
Myungsoo akhirnya sampai juga di maxime , sesampainya ia langsung mengedarkan matanya mencari gadis yang telah berani membangunkan juniornya tengah malam seperti ini
Matanya terus menjelajahi seluruh club tapi ia tak kunjung menemukan gadis yang ia cari
"Apa ia tidak kembali ke sini?" Pikir myungsoo
Sampai akhirnya tak jauh dari tempat myungsoo berada hyuna melihat myungsoo seperti sedang mencari seseorang, sehingga ia meminta izin kepada clientnya untuk menghampiri myungsoo sebentar , karena sepertinya myungsoo sedang perlu bantuan
"Hai tuan , ada yang bisa saya bantu?" Tanya hyuna sopan tapi masih terdengar sedikit nada menggoda, atau memang seperti itu gaya bicara gadis itu? Entahlah
Myungsoo menoleh menatap hyuna heran, sepertinya ia tak kenal dengan gadis itu, myungsoo menatap hyuna dari atas sampai bawah dan setelah itu ia bisa menyimpulkan jika hyuna salah satu pelacur di tempat ini
Setelah myungsoo menoleh tiba-tiba tubuh hyuna sedikit menjengkit , karena ternyata ia mengenal myungsoo
"Ah... bukankah tuan pemenang 250 juta?" Myungsoo mengerutkan keningnya sampai pada akhirnya ia mengerti maksud wanita itu jika ia pemenang lelang 250 juta, ia menganggukkan kepalanya, segitu terkenalnya kah dia di club ini? Fikir myungsoo
"Ada apa tuan kembali ke sini lagi? Apa tuan ingin memesan salah satu wanita di club ini lagi"
"Kamu siapa? Apa kamu salah satu pekerja di club ini?" Gadis itu mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri, serta membenarkan asumsi myungsoo jika ia pekerja di sini, tapi karena myungsoo mengacuhkan uluran tanggannya membuat ia berdehem pelan sembari menarik pelan-pelan tangannya yang terulur, ia memaki myungsoo dalam hati
Myungsoo mengagguk pelan mengerti
"Apa kau tau gadis yang tempo hari mengikuti lelang?" hyuna mengangguk , bagaimana ia tak kenal jika ia lah yang membawa suzy kesini
"Apa dia tak ada di sini? Aku tak menemukannya sedari tadi" alis hyuna saling bertautan karena ia tak paham dengan maksud pria di depannya itu, ada urusan apa ia dengan temannya?
Seolah peka dengan raut wajah hyuna , myungsoopun menimpali lagi , agar gadis itu tidak salah faham, yah walaupun mungkin asumsi gadis itu memang benar
"Aku mencarinya karena ada barangnya yang tertinggal" terdengar hyuna berkata 'ah' dengan suara pelan tapi masih bisa myungsoo dengar
"Ah sayang sekali, dia bukan pekerja di club ini tuan, dia hanya mengikuti pelelangan tempo hari karena butuh dan yah__ seperti yang anda lihat, dia tidak kembali ke sini lagi"
'Karena butuh?' Dua kata yang membuat myungsoo penasaran, hal apa yang membuat gadis secantik dia , dengan badan seideal dia, dan jangan lupakan cek yang ia tinggalkan, membuat myungsoo berfikir apa yang gadis itu mau?
"Kalau boleh tau, untuk apa uang itu?" Mendengar pertanyaan myungsoo yang tiba-tiba hyuna hanya tersenyum , walaupun pada awalnya ia terlihat sedikit terkejut, lalu ia menuturkan jika ia tidak bisa memberitahukan hal tersebut karena itu adalah hal privasi
"Bagaimana jika kamu aku bayar 100 juta, kamu hanya perlu menjawab pertanyaanku tadi" mata hyuna langsung berbinar mendengar nominal yang sangat banyak, seketika ia menarik tubuh myungsoo menuju salah satu kursi dan mengajaknya duduk di sana membuat ujung bibir myungsoo tertarik, tidak akan pernah ada wanita yang tidak bisa myungsoo kalahkan.
"Mau minum?"tanya hyuna sesaat setelah membawa myungsoo duduk di salah satu kursi, yang myungsoo jawab dengan gelengan, ia tidak perlu berlama-lama dengan gadis p***cur ini, yang ia perlukan adalah jawaban tentang gadis itu
"Tidak perlu saya bisa memesannya sendiri, jadi?"
