
Mery tampak senang bertemu kekasihnya, "Sayang, aku sangat bahagia bisa bertemu denganmu" Kata Mery sambil bertumpu tangan.
"Aku juga sayang, nanti kamu ikut ke vilaku saja" Jawab Renaldi seraya meminum jusnya.
Setelah selesai berbincang di Cafe Renaldi berniat membawa pulang Mery ke vilanya, tangan Re memeluk pinggang Mery yang begitu ramping.
Mery bergelayut manja didalam dekapan Renaldi, mery sangat mencintai prianya. Dia sungguh beruntung telah bertemu dengannya.
"Masuklah tuan putri" Kata Renaldi sambil membuka pintu mobil
Mery hanya tersenyum cantik melihat Renaldi mempersilahkannya masuk kedalam mobil.
Renaldi menyetir mobil menuju vilanya yang dekat pantai, dia menancapkan gasnya dengan cepat.
"Aku ingin tidur dipelukmu sayang" Kata Mery menenggerkan kepalanya dipundak Renaldi.
Renaldi mengecup keningnya, "Baiklah, malam ini aku bersemangat untuk itu" Kata Renaldi menambah kecepatan Gas mobilnya.
Sampainya di Vila, mery merasa sangat dikejutkan dengan suasana Pantai yang sangat dekat dengan teras depan Vila Renaldi.
"Oh may god, I like it ini sangat....sangat indah " Teriak Mery seraya berhambur keluar mobil menuju pesisir Pantai
__ADS_1
Mery sangat menyukai ombak dan pasir pantai, Renaldi berlari menuju Mery memeluknya dari belakang.
"Kau tau Mery, aku sangat mencintaimu" Kata Renaldi mengeratkan pelukannya.
Mery hanya tersenyum riang mendengar ucapan Renaldi.
Setelah puas melihat ombak, Mery memutuskan untuk beristirahat didalam rumah.
"Aku mau berganti baju dulu" Kata Mery seraya melepas bajunya yang tadi ia pakai.
"Apa kau tak malu, aku melihat bentuk tubuhmu Mery" Tanya Renaldi
Mery memakai kimononya, dia melepas branya. Karena, dia wanita berpendidikan jadi dia tau tidur memakai Bra itu tak baik untuk kesehatan payudaranya.
Sampai kebawah Renaldi memainkan ****** payudara Mery, Mery hanya mendesah tak tahan dengan perlakuan Renaldi.
"Aaaahhh.... Sayang" Desah Mery seraya memegangi rambut Renaldi
Renaldi melanjutkan aksinya, dia membuka kimono Mery.
Renaldi juga membuka kemejanya, dan celananya.
__ADS_1
Malam itu Mery dan Renaldi sedang meluapkan kerinduan yang sejak lama tak bertemu, Renaldi menikmati tubuh Mery
"Aaaahhhh... Mery aku mencintaimu" Kata renaldi yang melakukan aksinya, dengan nafas yang terengah-engah. Renaldi meremas payudara Mery.
Mery hanya pasrah, tangannya meremas pundak Renaldi. Kukunya yang panjang membuatkan bekas dipundak Renaldi
Sampailah pada puncaknya, jarum jam menunjukkan pukul 3 pagi. Renaldi melanjutkan Aksinya sampai membuat Mery tak berdaya. Dan Renaldi mengehntikannya.
"Kau tak apa sayang" Tanya Renaldi sambil membelai rambut Mery
"Hmmmm..tentu" jawab Mery
Renaldi memeluk tubuh Mery yang tak memakai sehelai kain, hanya berbalut selimut tebal. Renaldi memutuskan untuk tidur sebentar karena besok dia harus ke kantor untuk meeting.
Ke esokan harinya, Mery membangukan Renaldi namun dia terlihat sangat kelelahan. Meryoun memutuskan untuk mandi dan memasak.
Setelah selesai mandi, Mery bergegaa pergi ke dapur dia membuka kulkas namun, tak menemukan satupun makanan. Dia membuka lemari penyimpanan tapi, tak ada juga sayur atau makanan yang bisa di masak.
Sambil berkacak pinggang, Mery kembali ke kamar. Dikamar terlihat Renaldi tengah menggeliat asyik diataa tempat tidurnya
"Pagi Darling" Kata Renaldi kepada Mery yang duduk ditepi ranjang
__ADS_1
Mery tak menyahut ucapan Renaldi, dia cemberut sambil menyilangkan kakinya ditepi ranjang.