
Lalu Melda keluar memakai gaun yang bewarna putih, terlihat anggun dan cantik. Renaldi manggut-manggut menyukai gaun yang kedua pas dengan kulit putih Melda.
"Mas, suka?" Tanya Renaldi
"Good, aku menyukainya" Jawab Renaldi lalu berdiri mendekati Melda.
Renaldi memegang kedua lengan Melda, mencium tangannya. Pegawai butik itupun lalh pergi karena, malu melihat kemesraan yang sedang dipertontonkan oleh pelanggannya ini.
"Maaf, Mas ini tempat umum" Kata melda sambil mengundurkan tangannya.
"Ya, baiklah Mbak.... Bungkus gaun yang dipakai calon pengantinku ini" Teriak Renaldi memanggil pegawai butik.
Lalu pegawai butik itu keluar dan membungkus gaun tersebut cantik. Besok Renaldi mengizinkan Melda untuk tidak masuk kantor, karena lusa mereka akan melakukan foto preeweding.
"Besok kamu libur saja, Mel istirahat dirumah karena, lusa kita aka foto preewed" Kata Renaldi sambil menyetir mobilnya.
"Iya, Mas" Jawab Melda pasrah
Tiba-tiba hp Renaldi berbunyi, dia hanya melirik layar hpnya saja. Dan mematikannya
"Siapa Mas, kok nggak kamu angkat?" Tanya Melda
"Paling-paling, pegawai preewed nanti sayang" Jawab Renaldi sambil fokus menyetir
__ADS_1
Melda hanya mengangkat bahunya saja, Renaldi selamat untuk hari ini. Karena, Melda percaya dengan kata-katanya
Sampainya dipelataran rumah Melda, Renaldi lekas turun membukakan pintu mobil dan Meldapun turun.
"Mas, nggak mampir dulu?" Tawar Melda
"Tidak, aku hari ini ada meeting dengan klien" Jawabnya seraya menutup pintu mobil
"benarkah? bukankah Mas tadi bilang akan langsung pulang" Tanya Melda menyelidik
"Emmm... oh iya, aku lupa sayang kemaren aku ada janji sama klien dari malaysa katanya kesini" Jawab Renaldi gelagapan.
'Ampun deh, wanita satu ini cerdik sekali rupanya' Batin Renaldi seraya masuk kedalam mobil lekas memakai sabuk pengaman.
"Da...." Seru melda dari teras melambaikan tangan.
Renaldi mengemudikan lagi mobilnya dengan cepat, menuju Cafe Food Cofee karena dia sudah ditunggu oleh seseorang.
Setelah Renaldi sampai di cafe tersebut dia memarkirkan mobilnya dibawah pohon, dan segera bergegas menuju tempat yang sudah dipesan seseorang.
"Hay..." Teriak wanita dari kejauhan saat melihat Renaldi masuk
Renaldi langsung menghampiri wanita tersebut, mencium pipi kanan dan kiri wanita itu.
__ADS_1
"Sorry honey, i was still delivering Melda home (Maaf sayang tadi aku masih nganterin Melda untuk pulang)" Kata Renaldi dengan bahasa asing
"Okey, tidak masalah" Jawab wanita itu
"Bagaimana dengan wanita yang akan kau nikahi bulan depan sayang" Tanya wanita tersebut, sambil memutar-mutar sedotan di dalam gelas jusnya.
"Beres..." Kata renaldi seraya mencubit dagu wanita tersebut.
Wanita itu adalah kekasih Renaldi yang tengah mengikuti study di amerika, dia kekasih Renaldi yang sudah sejak lama ingin menikah dengannya. Namun, sayang nasib buruk menimpa Mery dia sudah divonis dokter mandul.
Sejak dia ketergantungan Rokok dan obat-obatan terlarang membuat kandungannya tidak dapat subur, Mery adalah korban kejahatan orang tuanya.
Orang tua Mery dulu seorang yang kaya, bisnisnya berkembang pesat dibelanda dan amerika. Namun, sayangnya Ayah Mery menikahi wanita belanda yang mempunyai 2 anak laki-laki.
Ibu Mery meninggal setelah mengetahui ayahnya Mery menikah di belanda, waktu itu Mery masih berumur 10thn dia dibaaa ayahnya tinggal dibelanda.
Gadis cantik nan mungil itu mendapat siksaan disana, ibu tirinya kejam kakak tirinya tega mencabuli dirinya. Sampai Mery terjerumus kedalam dunia gelap, dia penyabu hebat dan perokok klasik kelas kakap.
Mery mulai berarti didunia dan mengenal hidup saat bertemu Renaldi di belanda waktu itu, Mery dibawa ke Amerika diberi temoat tinggal. Disekolahkan semua biaya yang menangung hidup Mery adalah Renaldi.
____________________________________________________________________________________________
**CAST PEMERAN:
__ADS_1
*MERRY***