__ADS_1
"Suzy___"perkataan hyuna seketika di potong myungsoo, karena ia tidak pernah mendengar serta tidak tau itu nama apa, atau nama siapa?
"Suzy?"
"Nama gadis itu suzy, apa tuan tidak tau?" myungsoo menggelengkan kepalanya dengan wajah polos tak mengindahkan wajah terkejut hyuna, ia memang tidak pernah menanyakan nama gadis yang ia tiduri kalaupun mereka menyebutkan nama mereka tapi myungsoo tidak pernah mengingat nama mereka, bahkan wajah merekapun myungsoo tidak akan ingat lagi sekarang, tapi seingatnya gadis itu__ah suzy , tidak pernah menyebutkan namanya, entah kenapa hanya dengan menyebut nama 'suzy' membuatnya ingin tersenyum , nama yang cantik baginya
Akhirnya hyuna menceritakan semuanya kepada myungsoo , mulai dari siapa suzy dan untuk apa uang tersebut, dan hal itu mengejutkan myungsoo , terasa sedikit penyesalan dalam dirinya telah memperlakukan suzy dengan buruk tadi malam , tapi bukan salahnya kan? Karena suzy tidak menceritakan masalahnya sehingga wajar saja myungsoo bersikap seperti itu, siapapun pasti juga akan memperlakukannya dengan cara yang sama bukan?
Tapi jika ia membutuhkan uang untuk perobatan ibunya, lalu kenapa ia meninggalkan cek yang ia berikan? Kenapa tidak membawanya? Kan itu miliknya? Gadis sialan , semua hal yang ada dalam kepalanya membuatnya pusing, dan itu karena gadis bernama suzy itu
"Kau tau dimana tempat tinggalnya?"
"Maaf tuan, untuk hal itu saya benar-benar tidak bisa memberitahukannya pada tuan, karena itu sudah masuk urusan pribadi, bukankah kemarin di perjanjiannya anda dilarang menanyakan hal pribadi tanpa persetujuan dari orangnya? Kalau anda penasaran sekali dengan suzy kenapa anda tidak bertanya saja kepada suzy kemarin?" Myungsoo hanya mendesis pelan, ia mana peduli dengan urusan orang lain apalagi seorang wanita, untuk apa ia menanyakan hal setidak penting itu?
Myungsoo akhirnya menyerah, dipikir-pikir lagi untuk apa ia sampai menanyakan alamat seorang gadis yang telah menjadi bekasnya? Mengingatnya membuat myungsoo ingin menenggelamkan dirinya sendiri saking malunya
"Baiklah, saya hanya ingin mengembalikan barangnya sebenarnya"
"Tuan bisa menitipkannya pada saya , saya akan menyampaikannya padanya nanti"
Myungsoo menggeleng cepat, ia akan memberikannya sendiri pada suzy, karena ia masih ada urusan dengan gadis itu
"Bayaran untuk informasimu" hyuna tersenyum lalu segera mengambilnya dan mengantonginya, ia meneriakkan kata terima kasih sepeninggal myungsoo
********
Di dalam kamar hotel myungsoo
Myungsoo sedang bercumbu dengan seorang wanita, ia salah satu dari pekerja maxime yang sengaja ia bayar untuk menyenangkan hasratnya
Wanita itu terus mencumbu myungsoo, bibirnya menciumi tubuh myungsoo, mulai dari dada bidangnya, perut , sampai ke daerah sensitifnya yang sedari tadi sudah mengeras , wanita itu memainkan benda itu dengan lihainya, menciuminya serta mengulumnya ,beberapa kali lidahnya bermain di sana , myungsoo yang tadinya terlihat santai tiba-tiba dengan gerakan sekejab ia merubah posisi wanita itu menjadi **** tubuh wanita itu
Dengan sekali hentakan myungsoo membenamkan juniornya dalam tubuh wanita tersebut, membuat wanita itu terus mendesah , beberapa kali ia mengucapkan jika ia menyukainya , myungsoo terus menggerakkan tubuhnya membuat irama yang sempurna, sampai tubuh bagian bawah wanita itu terasa basah
Myungsoo segera menarik dirinya, ia berdiri lalu meninggalkan wanita itu yang masih tergeletak lemas di atas ranjang
"Kenapa sayang? Kamu belum keluar bukan?" Tanya wanita itu heran, ia tau betul jika myungsoo belum mencapai kesenangannya
"Tugasmu sudah selesai dan kau sudah bisa pergi, untuk bayaranmu akan aku transfer ke rekeningmu" kata myungsoo tanpa menghentikan langkah kakinya, ia berjalan menuju kamar mandi
Sedangkan wanita itu hanya menatap myungsoo dengan tatapan aneh, tidak biasanya clientnya menghentikan aktifitas mereka di tengah-tengah bahkan sebelum clientnya mencapai puncaknya.
