Kurelakan Kekasihku Demi Sahabatku

Kurelakan Kekasihku Demi Sahabatku
Episode 25


__ADS_3

Melda berdiam memikirkan jawaban yang tepat untuk Re, tak lama kemudian makanan yang mereka pesan datang.


"Makan dulu saja, tak usah difikirkan." ajak Re seraya meminum jus yang dia pesan tadi.


"Iya Pak." Jawab Melda, sambil mengambil makanannya dimeja.


Setelah selesai makan, Melda pamit ke kamar mandi sebentar. Dalam hatinya masih memikirkan jawaban apa yang harus dia berikan kepada Re, dia bingung.


Di dalam kamar mandi, Melda membasuh wajahnya memandangi raut wajahnya didepan cermin, meraba mukanya.


"Kalau aku menjawab iya, memangnya kenapa? Toh Agis juga sudah tak ada kabar, memang waktu itu aku memutuskannya. Tapu, dia tak memeberiku jawaban." Melda berkata pada dirinya sendiri, menjawab setiap ocehannya sendiri.


Akhirnya, dia keluar dan Re sudah menunggunya dengan mata penuh harapan.


"Aku terima lamaran bapak." Mendekap tangan Re, memberanikan diri.


Renaldi, tersenyum mendengar jawaban Melda. Lalu dia mencium tangan melda, mendengar jawaban Melda, dia langsung berbinar-binar.


"mulai sekarang jangan kamu panggil aku dengan sebutan Bapak, aku akan melamarmu didepan ibumu. Kita akan menikah dalam waktu dekat ini." Renaldi meluapkan semua keinginannya, membuat Melda semakin kelabakan bingung untuk menjawabnya.


Kenapa, secepat ini lamaram dan pernikahan. Melda tak sanggup membayangkannya. Lalu mereka, beranjak pulang.

__ADS_1


Renaldi, melajukan mobilnya tidak kearah jalan pulang kerumah melda, Re berniat untuk membelikan melda sebuah cincin berlian.


Sampainya didepan toko emas, Melda dan Re turun. Re menggandeng tangan melda menggenggamnya dengan bahagia.


Seakan malam ini, Re ingin membuat melda bahagia dan melayang tinggi.


Re memilih cincin berlian yang paling mahal, dan cantik.


"Mbak, ambilkan Cincin berlian yang terbaru dari toko ini jangan Lupa juga yang paling mahal ya." Kata Renaldi sambil menunjuk ke arah belakang tempat menyimpan berlian yang terbaru dan mahal.


"Baik pak." Kata pelayan tersebut sambil mengangguk.


Setelah mengambilkan cincin pelayan itu keluar dengan membawa 1 kotak cincin cantik.


"Bungkus yang itu saja mbak." Kata Renaldi


"Kok mahal banget Pak. Eh.. maksud saya Mas, apa gak terlalu mahal". Kata Melda.


"Syuut..." menyentuh bibir melda dengan jarinya.


Setelah selesai membungkus dan membuatkan surat, pelayan tersebut memberikan kepada Renaldi Lalu membayadnya.

__ADS_1


Selesai membayar, Re keluar bersama Melda.


Mereka masuk kedalam mobil, didalam mobil Re membuka bungkusan tadi mengambil cincinnya lalu, melingkarkan dijari manis Melda.


"Cantik seperti orangnya." Gumam Renaldi


"Mas Re bisa aja, jadi malu aku" Kata melda


Setelah selesai membelikan cincin melda, Renaldi berniat untuk mengantar Melda pulang kerumah.


Sampainya dirumah Melda, Melda berpamit pada Renaldi.


"Mas, sampai ketemu besok dikantor" Kata melda sambil membuka pintu mobil, dengan senyuman membentuk lesung pipit dipipinya.


"Oke, Sayang" Jawab Renaldi


Melda melambaikan tangan pada Renaldi yang berlalu pergi dari pelataran rumahnya, saat Melda mau mengetuk pintu, Tampak ada sebuah mata memandanginya dari arah pohon samping rumah.


'Siapa' Tanya melda dalam hatinya, Lalu melda memberanikan diri untuk mendekati pohon tersebut.


Tiba-tiba ada seorang pria keluar dan menyapanya dengan penuh geram.

__ADS_1


"Melda!!" Teriak laki-laki itu, dia adalah Agis yang sedari tadi melihat gerak-gerinnya saat pulang denga Renaldi tadi.


"Kamu(Terbelalak kaget) Kenapa malam-malam ada disini, dan kenapa kamu terlihat marah melihatku" Tanya melda. menyelidik


__ADS_2