
"Ren.... Aku dimana?" Kata wanita cantik yang terbujur dipembaringan rumah sakit
Renaldi yang masih tidur lalu mengangkat kepalanya yang begitu berat, dengan mata yang masih belum jelas penglihatannya diapun menguap "Huuuuuaaahhh.... Merry" matanyapun terbelalak melihat Merry sudah bangun melihat Renaldi tersenyum nakal "Tuhh liurmu membentuk kolam renang" canda Merry
"aku panggilkan dokter dulu..." Kata renaldi lalu berlari memanggil ridwan
"Rid...rid Merry sudah sadar ayoo cepetan kamu periksa bagaimana kondisinya" Teriak Renaldi sambil menarik lengan Ridwan yang masih memberikan reseb pada Suster jaga
__ADS_1
Ridwapun terpaksa berjalan mengikuti Renaldi yang begitu girang melihat kekasihnya terbangun dari komanya. Renaldi dan ridwan masuk kedalam ruangan Merry dirawat insentif
"Hallo nona, aku periksa bagaimana keadaanmu ya" Ridwan memeriksa detak jantung nadi dan menturuh suster untuk mencatat laporan juga obatnya.
"Re, kamu ikut aku keruangan" kata Ridwan sambil berjalan keluar
Didalam ruangan Ridwan menjelaskan dengan seksama skema kepala manusia dari sebuah gambar yang ditempel didinding ruangannya. "Jadi, kesimpulannya begini Re ada kanker yang disidap Merry itu lebih ganas daripada kanker biasanya. Dan untung dia masih bisa terbangun dari komanya kalau tidak mungkin dia sudah tiada sekarang" kata Ridwan "Jadi, hari ini juga kita harus berangkat ke cina untuk pengobatan yang lebih akurat dan kanker didalam otaknya harus dioperasi" tambahnya lagi
__ADS_1
"Oke rid, aku akan siyapkan semuanya" kata Renaldi mantap
"Baiklah akan kukabari temanku yang ada disana kalau hari ini kita meluncur kesana, kamu siyapkan semuanya termasuk do'a karena dahsyatnya do'a akan mengalahkan segalanya" kata Rodwan sambil menepuk bahu Renaldi
Serasa terbangun dari tidurnya, Renaldi begitu keluar dia sampai meneteskan air mata begitu naifnya dia selama ini. Dia tidak mengingat tuhannya mulai dia sudah jauh dari tuhannya akhirnya, Renaldi tersungkur di sudut pintu kamar rumah sakit mengingat kembali do'a-do'a yang pernah dibacakan neneknya waktu kecil dulu. Renaldi menangis sesenggukan 'kalau saja kau masih hidup Nek, pasti ada yang menuntunku ke jalan yang baik' gumamnya sendiri
lalu lekas berdiri menuju ruangan Merry untuk mengabarinya akan berangkat ke china hari ini juga.
__ADS_1