnya pada Claudia, sesaat hembusan nafas mereka saling menyentuh kulit wajah masing-masing.
Claudia terdiam, dia bingung harus merespon apa. Akal pikirannya tidak dia siapkan untuk situasi seperti ini. Yang jelas jantungnya berdegub kencang tak beraruturan, mata abu-abu Gilang serasa menyentuh kalbunya. Ada rona merah diwajahnya. Hingga saat Gilang telah melepaskan tanganya dari dagu Claudia, dia tetap tidak menyadarinya. Dia tetap diam terpaku.
__ADS_1
"Aku pergi dulu, kamu jangan nakal ya!" Suara berat Gilang pun berlalu dari hadapannya, tetapi Claudia hanya menganggukan kepala menjawab kepergian Gilang. Dia masih belum bisa mengontrol jantungnya, ada yang salah. Mas Gilang apa-apaan coba? Jantungku sampe berdebar kencang, apa aku kena penyakit jantung gara-gara dia? Claudia tidak bisa memahami situasi yang baru saja terjadi padanya. Yang jelas jantungnya berdetak tidak seperti ritme saharusnya, itu semua bisa terjadi hanya dengan Gilang memegang lembut dagunya dan membuat mereka beradu pandang dan juga beradu nafas. Claudia yakin sampai saat ini pipinya masih bersemu merah.