
Di hari yang terik ini, suzy berjalan dengan beberapa amplop berisi lamaran kerjanya, beberapa hari ini suzy terus mencari pekerjaan , beberapa kali ia meletakkan lamaran di beberapa toko yang menurutnya sesuai dengan akademinya tapi sampai saat ini tidak satupun yang memanggilnya untuk bekerja, hal ini membuat suzy benar-benar frustasi , uangnya sudah semakin menipis sedangkan ia tidak kunjung mendapatkan pekerjaan pula.
Suzy berjalan menuju vending machine , ia mengambil beberapa uang koin lalu memasukkannya, menekan salah satu cola dengan harga termurah yang tidak menguras kantong
Bunyi gemeradak *ini bahasa jawa ya, entahlah aku kurang tau bahasa indonesianya apa* dari mesin itu membuat suzy menunduk, mengambil sekaleng cola yang keluar dari sana , ia membuka penutup cola tersebut, menegakknya sampai tersisa setengah
Ia membuka tas yang ia bawa , menggeledah isinya mencari ponselnya yang sedang berbunyi, ia yang kini sedang duduk di kursi yang terletak tak jauh dari vending machine tadi meletakkan beberapa amplop coklat di sebelahnya
Ia menarik tombol hijau saat ia melihat nama dylan yang tertulis di atas layar ponselnya
"Iya kak? Aku sedang di jalan masih mencari pekerjaan" wajah suzy berubah lesu saat dylan menanyakan apa ia belum juga mendapat pekerjaan
"Belum kak, sungguh sangat susah ternyata mencari pekerjaan dengan biografi pendidikan sepertiku" suzy tersenyum tipis saat dylan memberinya semangat di balik terfon, yah.. seperti dylan yang biasanya
'Apa nanti malam kamu senggang?' Tanpa berfikir suzy langsung menjawab pertanyaan dylan
"Tidak ada"
'Syukurlah, aku ingin mengajakmu ke resto yang baru buka di depan green park, katanya sampyeopsal di sana sangat enak' suzy sedikit memekik dan mengiyakan ajakan dylan, beberapa waktu yang lalu ia lewat depan sana, dan resto tersebut sangat ramai , mungkin karena menu di sana enak seperti yang dylan katakan
'Baiklah, aku akan menjemputmu di rumahmu pukul 8 malam nanti' suzy menyetujuinya sebelum akhirnya ia kembali mengantongi ponselnya saat sambungan telfon sudah terputus
*******
Di hari pertama myungsoo menjabat menjadi CEO , myungsoo sudah di sibukkan oleh tumpukan dokumen yang sudah harus ia cek , padahal papanya tidak pernah tidak datang ke kantor kecuali hanya saat hari minggu , dan kalaupun papanya tidak ke kantorpun masih ada kakaknya yang bisa menghandle pekerjaan papanya tapi kenapa masih sebanyak ini dokumen yang harus ia cek, apa memang seperti ini hari-hari papanya menjadi CEO? Atau ini imbas dari menurunnya harga saham perusahaan mereka?
Tok tok
"Masuk" kata myungsoo tanpa menoleh
Seorang wanita masuk dari balik pintu, yang tidak lain adalah sekretaris papanya yang otomatis sekarang menjadi sekretarisnya, entahlah apa yang papanya pikirkan saat memilih sekretaris dulu, di luar pengetahuan, kecakapan dllnya memang ia unggul, tapi dari segi penampilan ... errr sepertinya ia seorang ibu beranak 2 dengan wajah pas pasan, keriput di mana-mana, tidak ada satu aset yang bisa memanjakan mata myungsoo, kalau saja myungsoo yang mencari sendiri sekretarisnya aspek pertama yang harus diperhatikan adalah penampilan, wajah cantik tanpa cela, tubuh yang bagus dan kalau beruntung seharusnya ia juga sexy
"Sajangnim 1 jam lagi kita ada meeting pembahasan proyek K For W"
"Ya saya mengerti, apa berkasnya sudah di siapkan?" Dan baru sekarang akhirnya myungsoo mengangkat kepalanya menatap wanita yang sedang berdiri di depannya, sedikit terpaksa sebenarnya, ia merasa tumpukan kertas di depannya jauh lebih menarik ketimbang wajah wanita di depannya
