
Disisi lain, Renaldi tengah sibuk dengan pekerjaan kantornya. Melda juga kewalahan mengecek berka-berkas penting yang akan diseminarkan besok.
Renaldi besok akan mengadakan seminar, untuk mendomplang popularitas perusahaan. Sejak 2thn terakhir ini keuangan kantor naik drastis. Itu semua berkat kegigihan Renaldi dan juga bantuan Melda yang selalu bekerja dengan semaksimal mungkin.
Tepak jam 3 sore Melda baru bisa beristirahat, dia pergi ke ruangan Renaldi.
"Tenang saja aku sudah menyelesaikan tugasku"
"Baiklah, aku tunggu bulan depan kau harus tepati janjimu"
"Baik sayang, aku akan tepati janjiku padamu"
Renaldi mengakhiri pembicaraannya, entah siapa yang diajak dia ngobrol tadi. Melda mendengar setengah percakapan itu
"Mel, kamu sudah lama berdiri disitu" Tanya Renaldi gugup
"Enggak, aku hanya ingin mengajakmu makan siang. Hari ini kan kamu banyak pekerjaan jadi, tak sempat makan siang pastinya" Jawab Melda.
__ADS_1
"Oh, iya aku sampai lupa kalau belum makan siang. Baiklah ayo" kata Renaldi berjalan mendahului Melda menuju Kantin kantor.
Melda masih memikirkan hal yang sempat dia dengar tadi, siapa yang tengah Renaldi hubungi kenapa dia memanggilnya sayang. Apa Renaldi punya simpanan
Melda memberanikan diri untuk bertanya pada Renaldi.
"Mas apa aku boleh tau siapa yang tadi menghubungimu" Tanya Melda
Renaldi sempat terkejut dengan pertanyaan Melda, lalu dia membenahi duduknya dan menjawab pertanyaannya.
"Eghm... Tadi Mamaku, dia ada diluar negeri. Aku kabari karena bulan depan bukankah kita akan menikah" Kata Renaldi sambil melanjutkan makannya.
Setelah selesai makan, Melda bermaksud untuk izin pulang. Karena tugasnya sudah selesai, Tapi Renaldi mengajaknya untuk viting baju dan persiapan foto preeweding lusa ini.
"Secepat inikah Mas, aku kan baru mengenalmu" Kata Melda, entah apa yang dia fikirkan. Kemaren dia sangat senang mendengar bahwa bulan depan dia akan menikah. Tapi hari ini dia mengelak karena, belum mengenal Renaldi lebih jauh.
"Hey, bukankah kamu kemaren terluhat bahagia" kata Renaldi.
__ADS_1
"I...i..iya Mas, sudahlah lupakan kata-kataku tadi" Jawab Risma mengalah.
Akhirnya, mereka berangkat menuju butik yang terkenal dikota ini, Renaldi melajukan mobilnya dengan cepat takut kalau butiknya akan tutup.
Sampainya di Butik, Renaldi mempersilahkan Melda memilih Gaun pengantin yang paling bagus dan mewah. Karena, Renaldi tak ingin pestanya menjadi buruk.
"Kamu pilih kebaya yang kamu sukai, tapi ingat pilih yang glamour dan terkesan Mewah untuk kamu pakai dimalam pernikahan kita Nanti" Kata Renaldi
"Iya Mas" Jawab Melda sambil mengangguk, lalu mengikuti pegawai butik untuk memilih baju.
Renaldi menunggu Melda diruang tunggu sebelah meja kasir, matanya menerawang jauh ke wanita cantik yang tengah memakai gaun pesta warna merah Merona, Renaldi tepat memilih Melda menjadi istrinya, tidak hanya cantik dia juga wanita cerdas.
"Bagaimana, kau menyukai warnanya atau tidak?" Tanya Melda kepada Renaldi.
Renaldi masih memandang lekat kearah Melda, "Kau begitu Cantik sayang, tak salah aku memilihmu jadi istriku" Kata Renaldi.
Membuat Melda tersiou malu, sampai pegawai butik tersenyum mendengar ucapan Renaldi. "Apa ada warna putih saja, karena menurutku merah terlalu mencolok" Kata Renaldi sambil menekan dagunya dengan jarinya.
__ADS_1
"Ada Pak sebentar saya Ambilkan" Kata pegawai tersebut, Melda mengikuti pegawai tadi. Untuk mencoba gaun yang bewarna putih