KUPILIH DIRIMU

KUPILIH DIRIMU
Episode 2


__ADS_3

ALASAN BUNDA


❤❤❤❤❤❤


Suara kicau burung di luar jendela kamar Claudia membuat dia terbangun, matanya mengerjab mencoba menyesuaikan pencahayaan dari matahari yang bias-biasnya sudah masuk ke dalam kamarnya. Sepertinya matahari sudah keluar dari peraduannya. Tepat di saat Claudia berencana bangun untuk segera mandi, pintu kamarnya pun di ketuk.


 


Tok, tok, tok


"Neng, sudah bangun belum? Neng....". Suara bi Darmi yang berniat membangunkannya.


"Sudah bi, Clow dah bangun. Ini mau mandi dulu bi". Suara Claudia menyahut dari dalam kamar.


" ya udah, cepetan ya neng soalnya eneng sudah di tunggu bunda sama Mas nya". Bi Darmi mengingatkan Claudia.

__ADS_1


"Iya bi..sepuluh menit lagi Claw turun. Makasih ya bi". Dia pun segera berlari menuju kamar mandinya. Bi Darmi akhirnya berlalu dari kamar Claudia dan segera bergegas ke bawah.


 


Selesai mandi, Claudia segera bergegas ke meja makan. Ternyata Bunda dan Mas Bram sudah duduk santai menunggunya sambil mengobrol ringan.


"Akhirnya kelar juga mandinya sayang". Bunda menyapa Claudia.


"Pagi bunda, pagi Mas. Maaf ya kelamaan nunggu..hehehehe". Claudia mencium pipi kanan sang bunda sambil cengegesan.


Sambil  menikmati menu pecel sayur untuk sarapan pagi ini, mereka pun makan dengan tenang. Selesai sarapan bunda langsung menuju taman belakang, bunda sangat telaten mengurus sendiri bunga mawar aneka warna yang tertata rapi di taman belakang. Sementara Bram mengajak Claudia berbicara di ruang baca. Ternyata sebelum Claudia turun untuk sarapan tadi, bunda sudah meminta Bram agar bicara serius dengan adiknya tentang rencana kuliahnya nanti.


"Mas,emm..kira-kira Mas tahu apa alasan bunda meminta ku pilih kuliah di sini saja atau kalau mau kuliah di luar hanya boleh di Kota Semarang. Jujur aku bingung mas, secara yang aku minta sama bundakan lanjut kuliah keluar, tapi ke Bandung mas. Tenyata enggak boleh, tapi di suruh ke Semarang yang lebih jauh dari Bandung. Apa ngak aneh mas?" Claudia bingung sendiri.


"Baiklah Mas jelaskan sama kamu ya. Jujur bunda berharap kamu lanjut kuliah di sini saja, dekat bunda saja, enggak usah kuliah keluar. Kamu tahu kenapa? Karena bunda tidak siap pisah dari kamu, selama ini kamu kan dekat sama bunda. Bunda pasti merasa canggung kalau kamu jauh darinya. Tidak hanya itu, saat kamu jauh, bunda ragu apa kamu bisa beradaptasi dengan lingkungan baru yang di dalamnya tidak ada bunda, Mas ataupun orang-orang yang sayang sama kamu. Kamu tuh masih sangat polos Claw, itu yang bunda takutkan kalau kamu jauh dari sisi bunda". Jelas Bram.

__ADS_1


"Iya sih mas, aku bisa ngerti itu. Tetapi saat aku bilang pengen kuliah di Bandung kok ngak boleh malah di suruh ke Semarang? Mas, semarang itu lebih jauh kan dari Bandung. Apa ngak salah tuh Mas? Tanya heran Claudia.


"Ya enggak lah, di mana letak salahnya? Claw di Bandung kamu nanti tinggal sama siapa? Siapa yang akan melindungi kamu, jagain kamu, ngurusin kamu? Kamu harus memulai hari sebagai mahasiswa sendirian tanpa keluarga mu. Tetapi kalau di Semarang akan ada keluarga om Hartanto. Jadi kamu ngak sendirian, gituh loh". Jelas Bram.


"Mas, aku kan ngak kenal sama keluarga Om Hartanto. Yang kenal mereka itu Mas, bunda dan ayah. Apa aku ngak papah gituh mas tinggal bareng keluarga mereka. Nanti aku ngak ngerepotin tuh Mas". Tanya Claudia ragu.


"Enggak kok, kamu ngak usah ragu kalau masalah itu. Justru tante Rachel dan om Hartanto sendiri yang menghubungi bunda, menyarankan agar kamu kuliah di sana. Jadi mereka bisa jagain kamu dan bunda bisa tenang". Bram menceritakan kalau bunda pernah di telepon om Hartanto sebelumnya. Om Hartanto adalah patner bisnis ayah mereka. Hubungan ke dua keluarga ini sangat dekat, sudah seperti saudara, walaupun ayah mereka sudah meniggal, sesekali om Hartanto atau tante Rachel tetap mejalin komukasi dengan bunda mereka.


 Claudia pun mengangguk paham dengan semua penjelasan Bram.


"Emm, kalau hal itu lebih baik buat aku, ya ngak masalah sih Mas. Aku mau untuk lanjut kuliah ke Semarang, yang penting aku bisa kuliah keluar. Aku juga pengenkan mencoba merantau dan belajar mandiri seperti Mas dulu". Akhirnya Claudia setuju melanjutkan kuliah ke Kota Semarang.


Bram pun tersenyum sambil mengacak-acak sayang rambut Claudia. Dia senang Claudia sudah mengerti maksud baik dari semua rencana bunda tentang kuliahnya. Karena Bram tahu, semua ini demi kebaikan Claudia.


"Baiklah kalau begitu, nanti akan Mas sampaikan ke bunda kalau kamu lebih memilih kuliah keluar dan kamu setuju kalau kuliah di luar itu harus ke Semarang". Ujar Bram sambil menatap lekat mata adik tersayangnya

__ADS_1


 


 


__ADS_2