
Di sisi lain Melda yang tengah bingung dengan ucapan Merry kemarin pagi, dia mencoba membuanng jauh-jauh perasaan curiga dihatinya tapi, lagi-lagi dia ingat kembali. "Apa sebenarnya yang disembunyika Renaldi padaku? aku harus mencari tahu semua itu" Meldapyn beranjak dari duduknya dan pergi kerumah Renaldi dengan menaiki mobil online, sejenak dia menunggu mobil datang tak lama kemudian mobil yang ia pesanpun datang dan melaju membawa Melda kerumah Renaldi.
Di dalam mobil Melda masih terus memikirkan ucapan Merry yang tertahan karena, Renaldi datang sebenarnya dia ingin mengungkapkan apa? dan apakah itu semua mengenai pernikahannya ataukah ada hal lain?
berbagai macam pertanyaan timbul diotak Melda sampai sesak dadanya menahan semua itu, selang waktu beberapa jam Melda sudah sampai dipelataran rumah mewah yang ber cat abu-abu dengan taman mini dipojok rumah.
Rumahnya bergayakan minimalis tapi sangat mewah, Melda tak habis pandang dengan suguhan kolam ikan dan patung wanita membawa periyuk yang memancurkan air kedalam kolam kecil tersebut. Tiba-tiba pundaknya ada yang menepuk dari belakang diapun menengok karena, kaget "Kamu siapa?" kata seorang wanita paruh baya yang memakai kursi roda
__ADS_1
sepertinya dia berumur 50 tahunan, "Masak mama tidak mengenali menantu kita" kata seorang pria dari belakang wanita itu.
"dia ini Melda Ma, calon istri Renaldi" kata pria yang biasa disebut Bos besar PT NUSANTARA GROUP dia Bramantio Rahardian ayah dari Renaldi Rahardian.
Melda kagum melihat Ayah Renaldi yang begitu tampan diwaktu tua seperti ini, dia hanya tersenyum sembari melihat Mamanya Renaldi yang tampaknya tidak suka melihat Melda datang kerumahnya. "Saya, Melda Buk" sapanya sembari mengukurkan tangan
Melda menekan dalam-dalam kekecewaanya karena, malu dengan ucapan Ibu Renaldi. "Kamu ada urusan apa kemari?" tanya bu Elis pada Melda
__ADS_1
"Kebetulan tadi saya lewat dan mampir bu"Melda mengembangkan senyumnya sesopan mungkin
"Mari masuk, Nak" kata Pak Bram mempersilahkan Melda untuk masuk kerumah
"sepertinya sudah hampir malam pak, nanti ibu saya mencari terimakasih atas tawarannya saya permisi" Melda menunduk dan pergi menjauh dari rumah mewah itu
setelah sampai diluar pagar Melda tak sanggup menahan air matanya yang sedari tadi ingin keluar, akhirnya dia meluapkan tangisnya sampai terisak 'Beginikah nasib bawahan yang harus menikah dengan atasannya, aku tidak meminta semua ini tapi Tuhan lah yang telah menjodohkan kami" katanya sambil berderaskan air mata yang bercucuran
__ADS_1
"Meldaaaa" seru laki-laki yang berlari menuju ke arahnya, Melda tetap melanjutkan langkah kakinya untuk pulang dia sempat menghubungi taxi online tapi belum juga datang akhirnya, dia memutuskan untuk berjalan.