
Ke esokan Harinya Adik melda pamit kembali ke medan, untuk melanjutkan kuliahnha yang sudah 1minggu vakum.
"Hati-hati ya Nak, ibu Sebenarnya gak tega jauh dari kamu tapi, mau bagaima lagi kamu harus selesaikan kuliahmu." Kata ibunya sambil meneteskan air mata mengantar anak gadisnya menuntut ilmu.
Nadin tak bergeming dia takut kalau sampai air matanya menetes juga akhirnya, dia memeutuskan untuk cepat-cepat pergi ke halte bus.
Hari ini, orang tua Risma kembali ke jakarta. Mereka sampai pada saat Agis dirumah Risma.
"Kamu, siapa?". Tanya Ayah risma
"Saya Agis pak, terus terang saja saya mau melamar Risma." Jawab Agis lantang
"Punya kerja apa kamu, berani melamar anak saya!!" Dengus Pak Suprapto tidak menyukai Agis. Batinnya 'Dari tampangnya saja tidak sejentel laki-laki kebanyakan, apa benar dia mau menikahi putriku' Sambil mengelus-elus janggutnya.
"Saya staf di Perusahaan Nusantara Group bagian Marketing Pak." Jawab Agis
"Heh.. Baru jadi staf sudah berani melamar anak saya, Hwahahahahah...." Ketawa Pak Prapto lantang. "Saya ingin menikahkan anak saya dengan Laki-laki yang mapan, bukan Staf karyawan saja. Cuih". Suprapto tambah Marah, wajahnya Memerah seperti Singa yang mencengkeram mangsanya.
__ADS_1
Risma yang mendengar Ayahnya marah diapun keluar. "Yah, Mas Agis itu... Hikz hikz hikz". Risma tak mampu melanjutkan bicaranya.
"Risma, kenapa ayo ceritakan sama Mama." Tanya mama merangkul anaknya.
"Risma Ham...il Ma". Jawabnya lirih diakhir kalimatnya.
Ayahnya semakin marah, Dia mengepalkan tangannya. Menggedor meja ruang tamu.
"******** tengik!!! kau harus masuk penjara. Beraninya menghamili Anakku perempuan satu-satunya." Seraya berdiri Memegang kerah Agis.
Risma menangis sejadinya, Mamanya tetap memeluk putrinya itu. Dia tak mau kalau sampai nasib putrinya sama dengannya.
Benar saja, dulu mama Risma melahirkan Kakaknya saat masih Kuliah semester 2 dia dihamili oleh pacarnya, atau kakak kelasnya. Tapi, Anak itu berhasil dia gugurkan dan barulah mamanya menikah dengan Ayahnya.
"Yah, biarkan Risma dan Agis menikah kalau bukan Agis yang bertanggung jawab Ayah mau siapa lagi." pinta Mamanya risma kepada Ayahnya.
"Huh, baiklah. hari ini kalian akan kunikahkan dengan tertutup di KUA." Seraya pergi keluar membanting pintu 'JEDARR!!!"
__ADS_1
"Ris, gak usah takut aku akan bertanggung jawab padamu. Aku sudah bilang berkali-kali."Kata Agis menenangkan Risma.
"Eghm, Kalau kamu memang benar bertanggung jawab dengan anak saya. Setelah menikah bawa dia kerumahmu karena, dia bukan tanggung jawab kami lagi." Kata Mama risma sambil menyunggingkan bibirnya.
Agia hanya memandang sekilas, dia tau kalau Mama Risma seorang yang Matre. Kalau tidak, kenapa Sudah punya harta sebanyak ini masih saja Anaknya disuruh bekerja.
Sore hari Agis dan Risma pergi ke KUA, untuk memperjelas statusnya.
Pak penghulu sengaja disuruh mengijab qobulkan sore hari, agar tak dilihat banyak orang.
Disana Agis didampingi Orang tua dan Keluarga lainnya. Risma hanya didampingi Ayah dan Mamanya saja.
Karena, Keluarga Gunawan tidak ingin memperlihatkan aib anaknya kepada semua saudaranya ataupun keluarga lainnya.
"Baiklah, pernikahan bisa saya mulai bapak ibu." Kata penghulu dimeja depan.
Agis menjabat tangan pak penghulu. Setelah satu kali ijab qobul di bacakan sekarang mereka telah "SAH" Menjadi suami istri.
__ADS_1