"Ini berkas untuk meeting nanti sajangnim" myungsoo mengangguk lalu kembali fokus membaca kumpulan dokumen di depannya
__ADS_1
"Letakkan di atas meja, setelah ini akan aku pelajari" sekretaris song meninggalkan berkas itu di atas meja myungsoo , ia sedikit membungkuk sebelum akhirnya pergi, myungsoo tak sedikitpun menatap sekretarisnya itu , ia terus terfokus oleh dokumen yang ada di depannya
********
"Suzy" suzy menoleh saat mendengar seseorang memanggil namanya yang tidak lain adalah hyuna, beberapa menit yang lalu hyuna mengajaknya bertemu karena ada barang suzy yang masih tertinggal di penthouse miliknya dan disinilah akhirnya ia berada, di sebuah cafe yang terletak tak jauh dari tempat terakhir suzy
Entah setan apa yang merasuki hyuna , wanita itu datang tidak dengan pakaian sexy seperti biasanya melainkan dengan pakaian casual, ia mengenakan celana jeans yang ia padukan dengan blouse biru bergaris, walaupun bajunya sangat tertutup dan juga longgar tapi entah kenapa dimata suzy atau dimata orang-orang juga hyuna tetap terlihat sexy, bahkan wajahnya tanpa riasan hanya bibirnya yang ia poles dengan lipstik berwarna coral
Hyuna datang dengan 1 paper bag di tangan kirinya dengan tangan kanan melambai lalu berjalan kearah suzy, wajahnya sangat cerah dengan senyum cerah yang mampu menular ke suzy
"Maaf suzy, kamu pasti sudah menungguku lama ya?" Hyuna meletakkan paper bagnya di bawah lantai lalu ia duduk tepat di depan suzy
"Tidak kak, aku kan memang ada di sekitar sini tadi, lagi pula di luar cuacanya terik" tanpa sengaja mata hyuna melihat beberapa tumpuk amplop coklat di sebelah suzy yang sukses menarik perhatiannya
"Itu apa suzy?" Suzy menoleh mengikuti arah pandangan hyuna
"Ah .. itu lamaran kerja, aku baru saja di pecat dari tempat kerjaku kak" wajah hyuna terlihat terkejut
"Aku pesankan minum dulu ya, nanti kamu bisa menceritakannya padaku_____ kamu mau minum apa suzy?"
"Caramel machiato" hyuna mengangguk mengerti lalu pergi meninggalkan suzy menuju cashier untuk memesan minuman, beberapa saat hyuna datang dengan dua gelas serta dua slice cake di atas nampan yang ia bawa
"Sepertinya bosmu memang sudah ingin memecatmu dari lama ya suzy?" Suzy mengangguk setuju, dari sikapnya saja suzy sudah tau jika bosnya tidak suka dengannya, padahal selama ini pekerjaan suzy tidak pernah tidak ada yang tidak beres .. yah hanya satu sih yang suzy sadar kesalahannya , yaitu ia sering berhutang
"Ah.. kalau tidak salah di Maxime sedang membutuhkan karyawan deh suzy?" Tanpa berfikir lagi suzy langsung menggelengkan kepalanya, ia sudah berjanji tidak akan terjun kedunia itu lagi
"Maaf kak, aku sudah tidak ingin masuk kedunia itu lagi, aku tidak mau terjebak di dalamnya" kalau suzy masuk ke dunia itu lagi kemungkinan untuknya bertemu dengan myungsoo akan semakin besar , dan ia tidak mau bertemu atau bahkan berurusan dengan lelaki macam itu lagi
"Tidak suzy, bukan pekerjaan yang seperti aku atau pekerjaan kotor seperti yang kamu fikirkan, hanya pekerjaan pelayan biasa" suzy lagi-lagi menggelengkan kepalanya keukeuh
"Kamu bisa merubah penampilanmu jika kamu tidak ingin terlihat mencolok, kamu bisa bekerja di sana sembari menunggu kamu mendapatkan pekerjaan lainnya____ clubnya hanya buka saat malam hari, jadi pagi sampai siang kamu bisa mencari pekerjaan lainnya" mendengar masukan hyuna membuat suzy tergiur, ia sedang membutuhkan uang, tidak mungkin juga ia terus menganggur seperti ini
"Apa boleh kak?" Hyuna menganggukkan kepalanya pasti
"Pelayan disana tidak di tentukan dari fisik, lagi pula selama kamu menjadi pelayan tidak akan ada yang berani mengganggu kamu atau bahkan menggodamu, karena keselamatan pelayan di sana di tanggung oleh maxime, tapi itu selama kamu berada di club, kalau kamu sudah berada di luar maka itu urusanmu sendiri"
