Kurelakan Kekasihku Demi Sahabatku

Kurelakan Kekasihku Demi Sahabatku
Episode 46


__ADS_3

Semakin hari kelakuan Renaldi pada Merry tidak seperti biasanya dia tidak lagi menyambut merry saat bangun tidur, tidak lagi menyiapkan handuk mandi dan sekarang Renaldi sudah lupa memberinya vitamin pada pagi hadi untuk kesehatan jiwanya.


Ya, merry sedikit terguncang kejiwaannya dulu Renaldi yang selalu ada disamlingnya memotivasi untuk dia kembali hidup, Merry sudah berubah tapi sekarang Renaldi yang berubah perasaannya untuk dia.


"Sayaaaang......" Ucap Merry sambil mengalungkan tangan dileher Renaldi yang tengah bersantai membaca koran diteras belakang.


Renaldi hanya tersenyum lalu melanjutkan fokus melihat topik dikoran, Merry mencoba tenang lalu dia beralih kedepan Renaldi dan duduk dipangkunya sambil menarik koran yang menutup wajah Renaldi.

__ADS_1


"Beberapa hari ini kulihat kau tengah sibuk mempersiapkan pernikahanmu dengan si Melda, Re?" kata Merry beringsut dari pangkuan Renaldi


Merry tak melanjutkan bicaranya, dia memandang pesisur pantai sambil menelungkupkan tangannya didada membuang senyuman sinis diwajahnya Renaldi tak menyahut sama sekali perihal pertanyaan Merry padanya, dia tetap fokus membaca korannya.


"Aku mengerti kenapa kau semakin menjauh dariku, ya... memang dari segi penampilan aku jauh lebih menarik daripada Melda tapi, untuk perasaan mungkin aku terlalu jauh dari kata Setia" lanjut Merry sambil bernafas berat menengadahkan kepala untuk menahan air mata yang sudah mengisi bilik matanya.


'Sejak kapan Merry punya perasaan seperti itu, dia bicara layaknya penyair' batin Renaldi yang terkejut dengan apa yang telah diucapkan Merry. Padahal Renaldi hanya tak ingin memperpanjang masalah tadi siang, jadi dia tak ingin menyahut semua yang dikatakan Merry.

__ADS_1


Renaldipun berdiri menghampiri gadisnya itu, memeluknya dari belakang dan menengadahkan kepalanya dipundak Merry. "Kau gadisku yang dulu, aku,hatiku,cintaku juga jiwa dan ragaku semua miliku kau tak perlu ragukan itu Merry, ini hanya sandiwara sampai ayahku percaya kalau aku sudah melupakanmu dan kita akan pergi ke luar negri untuk menikah" kata Renaldi meyakinkan Merry


"Kau boleh bicara begitu, tapi aku tahu hatimu sekarang tak lagi mengukir namaku Re" Kata Merry sambil melepas pelukan Renaldi


Malam itu Merry tidur dikamar atas dia ingin menyendiri untuk sementara waktu, hatinya seperti tercabik-cabik dia tidak ingin melepas Renaldi dia juga tidak ingin memaksa Cintanya untuk diberikan padanya dengan terpaksa, Merry tidak bisa tidur malam itu dia berfikir apakah dia harus menjauh dadi kehidupan Melda dan Renaldi agar hubungan mereka bahagia, ataukah dia tetap bertahan untuk cintanya.


Ke esokan harinya, Renaldi pergi ke kamar atas berniat membangunkan Merry dia mengetuk lintu berulang kali tali tak ada sahutan dari dalam kamar akhirnya, Renaldi membuka pintu pelan-pelan dilihatnya kesemua sudut ruangan kamar tapi Merry tak ada terlihat. Renaldi lalu masuk mencari dikamar mandi namun, kosong jendela masih terkunci rapat lalu dia berlari keluar mobilnya tak ada digarasi.

__ADS_1


Renaldi mengambil ponselnya yang tertinggal dikamar, mencoba menghubungi Merry tapi tak dijawab dia mengirim pesan juga tak ada balasan, Renaldi baru ingat dia menyadap ponsel Merry diapun menekan map dan melihat kemana Merry pergi, Merry pergi ke arah rumah Melda untuk apa dia kesana apa dia mau berterus terang pada Melda, Akhirnya Renaldi menghubungi taksi online untuk menyusul Merry kerumah melda.


__ADS_2