
Mery marah karena, di Vila tak ada satupun makanan yang bisa dimakan ataupun dimasak.
"Re kenapa disini tak ada makanan apapun, apa aku akan makan pasir pantai?" Tanya Mery sambil mengerutkan dahinya dan berkacak pinggang.
"Oohh.. tenanglah sayang, nanti akan kubawa kau ke minimarket dekat sini. Kamu beli apapun yang kamu butuhkan" Jawab Renaldi seraya duduk diranjang.
"Baiklah..." Kata Mery sambil memeluk tubuh Renaldi.
Karena, mery dan Renaldi telah lama tak bertemu dia ingin mencurahkan kerinduan yang terpendam. Mery ingin dimanjakan oleh Renaldi saat ini, karena suatu hari nanti entah renaldi akan tetap mencintai Mery atau melupakannya.
Di sisi lain Melda yang tengah disibukkan dengan kegiatan dirumah, membantu ibunya menulis daftar undangan yang akan disebar. Melda sengaja belum menghubungi adiknya karena, ia tahu itu akan membuat kuliah adiknya tidak fokus.
"Buk, melda undang semua temen-temen Melda ya termasuk Agis dan Risma" Tanya Melda ke ibunya.
"Kenapa tidak Nak, bukankah mereka bersahabat denganmu" jawab ibunya
"Buk, ibuk tau nggak kalau Risma dan Agis sudah menikah?" Kata melda sambil melanjutkan menulis nama-nama teman kantornya.
"Ibuk tidak tahu, kenapa kamu tidak diundang?" Tanya ibunya kepada Melda
"Entahlah" Jawab Melda menghiraukannya.
__ADS_1
Melda melanjutkan tugasnya, ibunya pergi memasak makanan.
hari ini Melda libur kerja, sesuai izin yang diberikan Renaldi kemaren malam.
____________________________________________________________________________________________
Setelah selesai Mandi, Renaldi mengajak Mery untuk belanja di pusat perbelanjaan dekat Vila.
Mery membeli sayuran, sedangkan Renaldi membawa troli. Mery memasukkan Labh siam, kacang panjang, dan sayur kesukaannya. Tak lupa dia membeli Roti, susu, gula, dan beras.
Renaldi, mengambilkan buah-buahan untuk persediaan juga karena, Mery sangat menyukai Strowberry Renaldi sengaja mengambilkan banyak untuknya.
"Sayang, kenapa banyak sekali belanjanya. Bukankah aku disini hanya sampai bulan depan saja" Tanya Mery terkejut karena melihat, 2 troli berisi belanjaannya saja
"Hey, aku disini bersamamu kenapa tidak betah" Mery menyenggol lengan Renaldi.
Mereka akhirnya, tertawa puas di minimarket. Semua mata memandangi Mery dan Renaldi, Merekapun menutupi mulutnya dengan kedua tangannya seraya memandang bergantian.
Setelah selesai membayar dikasir, Renaldi dan Mery keluar. "Aku kelupaan" Kata Mery lalu masuk kembali ke Minimarket.
Renaldi hanya mengernyitkan alisnya, melihat kelakuan kekasihnya yang aneh. Renaldi masuk ke mobil duluan, dia melihat Mery berlari menuju arah mobilnya.
__ADS_1
"Apa yang kamu beli?" Tanya Renaldi sambil membuka kantung plastik
Renaldi terkejut lalu, tertawa terbahak melihat isi plastik tersebut.
Mery meninju, tangan Renaldi yang kekar. Sampai Renaldi meringis kesakitan
"Auuuwh... " Teriak Renaldi
"Don't wory Bebi, kamu meledekku tapi kamu rasakan tinjuku Hahahaha...." Mery tertawa dengan senangnya melihat renaldi kesakitan.
"Kau tau ini keperluanku kan?" Tanya Mery dengan cemberut
"Okey...Okey jangan marah, itu memang keperluanmu" Jawab renaldi sambil menyalakan mobilnya dan menuju keluar parkiran.
Setelah sampai di vila, Mery langsung masuk sedang Renaldi membawakan barang belanjaannya.
Mery bersiap untuk memasak, dia sudah memakai celemek.
"Oh Mery, hari ini ada meeting di kantor aku lupa. Tapi, ini belum terlambat aku ke kantor dulu ya" Menciumi pipi Mery.
"Apa kau tak sarapan dulu" Tanya Mery
__ADS_1
"Nanti aku sarapan dikantor" Jawab Renaldi yang berlalu pergi.