
Hari ini Risma dan Agis izin tidak masuk kerja. Melda sudah dihubungi Risma pagi tadi kalau dia tidak bisa menjemput Melda. Melda berfikir siang nanti waktu istirahat kantor dia menjenguk sahabatnya tersebut.
"Pak Re, kebetulan hari ini tidak ada pekerjaan dikantor. Apa saya boleh izin pulang saya mau menjenguk Risma." Katanya pelan-pelan kepada bosnya.
"Oke tidak masalah karena, tugasmu sudah selesai." Jawab Pak Re enteng saja.
Akhirnya Risma berlalu pergi, dan segera dia menghubungi ojek online. Sengaja Melda tak memberitahu Risma karena, ingin membuat kejutan untuk sahabatnya tersebut.
Tak lupa Melda mampir ke supermarket untuk membeli buah buat Risma, Dalam hati Melda bahagia dia ingin mengubur cintanya ke Agis dalam-dalam. Dia ingin bangkit mandiri dan tak ingin memikirkan laki-laki dulu.
Tak lama kemudian, Melda sampai dipelataran rumah Risma. Rumahnya sepi lampu-lampu belum dimatikan, terlihat tak ada orang dirumah itu.
Meldapun berani mengetuk pintu Rumah risma.
'Tok tok tok tok'
__ADS_1
"Assalamualaikum." Tak ada yang menyahut salamnya.
Melda kembali mengetuk pintu Risma. Namun, tak ada sahutan. Meldapun duduk diteras samping rumah.
Melihat kaca Kamar depan terbuka akhirnya, Melda mencoba berjalan ke arahnya. Fikirnya pasti Melda masih tidur jadi, dia tak mendengar pintunya diketuk.
Melda berjalan menuju Jendela, dia tersentak melihat Agis ada dikamarnya. Melda membungkam Mulutnya tak dia sadari dia menjatuhkan Buahnya Rismapun terhenyak, dia melihat Melda pergi.
Rismapun mengambil bajunya dan pergi mengejar Melda. Agis yang melihat Risma berlari keluar buru-buru dia kaget, dan cepat-cepat menyusul Risma. Agis memakai baju dan celananya dan segera berlari mengejar Risma.
Risma berlari mengejar Melda, Melda tau kalau dia dikejar Risma. dia mempercepar larinya agar Risma tak dapat mengejarnya. Namun, nasib tak seberuntung yang ia kira. Melda tersandung batu dijalan dia terjatuh, kakinya lecet menatap aspal.
Melda membersihkan kakinya yang terluka, disusul Agis dibelakang Risma. dengan nafas terengah-engah.
"Mel, lu gapapa." Tanya Agis yang baru datang, dengan nafaa yang belum terkontrol.
__ADS_1
Melda hanya mengangguk tanda tidak apa-apa.
Risma hanya berdiam melihat sahabatnya Mengelus-elus luka dilututnya, dia harus apa? dia bingung takut apa yang dilakukannya salah.
"Mel, maafin aku." Mengulurkan tangannya ke Melda.
Melda hanya memandangi tangan Risma, dalam hatinya berkata 'Haruskah aku memaafkan dan melupakan kejadian yang barusan aku tadi lihat'
Apalah daya seorang Melda yang sudah melepaskan Kekasihnya dimiliki oleh sahabatnya.
Akhirnya, Melda menjabat tangan Risma walaupun sakit hatinya yang melihat kejadian tadi tak bisa ia obati, Agis yang sedari tadi berdiri dibelakang Risma. Tertegun memandangi wajah Melda.
Melda, begitu kagetnya melihat Risma dan Agis berbuat hal yang menjijikan. Umpat Melda dalam hati begitu banyak, setega itukah sahabatnya, Merelakan Tubuhnya demi seorang pria yang ia sukai.
"Mel, itu semua tidak seperti yang...." Ucapan Risma terhenti karena terpotong oleh Melda.
__ADS_1
"Aku sudah mengerti, tak perlu kalian jelaskan. Baiklah kurasa tidak ada yang perlu dibicarakan. Aku pergi dulu Ris Gis(Menoleg ke Agis yang ada dibelakang Risma)." Lalu Melda beranjak pergi.
Risma dan Agis memandangi Melda mereka tertegu, perasaan Malu dan kecewa dengan apa yang sudah dilakukan, Bercampur aduk dalam pikiran mereka berdua.