Kurelakan Kekasihku Demi Sahabatku

Kurelakan Kekasihku Demi Sahabatku
Episode 62


__ADS_3

"Ren.... Aku dimana?" Kata wanita cantik yang terbujur dipembaringan rumah sakit


Renaldi yang masih tidur lalu mengangkat kepalanya yang begitu berat, dengan mata yang masih belum jelas penglihatannya diapun menguap "Huuuuuaaahhh.... Merry" matanyapun terbelalak melihat Merry sudah bangun melihat Renaldi tersenyum nakal "Tuhh liurmu membentuk kolam renang" canda Merry


"aku panggilkan dokter dulu..." Kata renaldi lalu berlari memanggil ridwan


"Rid...rid Merry sudah sadar ayoo cepetan kamu periksa bagaimana kondisinya" Teriak Renaldi sambil menarik lengan Ridwan yang masih memberikan reseb pada Suster jaga

__ADS_1


Ridwapun terpaksa berjalan mengikuti Renaldi yang begitu girang melihat kekasihnya terbangun dari komanya. Renaldi dan ridwan masuk kedalam ruangan Merry dirawat insentif


"Hallo nona, aku periksa bagaimana keadaanmu ya" Ridwan memeriksa detak jantung nadi dan menturuh suster untuk mencatat laporan juga obatnya.


"Re, kamu ikut aku keruangan" kata Ridwan sambil berjalan keluar


Didalam ruangan Ridwan menjelaskan dengan seksama skema kepala manusia dari sebuah gambar yang ditempel didinding ruangannya. "Jadi, kesimpulannya begini Re ada kanker yang disidap Merry itu lebih ganas daripada kanker biasanya. Dan untung dia masih bisa terbangun dari komanya kalau tidak mungkin dia sudah tiada sekarang" kata Ridwan "Jadi, hari ini juga kita harus berangkat ke cina untuk pengobatan yang lebih akurat dan kanker didalam otaknya harus dioperasi" tambahnya lagi

__ADS_1


"Oke rid, aku akan siyapkan semuanya" kata Renaldi mantap


"Baiklah akan kukabari temanku yang ada disana kalau hari ini kita meluncur kesana, kamu siyapkan semuanya termasuk do'a karena dahsyatnya do'a akan mengalahkan segalanya" kata Rodwan sambil menepuk bahu Renaldi


Serasa terbangun dari tidurnya, Renaldi begitu keluar dia sampai meneteskan air mata begitu naifnya dia selama ini. Dia tidak mengingat tuhannya mulai dia sudah jauh dari tuhannya akhirnya, Renaldi tersungkur di sudut pintu kamar rumah sakit mengingat kembali do'a-do'a yang pernah dibacakan neneknya waktu kecil dulu. Renaldi menangis sesenggukan 'kalau saja kau masih hidup Nek, pasti ada yang menuntunku ke jalan yang baik' gumamnya sendiri


lalu lekas berdiri menuju ruangan Merry untuk mengabarinya akan berangkat ke china hari ini juga.

__ADS_1


__ADS_2