Kurelakan Kekasihku Demi Sahabatku

Kurelakan Kekasihku Demi Sahabatku
Episode 37


__ADS_3

"Apa itu tadi, ayahmu?" Tebak Mery


"Ya, dia tahu kau ada di sini sekarang" Jawab Renaldi.


"Huh, tak apalah Re kau lupakan aku saja dan menikahi wanitamu karena, aku bukan wanita baik-baik" Jawab Mery seraya menunduk lesu, sambil memegang kedua tangan Renaldi.


"Sudahlah, lupakan ayo makan" Kata Renaldi seraya menarik tangan Mery kekasihnya.


Renaldi tahu, hubungannya terlarang tapi, Renaldi berusaha untuk tetap membahagiakan Mery demi janjinya dulu.


Dulu Renaldi berjanji kepada Mery, akan selalu menjaga dan menyayanginya setiap waktu. Tapi, kasih sayangnya berubah menjadi Cinta dan rasa ingin memiliki


Namun, keluarga Renaldi tahu siapa Mery dia adalah wanita yang dibawa dari cafe oleh Renaldi waktu itu.


******


Hari ini jadwal periksa Risma ke dokter, Agis tidak bisa menemaninya. Akhirnya, risma pergi sendiri ke bidan yang biasa memeriksanya.


Ditengah perjalan Risma bertemu dengan ibu melda, risma malu dengan keadaannya sekarang ini akhirnya, Risma berbelok arah agar tak dilihat Ibu Melda.

__ADS_1


"Syukurlah, semoga ibu Melda tidak tahu" Kata Risma sambil mengelus dada.


Rismapun melanjutkan ke rumah Bidan, kira-kira dari Kos kosan berjarak 1km. Sampainya di Rumah bidan tiba tiba kepala Risma pening. Dia hendak masuk ke ruang periksa dan akhirnya terkapar tak berdaya didepan pintu.


Perawat yang melihatnya langaung berlari membantunya berdiri, lalu menidurkan di ranjang periksa.


Bidan segera memeriksa keadaan Risma, alhasil Risma tak sadakan diri dan dirujuk ke rumah sakit Bunda.


Bidan dengan perawatnya membawa Risma ke rumah sakit untuk dirawat karena, melihat kondisi Risma yang tak memungkinkan untuk dirawat di Rumah Bidan biasa.


"Dokter, saya akan hubungi keluarganya tolong segera lakukan penanganan ya?" Kata Bidan Erni.


Dokterpun keluar menghampiri Bidan Erni yang tengah duduk menunggu keluarga Risma, "Bu, kita harus melakukan tindakan. Karena, kalau tidak bayinya tak akan selamat" Kata dokter vita.


"Kita tunggu suaminya dulu saja Dok. Saya tidak mau mengambil resiko" Jawab Bidan erni


Tak lama kemudian, Agia datang dengan ayah ibunya. Disusul Papa mama Risma di belakang.


"Bagaimana Dok, apa yang terjadi dengan Istri saya" Kata Agis gugup

__ADS_1


"Ikut saya ke ruangan, kita bicarakan disana" Kata Dokter seraya berjalan menuju ruangan Dokter.


Agispun mengikuti Dokter tersebut, dan masuk kedalam ruangan yang bercat putih. Hawanya dingin karena, Ac dinyalakan. Suara hening menambah kegugupan dihati Agis


Agispun duduk di kursi depan meja Dokter, dokter membuka sebuah Map yang mungkin berisi tentang pemeriksaan Risma tadi.


"Begini Pak, anda kan suami dari ibu Risma" Kata dokter membuka percakapan dengan meletaklan tangannya diatas meja.


"Betul, saya suaminya Dok ada apa dengan istri saya" Jawab Agis tergesa.


"Bu risma harus segera dilakukan operasi caesar kardna, melihat kondisi janinnya yang kurang sehat dan kandungan lemah. Dengan ini bayi bapak bisa diselamatkan beserta ibu" Kata dokter menjelaskan


Agis tersungkur lesu dalam kursinya, wajahnya pucat mendengar penjelasan dokter. Dia merasa bersalah dengan semua yang telah terjadi, dia menyesali semuanya.


"Jadi, bagaimana? kalau iya nanti bapak tanda tangan disini dan segera selesaikan administrasinya. Agar pasien segera di lakukan tindakan" Kata dokter seraya menyerahkan map besar untuk ditanda tangani.


Agis tak berfikir panjang dia langsung menanda tangani berkas tersebut, dia tak perduli dengan biaya yang harus dikeluarkan. Kalaupun uang tabungannya tak cukup dia akan meminta ke orang tua Risma.


Karena, selama ini Risma dan Agis yang menghidupi mereka.

__ADS_1


__ADS_2