
Banyak hal-hal yang tidak ia ketahui selama ini, entah yang kelihatannya baik padanya suatu saat akan menusuknya atau suatu hari yang begitu terlihat polos akan berubah menjadi se ekor serigala. Melda merasa dikhianati oleh laki-laki dan juga sahabatnya, setelah lama menunggu akhirnya, makanan yang nereka pesan datang "Selamat makan selamat menikmati gidangan dari Resto kami D'Clara resto" Kata Pelayan itu lalu pergi meninggalkan meja mereka berdua
"Kamu gak usah kaget Mel, sebelum kamu datang ke kota ini Risma sudah lebih dulu masuk kedalam lingkup yang sangat kotor emm maksudku sebuah pekerjaan yang menurutku itu buruk" kata Fitri sambil membenahi duduknya
"Maksudmu?" jawab Melda seraya menyelidik, dia merasa Fitri sudah mengetahui segalanya tentang Risma dan itu semua membuat nafsu makan Melda semakin buruk saja.
__ADS_1
"Ya, Risma bekerja disebuah klub malam aku mengetahui semua itu dari rekan kerjaku Emely, aku juga tahu kalau Risma menikah dengan Agis calon suamimu dulu" Fitri tidak melanjutkan ceritanya dia lalu memasukan suapan pertama makanannya kedalam mulutnya.
"Lalu? tanyaku antusias tak menghiraukan dia yang sedang mengunyah Tomyamnya
Akhirnya, melda yang sudah tak berselera makan itu menyuapkan Sushi kedalam mulutnya seketika perutnya begitu mulas dan ingin muntah tapi ia menahannya.
__ADS_1
Fitri yang sudah selesai dengan tomyamnya, diapun mengusapkan tisu membersihkan sisa makanan yang mungkin menempel dibibirnya, sedangkan Melda hanya berdiam tak bergeming dikursinya tersebut.
Fitri hanya menggeleng melihat Melda yang begitu terkejut mendengar ceritanya tadi, "Mel, kamu yang traktir kan?" tanya Fitru mengingatkan.
Melda mengangguk dan pergi membayar dikasir, Fitripun pergi ke parkiran mobil sambil menunggu Melda disana.
__ADS_1