Le P.A.C.S

Le P.A.C.S
Part 21


__ADS_3

Setelah kejadian beberapa hari yang lalu di atap, keesokan harinya Myungsoo langsung mengeluarkan ke-5 orang tersebut, membuat banyak spekulasi beredar di kantornya tapi tidak ia hiraukan


Dan sejak saat itu pula entah kenapa Suzy jadi lebih sering ke ruangannya walau hanya sekedar untuk memberikan berkas agar segera ia tanda tangani atau sekedar ia cek, dan baginya itu karena takdir Bae Suzy yang harus menjadi miliknya, di garis bawahi pada bagian harus, karena ia bersumpah tidak akan memberikan gadis ternikmatnya untuk orang lain.


Dan seperti biasa, hari itupun Suzy mengetuk pintu ruangannya, ia berjalan masuk membawa berkas ditangannya, membuat Myungsoo tersenyum manis melihatnya.


"Maaf jika saya mengganggu anda, saya ingin menyampaikan berkas keuangan kepada anda" Myungsoo meletakkan remote tv yang ia genggam, yah... ia sedang bersantai menonton tv dengan segelas americano di sebelahnya, sejak proyek KFW di setujui untuk diproduksi dan harga saham perusahaannya yang semakin hari semakin naik membuat Myungsoo bisa sedikit bersantai dari biasanya


Myungsoo menerima berkas dari Suzy , ah... lebih tepatnya ia memegang tangan Suzy membuat gadis itu menatap Myungsoo terkejut, walaupun ini bukan pertama kalinya pria itu menggodanya tapi tetap saja ia masih terkejut oleh skinsip berlebih yang selalu pria itu lakukan padanya


Suzy berusaha menarik tangannya tapi Myungsoo malah menariknya dengan keras membuat tubuhnya terjatuh tepat di atas pangkuan Myungsoo


"Apa yang sajangnim lakukan?" Myungsoo tidak menjawab , ia hanya mengeratkan tanggannya pada pinggang Suzy lalu menyandarkan kepalanya pada lengan Suzy


"Sajangnim, jika..."


"Biarkan seperti ini Bae Suzy, tidak akan ada yang masuk" perkataan tegas Myungsoo membuat Suzy mengatupkan bibirnya, sebenarnya ia kesal tapi entah kenapa ia merasa kasihan dengan lelaki itu , ia yakin lelaki itu pasti sangat lelah, ia tau jika beberapa saat lalu perusahaan ini dalam masa krisis dan baru beberapa hari ini harga sahamnya sudah mulai naik dan banyak investor yang mulai melirik perusahaan mereka


Suzy menatap wajah damai Myungsoo dari samping, reflek tangannya terangkat berniat mengusap surai lelaki itu, tapi lelaki itu malah mengangkat kepalanya tiba-tiba membuat tangan Suzy mematung tepat di atas kepala lelaki itu


Myungsoo tersenyum menggoda menatap gadis yang kini ada dipangkuannya itu, ia tau apa yang akan gadis itu lakukan


Ia meraih tangan Suzy yang mengawang lalu menciumnya, lagi-lagi hal itu mengejutkan Suzy


"Apa kamu sudah mulai mengingatku?" Mata Suzy membulat mendengar bosnya menanyakan hal itu tiba-tiba "emm.. anda Kim Myungsoo sajangnim" jawab Suzy diiringi oleh tawa sumbang dari mulutnya


"Aku sudah bilang panggil aku Soo kan?"


"Tapi ini masih di kantor sajangnim" Myungsoo mengusap surai gadis itu lalu menciumnya, aroma green tea seperti biasanya "hanya ada kita disini sayang" tubuh Suzy meremang mendengar kata sayang keluar dari mulut Myungsoo, terlebih kata itu ditujukan padanya entahlah ia sedikit merasa jijik mendengar kata itu


"Masih belum mengingatku juga?"

__ADS_1


"Anda Kim Myungs..." Myungsoo menengadahkan wajahnya lalu menarik tengkuk Suzy membuat bibir mereka bertemu bahkan sebelum kalimat Suzy terselesaikan


Ia mulai menciumi gadis itu dengan lembut, awalnya Suzy terkejut dan mendorong bahu pria itu tapi tidak berefek karena tangan kanan pria itu memeluk pinggangnya agresif dengan tangan kiri yang menekan tengkuknya


Naluri Suzy akhirnya ikut mengalir seiring dengan ciuman Myungsoo yang lembut namun semakin lama semakin memburu, bibir Suzy yang tadinya terkatup akhirnya terbuka karena lidah Myungsoo yang terus bermain di sana, mengetuk bibirnya agar terbuka dan membiarkan lidahnya bertamu


Lidah Myungsoo bermain di sana, menjelajahi seisi mulut gadis itu, sesekali ia mengigit bibir gadis itu lembut membuat gadis itu mengadu tertahan, lidahnya mulai kuwalahan mengikuti alur lidah Myungsoo yang cepat membuat Myungsoo menjauhkan wajahnya dari wajah Suzy yang memerah


Ia menatap dalam wajah gadis di depannya yang mulai membuka matanya perlahan dengan bibir yang memerah karena ulahnya


"Sudah berapa kali kamu berciuman?" Tanpa saringan Myungsoo bertanya membuat Suzy mengerjapkan matanya 'eh?' Ia tidak tau harus menjawab apa, sehingga mulutnya hanya mengeluarkan suara aneh alih-alih sebuah jawaban


