KUPILIH DIRIMU

KUPILIH DIRIMU
Episode 4


__ADS_3

SELAMAT DATANG DI SEMARANG (1)


❤❤❤❤❤❤


Wajah sedih Claudia terlihat jelas waktu dia di minta Bram untuk melepaskan pelukannya dari tubuh Bram, Claudia menangis saat Bunda menuntunya untuk masuk ke area dalam Bandara Fatmawati.


 


"Sudah berangkat gih, nanti malah ketinggalan pesawat lagi". Bram mencoba membujuk Claudia.


"Mas kenapa gak ikut antar aku, Mas kan bisa izin satu hari, besok Mas balik lagi ke sini yang penting Mas antar aku dulu". Suara sedih Claudia lengkap dengan mata yang sudah berkaca-kaca, sekali saja dia mengedipkan mata indahnya pasti air mata itu akan terjatuh membahasi pipinya.

__ADS_1


 


"Maaf ya Claw, maaaaaf benar. Mas gak bisa, Claw kan tahu mas sangat mau antar kamu tapi ternyata Mas harus rapat mendadak siang nanti. Maafin mas ya, jangan sedih dong. Mas janji saat Mas punya waktu besok, Mas akan bawa Bunda buat lihat kamu di Semarang. Yaaaa". Bram berusaha membujuk Claudia.


 


Sebenarnya Bram sudah berencana akan ikut mengantar Claudia ke Semarang hari ini, semua sudah siap. Tetapi pagi tadi Bram mendapat telpon dari sekretarisnya kalau proyek barunya di Palembang mengalami kendala, ya sekarang Bram tengah mencoba mengembangkan sayap bisnisnya ke Kota Palembang. Karena itulah dia harus segera mengadakan rapat dengan semua divisi untuk mencari tahu penyebab kendala tersebut. Sehingga saat ini Claudia hanya di antar Bunda saja menuju semarang. Tapi Bram janji segera setelah semua urusan proyek ini selesai, dia akan segera melihat adiknya itu di Semarang bersama Bunda mereka.


 


 

__ADS_1


Sekarang situasinya beda, Claudia sendirilah yang akan pergi jauh. Memang sih tidak sejauh Singapura, tetapi perjalanannya ini akan melewati dua pulau loh. Ditambah lagi dia sendiri belum tahu berapa lama sekali bisa pulang untuk bertemu kakak laki-lakinya itu. Dan dengan beban kerja Bram, dia pun juga tidak tahu pasti kapan Masnya itu bisa datang mengunjungi dia si Semarang.


 


Jadilah adegan keberangkatan Claudia ke Semarang hari itu penuh dengan keharuan, sekali lagi Claudia memeluk Bram dan kali ini Bram merasa ada yang jatuh membasahi kemejanya pada bagian dada. Bram hanya bisa mengusap sayang punggung adiknya sambil membisikkan kata "jaga diri di sana ya, jangan nyusahin keluarga Om Hartanto. Harus patuh sama mereka dan belajar yang rajin". Lagi, air mata Claudia jatuh membahasi kemeja Bram. Bram mengecup sayang kening adiknya kemudian melepas paksa pelukan mereka. Bram yakin, kalau dia tidak segera melepaskan adiknya, maka Claudia pasti tidak akan pernah berangkat. Bunda yang menyaksikan perpisahaan ke dua anak kesayangannya itu pun menangis haru. Bunda tahu bagaimana kedekatan dua kakak beradik ini, mereka saling menyayangi satu sama lain.


Claudia beralih ke dalam pelukan Bunda, "sudah sayang, gak boleh sedih. Mas mu kan dah janji bakalan segera lihat kamu ke Semarang. Sekarang kita harus berangkat, Ayo nak".


 


Akhirnya Claudia terbang ke Semarang bersama Bunda, ini pilihannya. Bukankah dia sangat ingin lanjut kuliah keluar supaya bisa belajar mandiri dan belajar seperti apa rasanya menjadi anak rantau. Ya, walupun Semarang bukanlah kota yang di pilihnya melainkan Kota yang di siapkan Bunda untuknya. Tetapi setidaknya sekarang dia sudah sukses lanjut kuliah keluar dari kota kelahirannya, Bengkulu.

__ADS_1


__ADS_2