
Renaldi begith khawatir terhadap Merry, apa mungkin dia nekat dengan secepat itu ataukah jiwanya kembali terguncang 'Aaaaggggghhhhhhh' Renaldi tak dapat berfikir jernih, beberapa hari ini dia lupa memberikan obat pada Merry karena, sibuk mengurus Weddingnya dengan Melda. diapun berlari menuju kamarnya mengambil jaz lalu menghubungi taxi online, selang beberapa menit kemudian taxi online datang sopirnya langsung membukakan pintu mempersilahkan Renaldi masuk.
"Agak cepetan, Pak" tukas renaldi sedikit cemas dia tak sanggup membayangkan wajah polos melda kalau-kalu mendengar kejujuran Merry.
sayangnya suasana hari ini tak berpihak pada renaldi, jalanan begitu padat dan macet padahal kurang setengah jam sudah sampai dirumah Melda.
'Siallll' dengus Renaldi kesal akhirnya Renaldi turun dari mobil dan membayar biaya taxi online tersebut. Renaldi memutuskan untuk berjalan menuju rumah Melda, dia menelusup ditengah ramainya kemacetan jalanan, kalau ditempuh dengan jalan kaki mungkin akan begitu lama fikir Renaldi dia akan bertemu dengan ojek atau angkot ditengah perjalanan, tak lama dia berjalan ada segerombol tukang ojek, diapun memanggil satu tukang ojek tersebut "Pak, langsung jalan ke Gang depan sana ya" kata Renaldi seraya menepuk bahu tukang ojek tersebut.
"Baik, tuan" jawabnya sambil memberikan helm kepada Renaldi
***
Rumah Melda
Tak lama kemudian, Renaldi sampai didepan rumah Melda dengan perasaan berdebar karena takut kalau-kalau Merry menceritakan semua tentang hubungannya selama ini.
__ADS_1
Akhirnya, dengan mengumpulkan semua keberanian dan menyiapkan kata-kata diapun masuk kedalam rumah
'Toktoktoktok'
suara pintu diketuk, Melda dan Merry sama-sama melihat ke arah pintu "Sebentar biar aku buka pintu dulu" Melda beranjak pergi membukakan pintu, dalam hatinya berfikir siapa tamu yang datang sepagi ini selain Merry? setelag dia buka Melda terhenyak karena, Renaldi begitu berantakan seperti baru bangun tidur.
"Kamu nggak ngantor?" tanyanya heran sambil melihat dari ujung kaki sampai ujung rambut Renaldi yang begitu acak-acakan.
"A-aku.... aku kebetulan hari ini kesiangan, Eh.. maksudnya hari ini aku bangun kesiangan" Dengan senyum mengembang bertabur malu karena, memang dia buru-buru kerumah Melda. Kenapa jantungnya tiba-tiba berdegub kencang saat bertemu Melda, seperti ada yang aneh dalam dirinya hari ini.
"Kau?" dengus Merry ridak suka karena, Renaldi datang kerumah Melda pasti membuntutinya. Melihat reaksi Merry yang kaget melihat Renaldi, Melda semakin bingung
"Kamu tidak perlu bingung Mel, aku kemari karena mau memberitahumu soal pernikahan kita yang akan diadakan lusa depan" kata Renaldi mengalihkan kebingungan Melda yang sudah diketahuinya, dia tak ingin semua rencananya gagal sebelum pernikahan diadakan.
*Flasback Merrg saat dirumah Melda*
__ADS_1
Pagi ini ibu Melda kebetulan sudah pergi mengantarkan baju tetangganya yang sudah selesai dijahit, kenapa bukan Melda yang mengantar karena, ibunya tahu bahwa calon pengantin tidak diperbolehkan keluar rumah saat mendekati hari pernikahan. Setelah kepergian ibunya Melda beranjak pergi ke kamar mandi namun, dia mendengar seseorang mengetuk pintu Melda mengira ibunya sudah pulang tapi, begitu cepatnya akhirnya dia membuka pintu dan dilihat seorang gadis cantik berperawakan tinggi sudah berdiri diambang pintu rumahnya "Kau sendirian?" tanya Melda sambil mencari sosok Renaldi dibelakang punggung gadis itu.
"Ya, aku sendiri" jawab Merry sambil menekuk tangannya didada.
"Masuklah, aku akan membiatkanmu minuman" kata Melda mempersilahkan masuk Merry.
"Kau tak perlu membuatkanku minum, aku kesini hanya mau bilang padamu. Renaldi bukanlah laki-laki yang seperti kau kira jadi, berhati-hatilah" Tegur Merry sambil mengembangkan senyum kemenangan.
"Maksudmu?" Melda begitu kaget mendengar apa yang diucapkan Merry
"Ya... kau memang bisa menikahinya, tapi kau belum tentu gadis yang di impikannya" tambah Merry
"Aku faham dan sangat mengerti apa maksudmu" jawab melda sambil menunduk lesu mendengar kata-kata Merry yang berhasil membuat hati kecilnya menciut.
"Kalau kau faham dengan apa yang kukatakan, lebih baik batalkan saja pernikahanmu atau kau sendiri nanti yang akan mati konyol menjalin rumah tangga dengannya" Begitu pedasnya mulut Merry mencaci Melda yang sudah tak tahan dengan ucapannya.
__ADS_1
sebelum Merry melanjutkan ucapannya tiba-tiba Renaldi sudah datang menemuinya.