__ADS_1
Wanita itu berdiri dari tempatnya acuh, untuk apa mempedulikan hal itu? Yang penting ia mendapatakan bayaran penuh. Ia meraih pakaiannya dan mulai memakainya, sayup-sayup terdengar suara shower dari dalam kamar mandi, apa myungsoo mandi? Pikir wanita itu
"Jangan lupa di transfer ya sayang, jika kamu membutuhkanku lagi, kamu bisa menemuiku lagi" kata wanita itu tepat di depan pintu kamar mandi yang pasti tidak akan di dengar oleh myungsoo
Sepeninggal wanita itu, lima menit kemudian terdengar desahan melenguh dari kamar mandi , yang tidak lain adalah suara myungsoo.
**********
"Suzy waktunya makan malam" kata dylan sembari berjalan dengan semangkok nasi serta sup dan lauk pauk di atas nampan yang ia bawa, membuat suzy yang sedang asyik melamun terpaksa mengalihkan pandangannya
"Kak, kapan aku bisa pulang? Aku harus bekerja" dylan meraih kursi yang berada tak jauh dari ranjang suzy menariknya untuk di jadikan tempat dirinya berlabuh
"Cairan infusmu belum habis suzy, saat sudah habis kamu bisa pulang, sekarang waktunya makan singkirkan pikiran untuk segera bekerja terlebih dahulu, karena kesehatanmu juga penting" kata dylan sembari meletakkan nampan yang ia bawa di atas meja nakas, ia membantu suzy untuk duduk, matanya tak bisa membohongi dirinya , ia terus menatap bekas merah dari leher suzy , ingin sekali ia menanyakan darimana bekas itu muncul, tapi ia takut membuat suzy tidak nyaman karena pertanyaannya.
"Tapi aku juga butuh uang untuk ibu kan kak"
"Mau di suapi?" Tanya dylan yang langsung di tolak oleh suzy, membuat dylan sedikit terkekeh melihat tingkah konyol suzy saat menolaknya
"Suzy, kakak akan membantumu mengumpulkan uang itu, jadi kamu jangan terlalu khawatir, bukankah kamu sudah mendapatkan 40juta nya untuk uang muka?____jadi sembari menunggu donor jantungnya, kita bisa mengumpulkan uangnya bersama-sama, jangan khawatir kamu masih punya kakak" mendengar perkataan dylan entah kenapa hati suzy mencelos , ingatan semalam masih terputar terus di otaknya , ia merasa bersalah kepada ibunya serta dylan yang selalu menyayanginya seperti adiknya sendiri
"Ada apa suzy? Apa ada masalah?" Ini bukan sekedar pertanyaan dari dylan, sebenarnya dylan sedikit tau mungkin telah terjadi sesuatu oleh suzy sampai membuat gadis yang ia kenal sangat kuat ini sampai pingsan dan terlihat sangat tertekan.
Mendengar pertanyaan dylan, perasaan suzy semakin tercabik, seolah semua beban yang ia tanggung ingin sekali ia muntahkan , tangan suzy tiba-tiba bergetar, bahkan mangkuk nasi yang sedang ia bawapun ikut bergetar pula.
"Hu... hu... hu...." tangis yang selama ini suzy tahan akhirnya keluar juga, suzy yang tidak pernah menangis sekalipun di depan dylan hari ini terlihat sangat lemah
Tangan dylan terulur, merengkuh tubuh kecil suzy dalam pelukannya , dengan tangan mengelus rambut suzy
"Kak...." suzy tak mengatakan apapun selain terus memanggil dylan , seolah mengungkapkan ada sesuatu yang menjadi beban gadis itu tapi tidak bisa gadis itu ungkapkan bahkan kepada dylan sekalipun
"Tidak apa-apa suzy, menangislah__kakak ada di sini" dylan terus mengelus rambut suzy sembari mencoba menenangkan gadis itu
To Be Continued
I hope you enjoy with my story
Dont forget to leave a comment , like, and share if you like my story , and paipai
See you in the next part
@IzzanaJoo
__ADS_1