Kurelakan Kekasihku Demi Sahabatku

Kurelakan Kekasihku Demi Sahabatku
Episode 52


__ADS_3

"Mel, jadi makan tidak? tanya Agis sambil membuka pintu mobilnya


"Eh, iya.. iya aku ke toilet sebentar ya Gis" kata Melda seraya pergi kearah toilet


Agis hanya menggelengkan kepala 'dasar wanita, bertatap muka begitu saja sudah grogi' gerutunya sambil tersenyum senang.


Hari ini agis seperti jatuh cinta kembali dengan Melda, dia tak perduli kalaupun Melda akan menikah dengan Renaldi mantan bosnya tersebut, dia masih mengejar Melda walaupun banyak rintangan yang harus ia lewati. Agis memilih meja yang berdekatan dengan taman di Indi Cafe


tak lama kemudian dia dihampiri wanita cantik berpakaian seragam dengan membawa sebuah menu makanan beserta buku kecil lengkap dengan bolpoinnya. "Mau pesan apa, Pak?" suaranya yang merdu membuat hawa sejuk dicafe tersebut terasa indah


"Aku mau coffe latte dan makanannya kepoting pedas asam manis" kata Agis sambil menyerahkan buku menu ketangannya

__ADS_1


"Sementara itu dulu, nanti kalau teman saya sudah datang saya panggil lagi" tambahnya sebelum pelayan tersebut pergi kedalam untuk memberikan secarik kertas berisikan pesanan Agis.


Tak lama kemudia Melda datang dengan wajah yang kusut, dia seperti orang sakit "kamu kenapa Mel, abis dari kamar mandi kok terlihat kaget macam seperti melihat hantu saja kamu ini" gerutu Agis se enaknya membuat Melda meringis sebal


bukannya menambah suasana hati Melda menjadi tenang malah membuatnya semakin risih saja, batinnya.


"Kamu mau makan apa?" tanya Agis padanya


"terserah kamu aja." jawaban Melda singkat padat dan jelas


beluk sempat bercerita, pelayan tadi datang membawa nampan berisikan pesanan Agis tadi "Selamat menikmati, Pak" katanya sambil menundukan kepala

__ADS_1


"Mbak, aku mau makanan yang sama dengan bapak ini tapi minumannya milk shak saja ya" kata Melda pada pelayan tersebut


"baik mbak" jawabnya sambil berlalu pergi meninggalkan meja mereka.


Melda hanya berdiam setelah memesan makanan, dia tak bergeming sekali dengan pertanyaan Agis barusan matanya fokus tertuju pada meja yang berada di ujung utara samping taman Cafe itu, sekilas ada tatapan kebencian dan muak dengan semua apa yang dia lihat 'begitukah penghianatan yang telah dia dapati, meskipun aku seorang gadis polos dan lugu untuk masalah percintaan' batinnya dan itu semua membuat hati Melda semakin teriris hingga dia meneteskan air mata.


Flasback On


Saat Melda berjalan menuju kamar mandi dia melihat 2 pasang sejoli tengah bercengkerama dibalik dinding yang mengarah ke arah taman di Indi Cafe sebenarnya Melda tidak sempat curiga siapa wanita itu dia fokus kepada laki-laki yang memakai kaos hitam dan memakai topi dengan kacamata hitam yang menghias wajahnya, setelah dirasa dekat dengan tempat duduk mereka wajahnya semakin jelas pada saat laki-laki itu membuka kacamatanya "Renaldi" celetus Melda tapi hanya dia yang mendengar, akhirnya Melda memutuskan untuk mengintip Renaldi yang tengah asyik bercengkerama dengan Merry, mereka seperti sepasang kekasih bukan seperti hubungan antara adik dan kakak sepupu batin Melda. diapun mendengar jelas pembicaraan Merry dan Renaldi yang tengah membicarakan namanya "Sayang... bagaimana kabar gadismu itu?" tanya Merry paxa Renaldi dengan manja


"Aku belum tahu selama pekan ini, karena dari kemaren lisa aku menemanimu sayang dan ponselkupun kumatikan agar tidak ada seorangpun yang mengganggu kita." jawab Renaldi dengan santainya

__ADS_1


seketika dada Melda sesak mendenhar ucapan-ucapan mereka dengan mesranya, di situ Melda seperti dibohongi dan dijadikan boneka permainan Renaldi juga Merry. Diapun berlari menuju kamar mandi lalu meluapkan semua kekecewaan dihatinya tanpa dia sadari banyak mata yang melihat kejadian tersebut, tapi Melda tidak menghiraukan semua itu yang ia rasakan saat ini jauh lebih memalukam dari pada tangisnya yang dilihat semua orang.


Flasback off


__ADS_2