"Sudah dengan siapa saja kamu berciuman? Kenapa masih kaku sekali?" Suzy mengerucutkan bibirnya kesal, bagaimana bisa lelaki itu berfikir seperti itu, ia kira ia wanita murahan yang bisa dicium oleh siapapun? Dalam hatinya mencuit jika kesalahan ia terbawa arus oleh ciuman lelaki psyco itu


"Wae? Jangan bilang kamu belum berciuman lagi setelah saat itu" wajah Suzy semakin kesal mendengar perkataan asal Myungsoo dan yang lebih membuatnya kesal adalah karena perkataan pria itu memang benar


"YA YA, AKU TIDAK BERCIUMAN DENGAN SIAPAPUN SELAIN KAMU, APA KAMU PUAS EOH? bahkan aku tidak membiarkan siapapun memenggang tubuhku seenaknya selain kamu" karena kesal tanpa sadar Suzy menaikkan suaranya dan akhirnya semakin melirih setelah ia bertanya apa lelaki itu puas,dan tanpa sadar pula ia mengatakan hal yang tidak perlu seperti itu


Myungsoo tersenyum mendengar perkataan pelan Suzy yang masih terdengar telinganya karena gadis itu masih duduk di atas pangkuannya


Ia semakin mengeratkan pelukannya dengan senyum cerah di wajahnya


"Jadi kamu sudah mengingatku kan?" Ia kembali menyambar bibir gadis itu lalu melepaskan lagi


"aku akan mengajarimu bagaimana caranya berciuman yang benar" membuat Suzy reflek berdiri dan memasang kuda-kuda yang sukses membuat Myungsoo tertawa renyah melihat pose aneh gadis itu, untung cantik batin Myungsoo


******


Sejak kejadian itu entah kenapa Suzy jadi sering ke ruangan Myungsoo, entah sekedar untuk memberikan berkas dan atau karena hal lainnya dan itupun karena suruhan teman-temannya yang entah sejak kapan suka meminta bantuannya untuk berhadapan dengan CEO yang kata mereka kejam, teliti, perfectsionis dan tegas itu tapi menurutnya alih-alih tegas CEOnya itu lebih pantas dibilang gila, aneh, mesum dan sejenisnya yang buruk.


Bagaimana tidak, setiap ia bertemu lelaki itu ia pasti digoda, tidak cukup hanya dengan ucapan ia selalu melakukan skinsip berlebih padanya, selalu meracau 'panggil aku soo' setiap kali ia memanggilnya sajangnim, dan tidak jarang pria itu juga tiba-tiba menciumnya penuh nafsu sampai ia sendiri bisa merasakan kerasnya aset lelaki itu menusuk perutnya atau terkadang ia hanya sekedar memeluknya dengan wajah lesu

__ADS_1


Ia kesal memang, seolah ia bekerja untuk menjual diri kepada bosnya, ia merasa di lecehkan karena bosnya yang terus melakukan skinsip berlebih padanya, memeluknya tiba-tiba, menciumnya penuh nafsu, yah... walaupun sesekali ia menikmatinya juga.


Bagaimanapun ia seorang wanita dewasa, dan bosnya___bisa di bilang cukup tampan walaupun dia sedikit tidak normal dan tingkat kenarsisannya yang errrr sungguh super duper tinggi, kalau saja bukan karena isi kontrak yang ia tanda tangani ia sudah keluar dari perusahaan ini, ia tidak ingin mengeluarkan uang 100 juta cuma-cuma hanya karena bos sialannya itu


Hari ini Suzy mengambil lembur karena pekerjaannya sangat banyak, tadi Jihyo meminta bantuannya untuk merevisi pekerjaannya yang harus dikumpulkan esok hari, ia kesal sebenarnya karena itu bukan pekerjaannya, tapi ia juga kasihan dengan wanita itu karena ia juga harus mengerjakan laporan yang harus selesai lusa, sehingga mau tidak mau ia membantunya


Ia membuat kopi untuknya sendiri di dapur kantor, ia melirik sekitarnya yang sudah senyap hanya tinggal dirinya seorang. Ia bergidik ngeri membayangkan hal-hal buruk contohnya seperti tiba-tiba ada penampakan atau sejenisnya?


Suzy menggelengkan kepalanya mencoba mengusir fikiran buruk dari dalam kepalanya


"Cepat selesaikan Suzy.. dan cepat pulang" Suzy melanjutkan pekerjaannya dengan cepat, sesekali ia menyesap kopinya guna mengusir rasa kantuk yang mulai menyerang matanya


Tak tak__tak tak__tak


"Huah akhirnya selesai" Suzy merenggakkan otot-ototnya yang kaku lalu melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya , betapa terkejutnya ia melihat jam yang menunjukkan pukul 1, tanpa ia sadari ia sudah bekerja sampai semalam ini


Suzy membereskan mejanya dengan terburu-buru


"Ayo cepat, sudah semalam ini" Suzy berjalan menuju dapur membawa gelas kopinya yang sudah kosong serta tas kerjanya


"Tidak ada bus semalam ini, apa aku naik taxi saja? Atau minta jemput kak Dylan ya?"


Tuk tuk


Suzy yang sedang bermonolog dengan dirinya sendiri menghentikan langkah kakinya saat matanya menangkap sepasang sepatu berhenti lumayan jauh dari tempatnya berdiri tapi masih bisa ia lihat dari sudut matanya, Suzy menoleh menatap si pemilik sepatu itu dengan pandangan bertanya, ia tidak mengenal si empunya


"Bae Suzy ya?"


To Be Continued


ci vediamo,

__ADS_1


@Izzana Joo


__ADS_2