Kurelakan Kekasihku Demi Sahabatku

Kurelakan Kekasihku Demi Sahabatku
Episode 26


__ADS_3

Agis tak menjawab pertanyaan Melda, dia langsung memeluk tubuh Melda. Meluapkan rasa rindunya, menciumi leher melda sampai terdengar suara nafas Agis yang begitu ganas, seperti akan menerkamnya.


Melda mendorong Tubuh Agis sampai terperosok dibawah pohon jambu dekatnya, "Kamu, gila!!! Kenapa kamu seperti ini" Tanya Melda sambil menangis.


"Aku masih mencintaimu Mel, plisss maafkan kesalahanku" Jawab Agis memohon pada Melda, dia masih menyukai Melda. Sampai dia memutuskan untuk tinggal dekat dengan rumah Melda.


Memang jarang rumah Agis dan Melda tak terlalu jauh, hanya sekitar -+500M dengan jalan kaki saja sudah sampai.


"Benar-benar Gila kamu gis" Teriak Melda, sambil membungkam mulutnya dengan kedua tangannya.


Melda berlari menuju rumah, membuka pintu dan menutupnya kembali. Dia menangis melihat Agis sekarang karena, Agis tak seperti dulu.


Dia terlihat brutal dan ganas, sampai membuat Melda semakin yakin untuk melupakan cintanya pada Agis.


'Kenapa, jadi begini. Agis terlihat seperti bukan dia yang dulu benar-benar sudah berubah' Kata Melda pada dirinya sendiri.


Melda, masuk kedalam kamar membaringkan tubuhnya. Dia terhenyak saat mendengar suara kaca diketok secara kasar.


'Surat, surat dari siapa' batin Melda karena, melihat ada surat diselipkan pada jendela kamarnya, dia menoleh kanan mencari-cari seseorang yang meletakkan surat tersebut tapi tak ada.

__ADS_1


"***Mel, aku tidak akan melepaskanmu Temui aku besok di belakang gudang bekas disebelah pasar, aku tunggu jam 7. tepat malam besok"


 


Kekasihmu Agis 💋💘***


 


Setelah selesai membaca surat itu, melda mengambil korek dan membakarnya. Dia semakin benci dengan Agis.


Setelah lelah menangisi kekecewaannya, Melda tertidur dibawah ranjang. Mungkin karena kecapaian juga, jadi dia tak sadar bahwa tengah berada dilantai.


"Mel...Mel bangun Nak, kenapa kamu tidur dibawah" Ibunya membangunkan.


"Huuuuaaahhhhh.... Melda kecapekan Buk, gak tau kalau ketiduran dibawah" Kata melda sambil menguap


"Yasudah buruan mandi sana, kamu gak kerja?" tanya ibunya sambil menyibak korden kamarnya.


"Masuk buk" Berlalu pergi kedalam kamar mandi

__ADS_1


Ibu melda hanya menggeleng kepala melihat kelakuan anak pertamanya, dia memikirikan kapan aka ada laki-laki yang benar serius dengannya.


Yang mau melamarnya dirumah dan meminta dirinya untuk menanggung semua kebutuhannya(tanggung jawab), karena ibunya tidak pernah tau siapa kekasihnya ataupun teman dekatnya.


Setelah selesai mandi, Melda bersiyap untuk sarapan dia menuju dapur mencari-cari ibunya.


"Buk, ibuk.... (kemana sih ibuk)" Teriak melda, bingung tadi pagi-pagi sekali bangunin Melda, sekarang giliran waktu Makan ibuknya sudah pergi.


Melda lalu makan sendiri dimeja makan, tak lama kemudian ibuknya datang dari arah pintu belakang.


"Dari mana sih Buk, aku tadi nyari ibuk biasanya ibuk nunggu Melda buat sarapan" Tanya melda merajuk.


"Eh, ibuk tadi kebelakang bertemu sama bu inah tetangga sebelah, anaknya mau lamaran katanya suami anaknya punya perkantoran didaerah sini Mel" Jawab ibuknya


"Biarin lah buk, yuk makan" Kata Melda mengalihkan pembicaraan.


Melda melanjutkan makannya, dia mengerti kenapa ibuknya cerita tentang lamaran anak Bu inah. Karena, dia ingin melda cepet-cepet nikah juga.


"Eghm, Mel itu cincin dari siapa?" Tanya Ibuk melda menyelidik

__ADS_1


"Eh, darrriiiii temen yasudah buk Melda berangkat dulu udah siang" Jawab Melda sambil berlari meraih tangan ibunya, dan keluar.


__ADS_2