Kurelakan Kekasihku Demi Sahabatku

Kurelakan Kekasihku Demi Sahabatku
Dimulainya Api cinta Orang Ke tiga


__ADS_3

Dirumah Melda mengurung dirinya didalam kamar, sudah dari tadi ibunya menyuruh dia makan. Dia ketok-ketok pintu tapi, tak ada jawaban. Melda tak mau membagi masalahnya kepada ibu ataupun adiknya. ' 'Bagaimanapun juga ini masalahku dan aku yang harus selesaikan sendiri' Katanya dalam hati.


Melda bingung harus bagaimana, diapun menghubungi Agis dan ingin bertemu dengannya ditemoat kemaren.


"Gis, gue ingin ketemu Lo sekarang"


Belum ada jawaban dari Agis, meldapum menelfonnya. Tapi, tak diangkat.


Pecah tangis Melda saat itu, dia seperti dipermainkan oleh Agis.


Jam 8 malam Melda baru keluar dari kamarnya, dia berusaha membuang rasa sakit dihatinya. Dia melihat Ibu dan adiknya menonton televisi Akhrinya, diapun menyusul duduk disambmping ibunya.


"Udah makan Mel.?" Tanya ibunya sambil menggeser duduknya.


"Udah buk." Berbohong, takut kalau ibunya marah.


"Kenapa tadi, pulang cepet. Bosmu keluar ya.?" Tanya ibunya lagi menyelidik


"Tadi Melda izin buk, melda gak enak badan." Jawabnya sambil menggeliatkan tubuhnya di sandaran kursi.


"Loh, sudah minuk obat belum."

__ADS_1


"Uu..udah kok tadi buk." jawab melda terbata.


Tak lama kemudian, melda mendengar handponnya berbunyi didalam kamar. Cepat-cepat melda melihatnya


ternyata benar, Agis menghubunginya kembali.


Meldapun mengangkat telfonnya.


"Mel, aku dah nunggu ditempat biasa."


Belum sempat Melda menjawab, Agis keburu mematikan telfonnya.


Meldapun bergegas pergi kekamar mandi, membasuh wajahnya. supaya matanya yang sembam tak terlihat seperti menangis.


"Eh, katanya sakit kok keluar." Terkejut ibunya.


"Alkhamdulilah udah mendingan Buk." Jawab melda smabil berlari keluar.


Malam hari gak ada angkot, akhirnya melda ngubungin Ojek online tidak lama menunggu, ojeknya datang.


"Mbak melda ya." Tanya seorang pemuda ojek online tersebut.

__ADS_1


"Iya mas, ayok cepetan ke cafe Seafood ya." Timpal melda seraya memakai helm. yang diberikan Ojek tersebur.


Sampainya di Cafe melda menyuruh ojek tadi menunggunya karena, melda tak ingin lama-lama bertemu Agis. daripada tambah menyakiti batinnya.


Mata melda tertuju dimeja sebelah bar. Agis sudah menunggunya dengan ditemani kopi diatas meja.


Meldapun menghampirinya dan dia langsung duduk dikursi.


"Eh mel, baru datang aku pesankan Minuman atau makanan dulu ya." Tawar Agis kepadanya.


"Gak usah gis gue kesini cuma mau ngebalikin Ini (Cincin). Gue ngerasa gak pantes buat Lo karena, ada yang lebih pantes buat ngedapetin Lo." Kata melda sambil memberikan cincinnya.


Agis tertegun melihat cincin pemberiannya dikembalikan.


"Ada masalah apa?". Tiba-tiba wajah Agis berubah seketika, tadi saat Melda dateng dia kelihat bahagia. sekarang dia mukanya terlihat seperti tengah menahan amarah yang membara.


"Risma suka sama elo Gis, gue harap Lo juga punya perasaan yang sama kepadanya. Gue gak mau nyakitin perasaan sahabat gue hanya karena Laki-laki." Mwlda berbicara serius, dia berusaha tak meneteskan air mata. Namun, air mata tak dapat diajak kompromi. dia jatuh sampai membuat Bibir Melda bergetar.


"Mel, lu taukan gue sukanya sama elu. gue gak mau kalau nikahnya sama Risma, Lo ngerti gak sih perasaan gue Mel." Jawab Agis kecewa, dia mengepalkan tangannya diatas meja.


"Gue tau Gis tapi, gue gak mau kalau persahabat gue sama Risma berakhir hanya karena, urusan Laki-laki." Jawab Melda sambil terisak.

__ADS_1


"Oke, kalau Lo maunya kayak gini gue terima. Gue akan coba lupain elo dan gue juga akan mencoba menerima Risma dihati gue. Tapi lo inget ya mel, gue cintanya tetep sama elo." Menggedorkan Tangannya diatas meja dan berlalu pergi meninggalkan Melda sendiri diCafe tersebut.


__ADS_2