
Ke esokan harinya, Agis dan Risma berpamitan denga Orang tua Agis.
"Pak buk, Agis pamit agis udah dapat kontrakan." Pamit agis kepada Bapak ibuknya yang sedang duduk diteras depan.
Risma yang membuntuti Agis tak memyahut apapun, dia menurut saja pada Agis.
"Kalian bawa barang seperlunya, Mobil itu kan uang Bapak setengahnya. Nanti, kalau kamu udah punya uang Kamu ganti gak papa." Kata bapaknya sambil membaca koran.
Agis hanya mendengus kesal, dia tak mengira sekarang hidupnya sesusah ini. Agis lekas bersalaman kepada Bapak ibuknya lalu pergi membawa koper. Risma tetap mengikuti dibelakang dan masuk kedalam mobil.
"Mas, kita ngontrak dimana." Tanya Risma pada Agis.
"Dikontrakan punyanya temen aku, udah lah kamu gak usah pikirin. Sekarang kamu tanggung jawabku ris." Jawab Agis sambil celingak-celinguk melihat dari dalam kaca mobil.
Sampailah dipelataran rumah yang cukup lumayan bagus, sederhana dan dekat dengan Toko-toko kelontong.
"Tempatnya ini Mas." Tanya Risma lagi
__ADS_1
"Iya, tapi aku hubungi dulu temen aku bener ini apa tidak, soalnya alamatmya ini cuman belum jelas." Jawab Agis sambil menghubungi temannya tersebut.
Tak berapa lama kemudian, temen Agis datang menghampiri Agis dan Risma yang sedang istirahat dibawah pohon rindang depan rumah tersebut.
"Eh ,brother sory lama nunggu." Kata sesorang dari arah belakang Mobil.
"Gak masalah Bro, lagian gue juga baru nyampek kok." Jawab Agis
Risma dan Agispun turun mengikuti temen Agis tadi masuk kedalam rumah tersebut, Risma memandangi sekeliling rumah itu. banyak pepohonan yang rindang disamping rumah dan depan rumah, dia juga melihat disebelah rumah itu ada penghuninya juga.
"Lo kalau mau tempatin selama mungkin gak apa-apa bro, lagian rumah ini bekas rumah orang tua gue." Kata temen Agis tersebut
"Kebetulan gue kan udah punya rumah, orang tua gue. Gue ajak tinggal bareng sama gue dan bini gue bro orang tua tinggal satu-satunya Hahhh.." Jawab Bari temen Agis dengan tawanya yang khas.
"Mas, rumahnya juga bagus kok. Gak buruk-buruk amat." Kata Risma sambil berbisik.
"Hmmm.." Agia tak menjawab perkataan Risma.
__ADS_1
Setelah selesai memperlihatkan sekeliling rumah, Bari berniat untuk berpamitan dengan Agis dan istrinya.
"Eh, Bar makasih loh ya udah beri tempat tinggal gue." Kata Agis sambil memberikan segepok uang, untuk uang muka rumah itu.
"Oke gak masalah Bro, gue juga makasih dan pamit dulu nanti bini gue nyariin lagi." jawab Bari sembari pergi meninggalkan rumah itu.
Sekarang dirumah itu tinggal Risma dan Agis, Risma yang sudah masuk ke kamar dia membersihkan temoat tidurnya. Mengganti spreinya, menyapu lantai dan membuka gorden jendela.
Tampaknya rumah itu lama sekali tidak ada yang tempatin, sampai gordennya saja berdebu.
"Uhuk...uhuk...uhuk..." Risma batuk-batuk setelah menyengkap gorden tersebut.
Agis yang mendengarnya langsung bergegas pergi ke kamar.
"Hey, kamu kenapa? biar aku saja Ris." Sambil memegang bahu Risma mwnyuruhnya untuk menepi diatas ranjang.
Akhirnya, Agis melanjutkan membersihkan kamar. Agis meletakkan foto ijab qobulnya diatas meja sebelah ranjang.
__ADS_1
Mengganti gordennya, supaya suasana dalam kamar menjadi nyaman. Risma yang sedari tadi melihat Agis keluar masuk dari kamar ke ruang tamu membuatnya ketawa kecil, Rismapun ikut membantu Agis sebisanya.