Kurelakan Kekasihku Demi Sahabatku

Kurelakan Kekasihku Demi Sahabatku
Episode 28


__ADS_3

"Mel, ayok masuk katanya mau ketemu dengan Risma" Teriak Renaldi yang sudah berdiri didepan pintu rumah tersebut.


Melda tak menyahut, lalu ia menunggu Renaldi mengetuk pintu. dan seorang wanita yang sangat Melda kenal keluar dari balik Pintu.


Dengan wajah yang kusam, daster yang sudah tak layak pakai. Rambut yang mungkin jarang disisir, sehingga membuat Melda tersayat hatinya.


"Ris, ini kamu" Tanya Melda seraya memegang lengan Risma yang kurus kering.


"I...ii..iya, masuklah" Kata risma mempersilahkan Melda masuk kedalam rumah.


Melda menatap Renaldi sejenak, lalu mengikuti Risma masuk kedalam rumah.


Mata Melda menyusuri semua ruangan yang ada didalam Rumahnya.


"Tak usah Repot-repot Ris, kami hanya sekedar menjengukmu" Kata Renaldi


"Tak apa, ini hanya sekedar minuman Pak. Mari diminum" Tawar Risma sambil menyuguhkan, 3 gelas kopi.


Melda meminum kopinya, melirik ke arah Risma yang tengah menunduk. Mungkin malu atau apa yang tengah ia fikirkan Melda tak tahu.


Perut Risma sudah terlihat besar, mungkin dia hamil sekitar 3 atau 4 bulanan. Daster yang dipakai sepertinya sudah tak layak untuk dipakai, miris sekali kehidupan risma sekarang.

__ADS_1


"Dimana suamimu?" Tanya Melda, sambil melihat ruang belakang yang memang tak ada seorangpun dirumah itu selain Risma.


"Dari pagi tadi dia keluar, entah kemana" Jawab Risma sambil menyeka air mata yang mau jatuh.


"Kamu sudah tinggal lama disini?" Tanya Melda lagi


"Ya, sudah 2 bulan" Jawab Risma


"Ohh.. berapa bulan kehamilanmu Ris" Tanya Melda sambil mengekus perut Risma.


"3 bulan Mel" Jawab Risma sedikit menunduk malu.


Melda hanya terdiam mendengar jawaban Risma, Renaldi yang sedari tadi memandangi Risma mungkin juga berfikir sedemikian Sama dengan Melda.


Risma lekas berdiri menghampiri suaminya, mengulurkan tangan untuk menyambut kepulangannya. Namun, agis mengehmpaskan Tangan Risma lalu masuk ke dalam.


Melda yang melihat sahabatnya itu semakjn tercabik-cabik batinnya, dia mengahmpiri Risma dan mengelus pundaknya.


"Kamu yang sabar, mungkin suamimu lelah bekerja" Kata Melda menghibur Risma


Risma hanya mengangguk, diruangan lain tampak Agis tengah kesal melihat kedatangan Renaldi bersama Melda. Terdengar dia membanting pintu kamarnya

__ADS_1


Risma mengahmpiri kedalam, dia terhenyak saat suaminya telah merubah ruangan Kamar menjadi kapal pecah.


"Mas, kenapa ada apa?" sembari memunguti pecahan kaca vas bunga yang berserakan dilantai.


"Pergi!!!" Teriak Agis sambil melototi Risma, seperti akan keluar matanya.


Rismapun keluar dengan tangisan yang pecah.


"Sebaiknya kalian pergi dari sini, aku tak ingin Suamiku semakin marah padaku" Pintanya kepada Melda dan Renaldi


Melda lalu mengajak Renaldi pulang, Risma menutup pintu rumahnya. Kembali masuk kedalam kamar


Dikamar dia melihat Suaminya seperti tengah kerasukan iblis, suara nafasnya yang ngos-ngosan membuat Risma bergidik takut untuk bertanya.


"Ma...Mas" Tanya Risma memberanikan diri.


"Kau tak apa-apa" Tanya Risma lagi.


Agis hanya menatapnya dengan mata merah, lalu dia tarik tangan Risma dia hempaskan tubuh risma diataa kasur.


Risma tersentak kaget, begitu sakitnya punggung risma dibanting dengan kejamnya oleh suaminya.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan" Teriak Risma sambil menekuk lengannya, kedalam dadanya.


Agis berniat ingin menyetubuhi Risma pagi itu.


__ADS_2