
Hari ini Melda dan Renaldi tengah memilih baju untuk pernikahannya yang akan dilaksanakan dua hari lagi, Merry yang sedari tadi mengikuti Renaldi tampak cemberut melihat kemesraan yang dipamerkan didepan matanya.
"Aku ingin keluar saja, disini panas" Kata Merry sambil berlalu pergi tanpa menghiraukan pandangan Renaldi padanya.
Renaldi hanya menanggapi dengan menggeleng saja, dia sudah tak perduli dengan Merry entah kenapa dia lebih perduli dengan pernikahannya denga Melda yang sudah didepan mata.
Setelah lama memilih gaun yang cocok untuk dirinya, Melda mencobanya dengan dibantu karyawan Butik tersebut dan saat keluar dari ruang ganti begitu terkejutnya Renaldi melihat Melda begitu cantik, jantungnya kembali berdegub dengan kencangnya.
Renaldi tidak tahu perasaan apa yang sedang dia miliki pada Melda sejatinya, dia hanya mencintai Merry selama ini meskipun orang tuanya membenci Merry.
"Bagaimana mas, apa kau menyukai gaunku?" Tanya Melda sambil memutar roknya yang lebar
Renaldi terpaku memandangi Melda yang seperti princess disiang bolong, dia takjub dengan kecantikan alami yang dimiliki Melda.
"Kau....kau begitu cantik" jawaban Renaldi dengan terbata
__ADS_1
"Mbak... kau bungkus gaun ini untuk calon istriku" Kata Renaldi kepada Pegawai butik.
Pegawai tadi langsung membawa Melda berganti lagi, lalu membungkus gaun yang dipakai melda.
'Dasar wanita murahan' gumam Merry sambil menendang Sebuah botol bekas yang ada didepannya
Renaldi yang keluar dari butik, melihat Merry begitu kesal sekali kepadanya nampak tersenyum nakal, dia sengaja tidak bertanya apa apa pada Merry daripada menambah panas suasana nanti.
"Kita makan dulu" Kata Renaldi dingin
Renaldi melajukan mobilnya ke Restoran yang jaraknya kurang lebih 1kilo dari butik, restoran terkenal yang dia datangi bersama Merry waktu itu.
Merry melotot melihat restoran itu dia kira restoran tempatnya makan kemaren akan menjadi temoat spesial untuknya dan Renaldi tapi, Merry salah Renaldi tak membuatkannya spesial sejak kehadiran Melda dihidupnya.
"aku tak lapar" Kata Merry dengan wajah kusut tertutup rambut dan matanya yang memandang keluar kaca mobil.
__ADS_1
"Aku tak memaksamu" Jawab Renaldi tak perduli dengan ucapan Merry.
Merry kecewa dengan jawaban Renaldi, dia mengira akan membujuknya kalau dia tak ingin makan ternyata, Merry salah.
Akhirnya, Merry tetap turun dari mobil setelah lama berfikir dengan perubahan sikap Renaldi kepadanya selama 3hari ini.
"Kau mau makan apa Mer? Tanya Melda pada Merry yang duduk disebelahnya.
"Terserah kalian saja, aku ngikut" Jawabnya sedikit ketus.
Melda hanya mengangguk pelan, dia tahu mungkin Merry lelah karena, ikut viting baju seharian memang, Melda belum tau siapa Merry yang sebenarnya yang ia tahu hanyalah setengah dari cerita yang dibuat buat oleh Renaldi.
Akhirnya, mereka bertiga memilih makanan yang soft, Melda memilih makan ice krim bombolin karena, memang suasana hari ini tampak panas sekali tidak seperti biasanya, suasana makan siang yang sungguh hening hanya suara sendok yang beradu dengan mangkuk ice krim
Setelah selesai makan siang. Renaldi bergegas mengantar Melda, Merry nampak tidak senang melihat kejadian-kejadian hari ini sampai Renaldi tak perduli dengannya lagi, didalam mobil Merry yang duduk dikursi belakang lebih fokus bermain handponennya, dia tak perduli dengan objek yang dibicarakan Renaldi dan Melda.
__ADS_1