Kurelakan Kekasihku Demi Sahabatku

Kurelakan Kekasihku Demi Sahabatku
Episode 53


__ADS_3

Kejadian kemaren membuat mata Melda terbuka akan kepolosan dan kebodohannya selama ini, hari ini Melda masuk kerja untuk berpamitan mengundurkan diri. Dia sudah berfikir begitu keras, dia ingin pergi ke luar kota untuk mendapatkan hal baru yang selama ini telah terlewatkan dari hidupnya. Menurutnya itu keputusan yang jauh lebih baik dia juga akan mengembalikan cincin yang telah diberikan Renaldi waktu pertama Renaldi mengucapkan perasaannya, Melda kembali terbayang akan romantisnya Renaldi sebelum dia mengenal Merry. Entah dulu dia belum datang ke indonesia, "Sudah cukup" Teriak Melda pada dirinya sendiri


Air mata selalu menetes memenuhi pelupuk matanya, dia berjalan menuju keluar berpamitan pada ibunya dan pergi kekantor dengan taxi online yang sudah ia pesan sedari tadi.


"Mas nanti tunggu saya keluar dari kantor ya, saya ada urusan tapi gak lama kok" pesan Melda ke supir taxi tersebut


"Baik, mbak" kata supir itu dengan melanjutkan gasnya mempercepat mobilnya


didalam mobil Melda melihat keluar ke arah jendela, kebetulan sekali saat Melda berangkat kekantor ditengah perjalanan lalu lintas begitu padat, banyak mobil memvunyikan klaksonnya mata Melda tertuju ke arah mobil berwarna merah metalik dengan seorang laki-laki berperawakan kekar didalam dan wanita cantik disampingnya merangkul tangan kiri laki-laki itu.


"Renaldi, bersama Merry mau kekantor?" tanya Melda pada dirinya


"Mas, gak usah buru-buru ikuti saja mobil merah yang ada disebelah kita biar maju duluan" kata Melda pada Mas anton pemilik taxi online tersebut

__ADS_1


"Baik, mbak melda emang ada apa dengan mobil itu? tanya Anton


"bukan apa-apa kok mas, hmmm" jawab melda sambil tersenyum tipis


Akhirnya, Melda dan Anton mengikuti mobil Renaldi dengan sigapnya "kemana sih mereka, ini kan bukan jalan ke kantor" gumam Melda


"Eghm .pacarmu ya mbak yang mobil depan itu?" tanya Anton sambil mencibir


"Apaan sih, mas Anton sok tau deh udah cepetan mobilnya udah jauh itu lo" jawab Melda, agak risih juga dengan ke sok tahuan Anton dengan privasinya.


"Mbak, itu kok ada wanita ya bersama laki-laki itu?" kata Anton lagi dan pertanyaan itu membuat hati Melda semakin teriris


"Mas anton bisa berhenti bertanya terus gak? aku juga gak tahu siapa wanita itu dan kenapa dia bersama bos aku" kata Melda berbohong

__ADS_1


"Yasudah mas anton tunggu aku disini saja, aku mau kesana sebentar" pamit Melda seraya keluar dari mobil Anton


Anton kali ini hanya mengangguk tanpa bersuara, Melda terkikik melihat tingkah sopir online itu.


Meldapun berjalan mengendap-endap menuju teras Vila Renaldi Batara Sanca, seperti tidak asing lagi Melda ketika melihat kata sanca yang terselip di balik nama Vila yang dimiliki Renaldi tersebut. "sepertinya aku pernah melihat nama sanca, tapi dimana ya?" ujar Melda seraya berfikir dimana dia melihat nama itu


"Ah sudahlah, mungkin sudah lama dan aku lupa siapa pemilik nama sanca itu" kata Melda lagi pada dirinya


diapun melanjutkan investigasinya hari ini, dan dia harus menyelesaikan semua pada hari ini juga.


Dibalik dinding yang terbuat dari kayu jati itu, Melda menempelkan telinganya dan mendengar cekikikan ketawa manja dari Merry yang dicumbui Renaldi, Melda semakin risih saja saat mendengar Merry berkata Geli seketika membuat Melda merinding sendiri entah apa yang dirasakannya.


"Baby,.. aku ingin terus sama kamu seperti ini plissss jangan menikah dengan sibodoh itu" kata Merry terdengar nyaring ditelinga Melda, sampai Melda mengepalkan tangannya pertanda tidak setuju dikatakan Bodoh oleh Merry tapi dia menelan ludah kembali.

__ADS_1


"Kamu tahu kan sayang dia itu aset untukku, dia akan kujadikan sebuah alat untuk mendapatkan sebagian saham dari ayahku dan setelah itu semua terjadi aku akan melemparnya keluar dan cepat-cepat aku menikahimu manis" Jawab Renaldi sambil mengecup kening Merry


Entah sadar atau tidak Renaldi mengatakan itu, yang jelas itu membuat telinga Melda semakin memanas saja. Lalu apa hubungan Melda dan saham dari keluarganya, Melda lalu pergi keluar dan masuk kedalam mobil.


__ADS_2