
setelah mendengar ucapan Merry barusan, Melda menjadi berfikir untuk menikah dengan Renaldi.
"Mel, kenapa kamu menjadi bingung" Tanya Renaldi membuyarkan lamunannya.
"Oh... Ehh iya aku tahu, tapi...-"
"Tapi, apa? apa kamu tidak ingin menikah denganku secepatnya?" Tanya Renaldi lagi
Merry yang melihat mereka berdua begitu mesranya seperti dua pasangan yang baru jatuh cinta mengulunkan bibirnya sambil melempar tatapan kearah dalam rumah Melda,dia tidak menyukai percakapan antara mereka berdua. Akhirnya, Merry memutuskan untuk pulang tanpa berpamitan pada Melda dan Renaldi.
"Sial". Umpat Merry sambil meninju setir mobilnya, dia melajukan mobil dengan begitu kencangnya rasa sakit yang diberikan Renaldi sudah berhasil menggerogoti semua otaknya, jika Merry mau dia akan melukai siapa saja yang mendekati Renaldi tapi, dia tak ingin kejadian beberapa tahun lalu kembali lagi dalam kehidupannya. Akhirnya, dia menelan mentah-mentah niatnya tersebut demi melancarkan rencanya.
__ADS_1
***
Dipenginapan
Hari ini Renaldi mengcancel semua jadwalnya dikantor. fikirannya sudah kacau balau akibat ulah Merry tadi pagi, diapun kembali ke penginapan tepat jam 8 malam dengan wajah kusut, dia mengetuk pintu beberapa kali tapi tak ada jawaban dari dalam rumah akhirnya, Renaldi mencari kunci cadangan yang dia simpan ditempat yang tidak diketahui siapapun termasuk Merry.
Lalu dia masuk kerumah, mencari keberadaan Merrt dikamarnya terlihat Merry yang sudah tertidur pulas dengan wajah yang sembunyi dibalik bantal. Renaldi menghampirinya membuka bantal yang menutup wajah cantik kekasihnya itu.
"Re....." Ucap Merry lirih membuat Renaldi terperanjat dari duduknya dengan membaca semua isi kertas tersebut.
dilihatnua Merry tengah tertidur pulas kembali, Renaldi menyelimutinya dengan selimut tebal dan membiarkannya tidur dengan tenang. Diapun membawa kertas tersebut untuk dicekkan ke rumah sakit besok pagi.
__ADS_1
Renaldi tak habis fikir dengan semua ini, pertama dia ingin hidup tenang dengan Merry gadis yang ia cintai. kedua dia akan menikahi karyawan yang menurut ayahnya lebih baik daripada Merry. Andai dia boleh memilih, Renaldi akan memilih utnuk pergi ke luar negeri dengan kekasihnya namun, dia tak ingin durhaka pada ayahnya yang telah memberinya segalanya untuk hidupnya selama ini.
Ke esokan harinya Renaldi menghampiri Merry dikamarnya, kebetulan tadi malam dia tidur dikamar atas untuk menenangkan otaknya, pagi ini dia ingin mencerahkan suasana hati Merry dulu. Setelah itu dia akan pergi ngantor, "Selamat pagi Baby" serunya seraya membuka pinyu kamar yang sedikit berbunyi membuat Merry bangun dan menguap.
"Huuuuaaahhh...." Merry melihat ke arah Renaldi yang sufah berdiri disebelah ranjangnya.
"Bagaimana kalau kita makan pagi di Restaurant sifood dekat penginapan kita" ajak Renaldi, dia mengira Merry sudah melupakan kejadian kemaren tapi dia salah besar.
"Tau ah, males sarapan gih... sarapan aja sama calon istrimu" jawab Merry sambil membuang muka mengacuhkan Renaldi.
Belum selesai kemarahan Merry, Renaldi langsung membopong Merry kedalam kamar mandi menekan tombol shower dan mereka basah kuyup berdua didalam sana, Merry yang kedinginan langsung memeluk tubuh Renaldi dia berharap ini kali terakhir dia bersama Renaldi jangan ada yang merusak hubungan manisnya yang selama ini dijanjikan untuknya.
__ADS_1