Kurelakan Kekasihku Demi Sahabatku

Kurelakan Kekasihku Demi Sahabatku
Episode 18


__ADS_3

Ke esokan harinya, Melda bangun pagi-pagi sekali. Dia ingin joging hari ini karena, sudah lama tak berolahraga rasanya oto-oto menjadi kaku.


"Buk, risma Joging dulu ya." Teriak Melda diluar kammar ibuknya karena, Ibuk risma masih tidur.


Kali ini Risma joging ditemani Nadin karena, Nadin lusa akan kembali ke Medan, Waktu izinnya sudah habis.


"Nad, bangun dong gue tunggu diluar ya sambil pemanasan." Panggil Melda


"Gue udah bangun Kak, bentar gue keluar masih pakek sepatu." Jawab Nadin sambil menalikan tali sepatunya.


Diluar Melda sudah melakukan pemanasan, disusul Adiknya mengikuti gerakannya.


"Yok kak.. Gue duluan ya." Ajak Nadin sambil mendahului Melda.


Melda akhirnya menyusul mereka berdua joging ditaman kota. Tapi, sialnya ditaman dia bertemu dengan Agis.


Melda pun menjauhi Agis supaya dia tidak melihatnya namun, anehnya mata Agis tetap melihat Melda berlari ke selatan.


"Mel..Melda Tunggu." Teriak Agis ke Melda.


Agis berlari menuju melda, meldapun menengok kebelakang. dia menghembuskan nafas kesal. Batinnya 'Sial, seharusnya aku tak bertemu dia tambah sakit batin gue hikz hikz hikz' Dalam hatinya menangis. Namun, Melda berusaha tegar melupakan masalahnya.


"Mel, kamu gak masuk kerja." Tanya Agis berbasa-basi

__ADS_1


"Aku ambil cuti 2hari." Jawab Melda singkat.


"Kenapa?". Tanya Agis lagi


"Istirahat." Jawabnya singkat. Dan berlalu pergi menyusul nadin yang sudah duluan.


Agis hanya memandangi punggung Melda yang berlalu pergi menjauhinya. dia masih menyimpan perasaan kepada Melda Tapi, terhalang emosinya.


Melda menghampiri Nadin, mengajaknya istirahat dibawah pohon Rindang sebelah barat Taman kota. Sambil menikmati cahaya matahari pagi yang menyegarkan.


"Bukannya tadi kakak ketemu Kak agis ya.?"


Tanya Nadin kepadanya.


"Gimana hubungan kalian." Tanya Nadin sambil melihat wajah kakaknya menunduk.


"Hubungan Apa? kakak hanya berteman saja". Jawab Melda ketus.


Nadin tak melanjutkan pertanyaannya, takut melukai hati kakaknya tersebut.


"Pulang yuk, udah siang." Ajak Melda kepada Nadin


"Oke." Jawab Nadin, lekas berdiri dan membersihkan celananya.

__ADS_1


Dirumah, ibuk melda Sudah menyiapkan makanan yang enak-enak kesukaan Nadin dan Melda. ibuknya keluar membuka pintu dan jendela agar, matahari pagi masuk kerumahnya.


Dari jauh tampak 2 orang perempuan cantik terlihat diterpa sinar mentari pagi. Melda dan Nadin berjalan menuju rumah, ibuknya Menyambut dengan senyum manisnya.


Terlihat wajahnya yang semakin menua, garis-garis halus dan lipatan dipipi dan bawah matanya. Membuat wajah itu semakin terlihat seperti umur 50thnan.


"ibuk, dah siapin makanan Cepet masuk dan segera bersihkan diri kalian." Perintah ibunya seraya pergi masuk kedalam rumah.


Melda dan Nadin cuma saling memandangi satu sama lain lalu, mereka berlari menuju kamar mandi.


Setelah selesai mandi, Mereka makan bersama dimeja makan.


"Enak banget Buk, masakannya." Ucap Nadin


"Tapi, sayang lusa Aku harus kembali ke medan." Tambahnya seraya memakan ikan goreng dipiringnya yang belum habis.


"Ceper banget sih Nad baliknya." Tanya Melda cemberut.


"Udah habis Kak izinnya. Kan kemaren aku cuma izin 1minggu, kalau izin 1bulan pasti dirumah terus soalnya setelah itu dikeluarin Hahah..." jawabnya kepada Kakaknya tadi sambil ketawa.


"Yasudah kalau Nadin lusa mau berangkat, pagi-pagi sekalai ibuk masakin yang enak lagi deh." Ucap ibunya


"Siyap Buk, kayak ini ya Buk. ini kesukaan aku banget." Jawab Nadin. sambil mengembangkan senyumnya

__ADS_1


__ADS_2