Kurelakan Kekasihku Demi Sahabatku

Kurelakan Kekasihku Demi Sahabatku
Episode 38


__ADS_3

Agispun keluar dari Ruangan dokter dia menemui Orang tua Risma, dan memberitahu keadaan risma sekarang.


"Risma harus dioperasi Pah Mah, sekarang saya akan membayar biaya administrasi agar Risma cepat ditangani" Kata Agis dengan Mata merah menahan Tangisnya


"Lalu, bukankah tabungan kalian banyak" jawab Mama Risma


"Saya tahu, jika tabungan kami tidak cukup, saya minta tolong Mama dan Papa kembalikan Uang yang telah kami kirim untuk biaya hidup kalian" Kata Agis mantap.


Orang Tua Risma saling berpandangan, mereka bingung dengan apa dia mengembalikan uang menantunya. Tidak mungkin kalau dia menjual rumahnya karena, itu harta yang tersisa.


Agispun pergi meninggalkan Orang tua Risma, yang tercengang mendengar kata Agis yang begitu berani menagih uang yang sudah buat makan mereka.


"Pah, bagaimanapun itu rumah gak boleh dijual" dengus mama Risma seraya pergi kearah ruang tunggu.


Agis yang sudah kembali dari ruang administrasi melihat kedua mertuanya, tampak biasa saja melihat musibah anaknya. Membuat Agis menjadi benci dengannya.

__ADS_1


Dokter bersiyap membawa Risma ke ruang operasi, Agis yang melihat istrinya dibawa dari Ruang UGD ke ruang Operasi tampak sedih dia mengelus wajah istrinya yang belum sadarkan diri.


'Terasa sesak hati ini Ris, kamu istriku aku tak pernah mengakuimu, tak pernah mendengar keluh kesahmu' Batin Agis memaki dirinya sendiri.


"Pak, yang tabah doakan saja semoga operasinya berjalan dengan lancar ibu dan anak bisa selamat" Kata Dokter kepada Agis yang tengah bersedih.


Rismapun dibawa masuk ke ruang operasi, didalam ruangan Ada 5 dokter yang menanganinya, dia di bius supaya tak merasakan sakit saat operasi berjalan.


Memang Risma baru hamil, 8,5 bulan tapi bayinya tetap harus di lahirkan, Dokter mulai melakukan operasinya.


3 jam berlalu, ruang operasi belum juga dibuka oleh dokter. Ada satu Dokter yang keluar entah apa yang dia bawa, Agis melihat dokter itu namun, tak berani menyapa.


Sampai akhirnya, Ruang operasi dibuka Risma dibawa ke ruang perawatan tapi dia tak melihat bayinya, dimana bayi agis? Apa tidak bisa ditolong? Agis mengernyitkan dahinya dia memberanikan diri bertanya kepada perawat yang keluar belakangan sendiri.


"Suster, a-Apa anak saya tidak tertolong?" Kata Agis gagap

__ADS_1


"Bayinya diruangan ingkubator pak, karena kurangnya umur jadi harus dirawat diruangan khusus" Kata suster itu sembari pergi


Agis tersungkur tak sadar air matanya menetes perlahan diujung pelupuk matanya, entah dia menangisi apa yang pernah dilakukannya pada Risma ataukah menangis bahagia karena, sekarang dia sudah menjadi seorang ayah.


Diapun menemui Risma yang sudah ada diruang perawatan, menunggui sadarnya Risma dan duduk disamping ranjang Risma.


Agis memandangi wajah Risma, melihat dari ujung rambut hingga ujung kakinya. Dia merasa bersalah selama ini tidak membahagiakan istrinya, hingga tubuhnya kurus kering dan wajahnya yang dirasa sudah lama tak pernah terawat.


ia belai wajah istrinya tersebut, menyilangkan helai rambutnya Akhirnya, Risma tersadar dia melihat Agis ada disampingnya.


"Mas, aku dimana... Dan...dan kenapa perutku Aww..."Rintih Risma meringis kesakitan


"Tidurlah, jangan banyak bergerak kau habis operasi. Anak kita sedang dalam perawatan dokter tenanglah!!" Kata Agis membaringkan Risma.


Risma tak sanggup menatap wajah suaminya, terbersit dalam hatinya rasa benci atas apa yang pernah dilakukannya pada dirinya.

__ADS_1


__ADS_2