
NONTON ATAU PASAR MALAM
❤❤❤❤❤❤
Galih sudah berada di parkiran tempat tadi di menurunkan Claudia, sudah hampir tujuh menit dia menunggu tetapi belum tampak wajah cantik Claudia keluar dari gedung bimbel itu. Di lihatnya jarum jam, ternyata sudah sepuluh menit lewat dari jam lima sore.
Akhirnya agar tidak bosan menunggu, Galih memilih memainkan handphonenya sambil tetap memperhatikan sekitar takut kalau Claudia tidak melihat dirinya. Dari kaca sepion depan, Galih melihat mobil hitam yang sangat familier olehnya akan berbelok ke arah parkiran tempat dia menunggu. Itukan mobil Gilang? Loh-loh mau kemana Gilang? Kenapa mendadak memutar arah? Gilang merasa heran sendiri.
Saat asyik memperhatikan kendaraan sang adik yang mendadak berputar menjauh, tepat saat itu pula terdengar suara Claudia memanggil Galih.
"Maaf Mas keluar kelasnya agak telat". Terlihat Claudia sudah berdiri di sisi pintu penumpang bersama seorang pria yang sepertinya seumuran denganya.
"Gak papah Claw, Mas juga baru sampe". Jawab Galih sambil tersenyum.
"Ya udah Ari, aku balik lagi ya". Suara Claudi memberi tahu pria yang dari awal terlihat memang mengikutinya.
"Siapa Claw?" Tanya Galih penuh selidik.
"Eh..iya lupa. Mas Galih kenalkan ini Ari teman baru ku, kamu satu kelas bimbel Mas", jelas Caludia. "Dan Ari kenalkan, ini Mas Galih, yang tadi aku ceritakan".
__ADS_1
Galih mengulurkan tangannya ke arah Ari, sambil menerima uluran tangan tersebut Ari berujar. "Jadi Mas Galih bukan anak Ibu kost Claudia yang telantarin Claudia kemaren ya?".
"Apa maksudnya Ari? Telantarin Claudia gimana?" Galih meras bingung.
Cepat Claudia memberi jawaban pada Ari, "tentu saja bukan Ari, Mas Galih ini adalah si Mas tampan dan baik hati. Dia gak ada hubungannya sama kejadian kemaren".
"Bisa kalian jelaskan pada Mas ada apa kemaren!" Terdengar nada suara perintah dari Galih.
"Jadi Mas gak tahu ya?" Ari merasa ada yang ditutupi Claudia dari Galih.
"Ari coba jelaskan ada apa kemaren!" Suara tegas Galih yang membuat Claudia berhenti berbicara.
"Jadi gini Mas, kemaren itu anak Ibu kost Claudia menelantarkan dia. Sampe dua jam Claudia menunggu di jemput, tapi tuh orang nggak datang-datang. Aku berencana mengantar Claudia pulang, tapi dia gak tau alamat kostnya. Mau nelpon, handphonenya habis baterai. Mau ku temani sampai jemputannya datang, aku gak bisa Mas. Masalahnya dah janji sama Mama mau jemput adik pulang les. Aku pikir Claudia bakal kenapa-napa Mas, sukur bener dia selamat dan bisa pulang juga." Jelas Ari secara detail pada Galih.
Gawat, Ari kenapa coba cerita jujur, mana ceritanya mendetail lagi. Aduh, gimana ini ya? Claudia dapat melihat jelas ada raut emosi terpancar di wajah Galih.
"Baiklah, terima kasih atas penjelasannya Ari. Sekarang kami pamit duluannya". Galih berusaha berbicara dengan santai. "Ayo Claw masuk". Perintah Galih sambil menuntun Claudia masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Pelan Galih mengarahkan mobil keluar dari parkiran, Claudia tidak tahu kemana Galih akan membawanya pergi. Claudia ingin bertanya, tetapi dia merasa takut sendiri. Masih terlihat jelas raut wajah marah tergambar di wajah tampan Galih.
"Mau nonton atau main ke pasar malam?" Pertanyaan Galih sukses membuat Claudia melongo.
Rasa tak percaya dalam diri Claudia, dia pikir Galih akan memghujaninya dengan begitu banyak pertanyaan berhubungan dengan pengakuan Ari tadi padanya, tetapi Claudia salah. Galih memberi penawaran padanya antara nonton dan pasar malam.
Nggak salah dengarkan? Nonton atau pasar malam, itu kan yang diucapkan Mas Galih.
"Mas gak mau tahu tentang cerita Ari tadi?". Claudia benar-benar di buat penasaran oleh sikap Galih.
"Buat apa? Mas pikir kamu punya alasan menyembunyikan cerita itu. Ya, artinya Mas harus hargai keputusan mu. Benar tidak?". Tanya Galih kembali.
"Makasih Mas, Mas Galih memang luar biasa bijaksananya. Berarti pujian ku pada Mas harus di ralat, Mas Galih itu adalah lelaki tampan yang baik dan bijaksana". Ujar Claudia dengan polosnya.
Galih tertawa mendapati pujian serupa itu dan tidak lupa tangannya mengacak lembut rambut Claudia. Tentu saja Claudia kesal dengan ulah tangan Galih yang sukses mengacak rambut sebahunya.
__ADS_1