Kurelakan Kekasihku Demi Sahabatku

Kurelakan Kekasihku Demi Sahabatku
Episode 57


__ADS_3

Lain halnya dengan Renaldi yang dari seminggu belum masuk kantor, karena menunggui Merry sedang koma dirumah sakit.


Flasback on


Malam itu, Merry dan Renaldi tengah selesai melakukan hubungan intim dengan nafas yang masih belum teratur Merry beranjak ke kamar mandi untuk mandi karena, keringat mengucur deras habis olahraga malam. Tiba-tiba saat berdiri kepalanya pusing "Baby, kepalaku pening aw... sakit" katanya sambil berdandar ditembok


"Kenapa sayang, itu hidungmu keluar darah? kita kerumah sakit saja aku akan menggendongmu" Renaldipun memakaikan piyamanya lalu membopong tubuh Merry yang dirasa semakin enteng saja.


"Bertahanlah, kita akan kerumah sakit" Renaldi begitu gugup


Merry hanya mendengar ucapan Renaldi tanpa menjawabnya, karena menahan sakit yang luar biasa dikepalanya sangat nyeri sampai-sampai Merry tidak membuka matanya.


Ditengah-tengah perjalanan, Merry sudah tidak sadarkan diri Renaldi belum mengetahui itu karena dia fokus menyetir mobil sampai dipelataran rumah sakit dia menggoyangkan badan Merry namun, dia sudah lemas dan tak berdaya Renaldipun keluar mobil memanggil suster dan satpam yang sedang bertugas jaga malam.


"Pak....pak tolong saya... suster tolong pak panggilkan suster!!!" Teriak Renaldi begitu antusias

__ADS_1


dua orang suster berlari dengan membawa sebuah kursi roda, Renaldi lalu memindahkan Merry duduk dikursi tersebut suster lain membantu membersihkan darah dihidungnya lalu, memberikannya infus dan oxigen.


Renaldi tidak tega melihat Merry yang tidak berdaya saat dibawa masuk kedalam UGD dan disusul dokter Ridwan kenalannya, setelah begitu lama menunggu dengan mondar-mandir tidak karuan akhirnya, yang ditunggu keluar "Bagaimana Rid, ada apa dengan Merry? apakah penyakitnya sudah parah? Bagaimana!!!! Teriak Renaldi membuat semua penunggu pasien diruang tunggu melihat kearahnya.


"Tenanglah Re, mari ikut aku keruangan" Kata dokter Ridwan mencoba menenangkan Renaldi dengan mengajaknya bicara diruangannya.


setelah masuk kedalam ruangan yang bercatkan putih itu, disana bau seperti obat-obatan begitu sangat menyengat. Renaldipun duduk menatap dokter Ridwan yang sedang membuka komputernya.


"Begini Re, Ehm... penyakit Merry sudah stadium empat dan kita perlu melakukan penanganan yang lebih akurat. Dan disini alat-alat yang disediakan tidaklah cukup untuk menangani Merry" kata Dokter Ridwan menjelaskan


"Lakukan yang terbaik untuknya Rid, aku percaya padamu semua biaya biar aku yang mengurus" kata Renaldi mantap


"baiklah, kita tunggu satu minggu untuk kujadwalkan segala macam perlengkapan yang harus kita bawa ke Cina disana alat-alat begitu lengkap dan selain itu aku punya teman dokter juga disana jadi kita akan mudah untuk membawa Merry berobat kesana" kata Ridwan menenangkan


Renaldi hanya mengangguk pertanda setuju dengan segala macam rencana Dokter ridwan.

__ADS_1


Flasback off


"Re, dalam satu minggu ini kesehatan Merry semakin buruk dan ini membuat langkah kita untuk membawanya ke cina semakin terkendala juga" kata Dokter ridwan begitu khawatir haruskah dia menyerah sia-sia untuk pasiennya kali ini.


Renaldi yang duduk tertunduk lalu memandang wajah Dokter ridwan yang teduh berusaha mendapat jawaban yang pasti untuk kisah cintanya kali ini, munginkah Merry tidak bisa diselamatkan maksudnya. "Aku juga sudah berusaha Re" Tambahnya lagi semakin murung dan letih


Renaldi yang melihat sahabatnya yang begitu pasrah membuat hatinya semakin tercabik, diapun beranjak lalu masuk kedalam Ruangan Merry memeluk tubuh kekasihnya yang berbalutkan baju pasien Rumah sakit, dengan berbagai macam alat menempel ditubuhnya.


"Jangan tinggalkan aku Merry, bukankah malam itu kamu begitu bahagia setelah sekian lama tidak bertemu dan kita bisa menghabiskan waktu bersama selama 3hari, apa kau tidak ingin bersamaku untuk selamanya" kata renaldi terisak


dia menggenggam erat tangan Merry, tetesan air matanya tiba-tiba membuat tangan Merry bergerak mengeratkan genggaman tangannya Renaldipun terbelalak dan antusias memanggil suster "Suster...suster!!!! lihatlah Merry sudah bangun dari tidurnya ayo periksalah, panggil Dokter ridwan" perintah Renaldi kepada suster yang berjaga dikamar Merry.


tak lama kemudian Dokter ridwan datang membawa alat periksanya, mendengarkan denyut jatungnya mengecek alat-alat yang menempel ditubuhnya, mengecek denyut nadinya dan membuka mata Merry yabg masih tertutup. setelah selesai dia menghampiri Renaldi "Re, merry masih dalam keadaan koma, mungkin itu adalah sebuah respon untukmu karena orang koma dia juga hiduo namun tidak bisa menggerakkan tubuhnya seperti saat dia sadar. Kamu mengerti maksudku?" kata Dokter ridwan menjelaskan


"Jadi, begini buatlah sentuhan-sentuhan yang akan membuatnya kembali hidup, semangati dia terus supaya dia semakin semangat untuk membuka matanya dan lakukan itu seperti dulu saat dia sadar temani dia terus Re" tambahnya lagi.

__ADS_1


Dokter ridwanpun pergi setelah memberi penjelasan pada renaldi, Renaldi semakin yakin bahwa kesempatan kedua itu ada dan Renaldi tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu. Mulai besok dia akan seperti biasa pergi kekantor lalu pulang menjenguk Merry dirumah sakit membawakan makanan dan bunga kesukaannya. Karena, dia ingin Merry untuk yang terakhir kalinya walaupun sekarang dunia menentangnya tapi dia berjanji pada dorinya sendiri, jika nanti Merry telah sadar dia akan membawanya kerumah orang tuanya meminta restu dan menjelaskan segalanya pada Melda.


__ADS_2