"Akan aku fikirkan dulu ya kak" hyuna mengangguk mengerti , suzy fikir ia harus meminta masukan dylan terlebih dahulu, ia tak ingin salah mengambil langkah seperti beberapa minggu yang lalu
__ADS_1
"Ah iya , tadi aku dengar dari supir taxi kalau diva corp sedang membuka lowongan pekerjaan, mungkin kamu bisa mencoba melamar pekerjaan di sana suzy" suzy mengerucutkan bibirnya, andai saja ia bisa
"Aku hanya lulusan SMA kak, sudah pasti aku tidak akan di terima" jawab suzy dengan wajah melas
Hyuna mengibaskan tangannya tak setuju
"Bekerja di diva corp bukan berarti kamu harus bekerja di bagian inti perusahaan kan? Kamu bisa bekerja menjadi cleaning service atau apapun yang sesuai dengan pendidikanmu" ah iya... suzy tidak berfikir sampai sana, karena sudah beberapa hari ini ia terus di tolak sampai menurunkan rasa percaya dirinya
"Kamu bisa mencobanya terlebih dahulu suzy, urusan di terima atau tidak bukannya kamu sudah berusaha?" Suzy mengangguk setuju, singkirkan dulu harga diri dan terus pasang rasa percaya diri yang tinggi, karena yang terpenting sekarang adalah bagaimana caranya ia bisa mendapatkan uang
"Nanti akan aku kirimkan alamatnya , sekalian aku tanyakan ke beberapa kenalanku siapa tau ada lowongan di tempat lainnya"
"Ah iya, ini bajumu yang tertinggal di rumahku" suzy menghela nafas lega lalu menerima paper bag dari hyuna, dengan segera ia membuka paper bag tersebut lalu membongkarnya tapi seketika wajahnya terlihat panik
"Apa tidak ada barangku lainnya yang tertinggal kak? Apa hanya baju ini?" Hyuna mengangguk dengan wajah bingung, hari itu hyuna memberikan gaunnya kepada suzy dan setelah suzy berganti pakaian hyuna langsung meletakkannya ke tempat yang terpisah dari bajunya agar menghindari kemungkinan tertukar ataupun hilang
"Hanya itu suzy, apa ada yang tertukar? Atau ada yang kurang?"
"Kalungku hilang kak, kalung pemberian ibu, ku kira tertinggal di rumah kakak" hyuna menggelengkan kepalanya , seketika ingatannya teringat oleh sesuatu
"Atau terjatuh di tempatmu sama tuan 250 juta?" Suzy yang tadinya menundukkan kepalanya dengan ekspresi lemas langsung mengangkat kepalanya , pria 250 juta? Apa maksud hyuna pria pshyco?
"Beberapa waktu yang lalu pria itu datang ke club mencarimu" suzy sedikit memekik tak percaya, untuk apa lelaki itu mencarinya? Bukankah urusan mereka sudah selesai
"Untuk apa ia mencariku?"
"Entahlah, katanya ada barangmu yang tertinggal, atau mungkin kalung itu?" Suzy berfikir sebentar, ia meninggalkan ceknya juga di meja nakas, ia tak bisa menyimpulkan jika barangnya yang tertinggal itu kalung atau malah cek tersebut
"Lalu? Apa ia memberikannya padamu?" Hyuna menggelengkan kepalanya, dengan ekspresi seolah mengatakan jika lelaki itu aneh karena tidak memberikan barang tersebut padanya
"Ia tak memberikan apapun padaku, tapi ia sempat bertanya tentangmu?" Wajah suzy berubah was was, takut-takut jika hyuna mengatakan hal yang tidak perlu pada lelaki itu, sebelum akhirnya hyuna menjelaskan jika ia tak mengatakan apapun pada pria itu sesuai dengan kontrak mereka, tapi hyuna tidak menceritakan pada suzy jika ia sudah membocorkan alasan suzy mengikuti lelang tersebut, suzy tidak dalam masalah bukan jika ia membocorkan alasan gadis itu? Toh alasannya bukan untuk hal yang buruk.
To Be Continued
I hope you enjoy with my story
Dont forget to leave a comment , like, and share if you like my story , thanks you and paipai
__ADS_1
See you in the next part
@IzzanaJoo