
Hari ini adalah 3 hari Risma mengalami koma, pasca melahirka putrinya. Agis yang pulang pergi dari rumah sakit ke rumahnya untuk menunggui istrinya tersebut, dia merasa bersalah dengan semua ini.
Malam itu, waktunya Agis menjaga Risma Pak prapto dan Bu Sari bergantia untuk pulang.
Agis tidur dikursi dengan Kepala ia tempelkan ditangan Risma, dia meneteskan air mata sehingga membuat tangan Risma tiba tiba bergerak.
Tak lama mata Risma terbuka, dia mrlihat Agis tengah tidur diatas tangannya dua menerawang keseluruh sudut ruangan kamarnya dengan mata kabur.
Tiba tiba mulutnya terbuka memanggil suaminya itu dengan suara serak dan berat. "M....mas..." Risma mencoba menggerakkan tangan yang satunya untuk membangunkan Agis, dia berusaha sekuat tenaga hingga pada akhirnya Agis terbangun sebelum tangan Risma menyentuh kepalanya.
"Hey kamu sudah sadar, jangan bergerak aku panggilkan dokter" Kata Agis berbinar lalu beranjak pergi memanggil dokter.
Ria hanya melihati Agis dengan senyum kakunya, dia berfikir sudah berapa lama dia terbaring diatas ranjang rumah sakit itu, sampai sampai tulangnya untuk digerakkan bagaikan kayu yang mau patah.
"Aww...." Teriaknya meringis sakit saat ingin mencoba duduk
__ADS_1
Agis yang melihat istrinya akan duduk langaung membantunya. "Pelan pelan, kamu sudah 4hari tak sadarkan diri" Kata agis sambil membantu Risma untuk duduk
Tiba tiba dokter datang dia memeriksa kondisi Risma, suster mencabut selang dalam hidungnya dan membawa peralatan medis yang lainnya keluar.
"Suster bisa kita pindahkan diruang perawatan sekarang" Kata dokter vita
"Baik, Dok" Jawab susternya
Lalu dokter vita keluar dengan tersenyum melihat Agis, Agis cepat cepat menemui Risma yang sudah dipindahkan di Ruang perawatan.
Risma hanya menggeleng, rasanya berat menjawab pertanyaan Agis mengingat apa yang telah dia lakukan selama ini.
Wajah risma terlihat pucat, badannya kurus kering karena sudah sekitar 3minggu dirawat di rumah sakit dan koma.
"Bagaimana keadaan anakku, aku belum melihatnya apa dia hidup?" Tanya Risma pada Agis yang disampingnya.
__ADS_1
"Dia dirawat diruangan bayi Ris, karena kurangnya umur" Jawab Agis
"Lalu, bagaimana kau membayar semuanya?" Tanya Risma sontak kaget mendengar anaknya dirawat.
"Aku terpaksa menagih uangku yang pernah kukirimkan pada orang tuamu karena, sekarang keluargaku lebih butuh" Jawabnya seraya melepas genggaman tangannya pada risma.
Agis berniat untuk keluar karena, dirasa Risma seperti tak membutuhkan kehadirannnya, dia ingin mencari udara diluar ruangan rumah sakit namun, dengan cepatnya tangan Risma meraih tangan Agis. Agis menoleh melihat Risma menghentikan langkahnya
"Mas, aku mencintaimu" Kata Risma dengan bibir bergetar, memang sudah lama Risma memendam rasa itu pada Agis.
Meskipun mereka sudah lama menikah tapi, kata kata cinta tak pernah atau bahkan tak akan pernah terucap, Namun kali ini Risma benar benar telah jatuh cinta pada Agis untuk yang kedua kalinya, Risma melihat ada ketulusan dimata Agis untuknya segingga, membuat Risma mengungkapkan isi hatinya.
Agis segera memeluk tubuh istrinya dengan kasih sayang, dia akan mencoba menggeser peran Melda dihatinya selama ini dengan digantikan Risma sekarang karena, Risma adalah istrinya ibu dari anaknya nanti, jika dia tetap mencintai wanita lain bagaimana nasib rumah tangga dan anaknya.
"Aku akan belajare mencintaimu, Ris" Kata Agis sambil mengelus rambut Risma, dia memandang langit langit Kamar rumah sakit. Menahan air matanya yang akan jatuh.
__ADS_1
Momen ini tak akan terlupakan karena, Risma telah menunggu lama untuk Agis membuka hati kepadanya Risma begitu bahagia mendengar jawaban Agis, dia terharu sampau menitikan air mata bahagia.