Le P.A.C.S

Le P.A.C.S
Part 11A


__ADS_3

Suzy yang baru keluar dari kamar mandi di kejutkan oleh keberadaan dylan yang ternyata sudah menunggunya di depan pintu keluar toilet wanita


"Kak dylan, kau mengejutkanku" kata suzy sembari mengelus dadanya, sedangkan lelaki yang ia ajak bicara hanya terkekeh lalu menarik pergelangan tangannya lembut


"Kita mau kemana kak?"


"Ayo makan, kamu belum makan kan" suzy tak menempis tangan dylan, ia tidak munafik karena perutnya memang sudah sangat lapar, kemarin ia hanya makan satu kali di siang hari dan itupun ia hanya makan gimbab kemasan yang di jual di minimarketnya , perutnya sangat keroncongan ingin di isi, tapi apalah daya suzy harus menghemat uangnya, terlebih lagi kini ia tidak memiliki pekerjaan apapun


Dylan mengajak suzy makan di sebuah resto yang terletak tepat di depan gedung rumah sakit, mereka sama-sama memesan bibimbab yang merupakan menu andalan mereka setiap kali mereka pergi makan keluar bersama


Sebelum makanan datang, dylan membuka obrolan terlebih dahulu


"Apa ada masalah denganmu suzy?" Mendapat pertanyaan yang tiba-tiba membuat suzy tertegun, kenapa dylan seolah ia bisa menebak apapun yang ada di kepala suzy , apa ekspresi wajahnya sebegitu kentaranya?


Suzy mengehal nafas sebelum menjawab pertanyaan dylan, sehingga semakin menguatkan tebakan dylan jika memang ada sesuatu yang sedang terjadi dengan gadis itu


"Kamu bisa cerita padaku suzy" suzy menatap dylan sebentar sebelum akhirnya ia membuka mulutnya


"Aku di pecat kak" kata suzy singkat yang sukses membuay dylan terkejut ,bahkan mulutnya sedikit terbuka mungkin karena saking ia terkejutnya

__ADS_1


"Bagaimana bisa?"


"Entahlah, dan kini aku bingung aku harus gimana, aku masih membutuhkan uang tambahan untuk operasi, tapi aku malah di pecat" dylan menatap suzy miris, entahlah dosa apa yang telah di lakukan leluhur suzy sebelum ini, sampai gadis di depannya ini selalu memiliki nasib yang malang, andai saja kebahagiaan bisa di sumbangkan , ingin sekali rasanyan dylan memberikan setengah dari kebahagiaan yang ia punya untuk suzy


Dylan menatap suzy dengan tatapan lembut, tatapan yang selalu ia perlihatkan di depan suzy, tatapan hangat dengan senyuman lembut yang selalu menghangatkan perasaan suzy, tatapan yang selalu bisa menenangkan suzy di saat suzy gunda sekalipun, entahlah bagi suzy orang paling berharga yang suzy miliki hanya ibunya serta dylan


"Suzy kamu jangan khawatir, kamu coba mencari kerja dulu di lain itu kakak akan membantumu mencari kerja juga, tapi ingat, jangan pernah lupa makan, kalau kamu tidak memiliki uang untuk makan, kamu bisa menelfon kakak , kakak akan membelikan kamu makanan, jaga kesehatanmu juga, karena kesehatanmu itu hal terpenting" suzy tersenyum cerah , ia menganggukkan kepalanya antusias, makanan mereka sudah datang mereka mengucapkan terima kasih kepada pegawai yang mengantarkan makanan mereka


"Kak, terima kasih karena selalu ada untuk suzy" dylan mengusap puncak kepala suzy sayang , tak lupa dengan senyum hangatnya pula


"Sudah kewajibanku"


                            **********


Beberapa hari ini myungsoo terus berkutat dengan banyak berkas , bahkan sudah 3 hari ia tak keluar dari rumahnya , sesekali ia memasak sendiri makanannya dan terkadang jika malas ia hanya memesan makanan cepat saji


*nada dering*


Myungsoo menaikkan sedikit kacamata yang ia kenakan, mencoba membaca siapa yang berani menelfon di saat ia sedang fokus belajar, ia bukannya terkena rabun, hanya saja matanya sering tidak fokus jika membaca tulisan terlalu lama dan banyak

__ADS_1


"Apa sih? Ganggu orang belajar aja" baru myungsoo mengangkat telfon itu tapi ia sudah menyengap si penelfon yang sudah berani mengganggunya


"Aku tak punya waktu main denganmu kim minseok, aku sudah menceritakan padamu jika 3 hari lagi aku akan di angkat sebagai CEO menggantikan papa, dan aku sedang menyiapkan diriku agar tidak mengecewakan papa" myungsoo menutup bukunya, melepas kacamata bulatnya lalu meletakkannya di atas meja tepat di depannya


"Hiss, baiklah aku akan kesana, lagipula aku sudah lapar ingin makan"


"Ya ya, sampai nanti" myungsoo meletakkan ponselnya setelah panggilan itu berakhir, ia meregangkan sedikit ototnya yang serasa kaku , ia berdiri menuju kamarnya untuk mandi dan bersiap menuju temannya


Entahlah temannya itu masih saja tidak berubah, entah kenapa pria itu tidak bisa untuk tidak meminta myungsoo bertemu sekali dalam seminggu, dan yang lebih membingungkan lagi adalah myungsoo yang tidak pernah bisa menolak ajakan temannya tersebut


                               ******


Seperti biasa myungsoo mengendarai mobil sport kesayangannya menuju restoran tempat ia dan minseok janjian, tubuh atletisnya ia bungkus dengan t-shirt polos berwarna hitam yang ia masukkan kedalam celana jeans berwarna hitam pula yang di lengkapi oleh gesper *ikat pinggang* t-shirt hitam polosnya ia tutupi dengan kemeja coklat yang sengaja tidak ia kancingkan untuk melengkapi style casualnya, bagaikan seorang ulzzang *kalo di indonesia seperti selebgram* ia keluar dari mobilnya dan berjalan dengan keren seolah sedang berjalan di catwalk, dan seperti biasa kedatangan myungsoo menarik perhatian sekitarnya , dan bukan myungsoo pula jika tahan tidak menggoda wanita-wanita yang terus menatapnya dengan mulut menganga tersebut


Sesampainya di restoran ia menuju meja dimana minseok sudah memesannya dan memberitahukannya lewat chat


"What's up bro" seperti biasa mereka melakukan tos dengan gerakan kekinian


"Tumben kau memakai kacamata myung? Apa matamu sudah rabun sekarang" Myungsoo tersenyum songong dengan gerakan seolah ia membenarkan kacamatanya yang turun, padahal kacamatanya masih berada pada posisinya

__ADS_1


"Temaku hari ini adalah cool, chic and sexy " ya ... hari ini myungsoo tidak menggunakan kacamata seperti biasanya , hari ini ia menggunakan kacamata bulat yang terbuat dari besi , tapi jika di lihat lagi itu hanyalah frame tanpa lensa , dan jika lebih di perhatikan lagi , daun telinga kanan myungsoo di hiasi oleh sebuah anting berbentuk salib , dengan dua anting berbentuk lingkaran di bagian atas telinganya , serta ia mengenakan kalung berwarna silver yang membalut lehernya, dan sepertinya minseok juga baru sadar dengan penampilan myungsoi setelah pria itu mengatakan temanya


"So baddas bro" mendengarkan celetukan minseok myungsoo hanya terkekeh membenarkan


__ADS_2