
Dirumah tengah Agis mencari-cari Risma, dia keluar masuk kamar tapi Risma tak kunjung dia temui.
"Kemana si Risma ini, Huh!!" Mendengus kesal
Lalu iapun kembali duduk didepan rumah, menunggui Risma mungkin akan pulang.
Tak lama kemudian, Risma pulang dengan wajah lusuh dia melihat suaminya sedang duduk diteras.
"Dari mana saja?" Tanya Agis sambil melihati Risma dengan mata Jeli.
"Jalan-jalan mas, kata bidan aku disuruh banyak bergerak supaya nanti lahirannya normal" Jawabnya berbohong, terpaksa ia membohongi Agis takut nanti dia marah.
"Bagus itu, karena ibu hamil memang harus banyak gerak. Aku tidak mau kalau lahiran nanti kamu menyusahkanku" Kata Agis seraya mematikan putung rokok didalam asbak.
"Iya Mas" Jawab Risma berlalu pergi masuk kedapur untuk memasak.
Risma tengah menyiapkan makanan untuk Agis, tiba-tiba Agis masuk kedalam mendekatinya.
"Kapan kau kembali periksa?" Tanya Agis kepadanya, sebenarnya iba juga melihat keadaan istrinya. Tapi, sifat egoisnya muncul kembali.
__ADS_1
"Lusa mas, tapi aku belum punya uang kurasa tidak usah periksa dulu" Jawab Risma sambil menyelesaikan memotong kacang panjang yang akan ia masak.
"Ini untuk kau periksa, dan lainnya kau simpan saja. Buat keperluan kau lahiran Nanti" Kata agis sambil memberikan selembar uang 100ribuan berjumlah 5 lembar.
Risma tersenyum menerimanya, dia tampak senang mendengar ucapa Agis. Semoga hati Agis cepat terketuk dan terbuka untuk mencintai Risma.
"Mas, Bulan depan Melda menikah dan kita diundang dipernikahannya" Kata Risma sambil memasukkan sayuran kedalam panci.
"Dengan siapa dia menikah?" Tanya Agis dia sangat tidak suka jika ada yang menyebut nama Melda, rasanya seperti mengugah luka lama.
"Dengan Pak Renaldi" Jawab Risma santai
Agispun berlalu pergi dia mengunci kamarnya, menatap kejam foto Melda yang sengaja ia simpan dibawah karpet kamarnya tersebut.
Risma menyiapkan Makanan diatas meja, lalu pergi membersihkan dirinya. Setelah selesai membersihkan diri, risma bermaksud untuk memanggil suaminya.
'Tok tok tok'
Suara ketukan pintu Risma, tapi Agis tak menjawab. Dia masih enggan untuk membuka pintu
__ADS_1
" Mas, ayo makan sudah aku siapkan" Kata Risma
"Kau duluan saja, aku belum lapar" Jawab Agis lemah
"Kau sakit Mas?" Tanya Risma lagi.
Akhirnya, Agis keluar sebelum itu dia menyobek-nyobek foto Melda menjadi 5 bagian. Lalu membakarnya bersama kenangan yang pernah ia lakukan bersama Melda.
'Kreeekkkkkkkkk...'
Suara pintu dibuka, Agis tersenyum melihat istrinya. Baru kali ini Risma melihat Suaminya tersenyum kepadanya, karena selama ini dia hanya melihat keangkuhan diwajah Agis.
"Kamu masak apa?" Tanya Agis sambil merangkul Risma berjalan menuju meja makan.
"Kesukaan Mas, sayur asam lauk tempe sama Ikan asin" Kata Risma tersenyum puas.
Agia dan Rismapun makan bersama, Risma begitu senangnya hari ini. Karena, tak ada ucapan dengki dari mulut Agis untuknya tak ada tamparan, tak ada suara teriakan atau apalah yang biasa Agis lakukan kepadanya.
Risma berdo'a semoga, ini menjadi awal yang baik untuk rumah tangganya. Sembari menunggu kehadiran anak pertamanya.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan makannya, Agis berniat untuk menemui pak joko atau Atasannya. hari ini dia tidak jadi libur tapi, dia mengambil kerja setengah hari saja.