Le P.A.C.S

Le P.A.C.S
Part 29


__ADS_3

Matahari pagi sudah mulai nenampakkan batang hidungnya menyinari sebagian belahan bumi.


Myungsoo melangkahkan kakinya mendekati seorang gadis yang sedang duduk di atas sofa empuk miliknya sembari menonton tayangan televisi pagi itu.


Saat si gadis mendapati kehadiran sosok pria yang sejak kemarin ia jauhi karena rasa kesal akan sosok lelaki itu ia memalingkan wajahnya dengan wajah gondok.


Pria itu duduk berjongkok didepan si gadis mencoba menatap wajah gadis itu "sayang, aku akan berangkat bekerja" gadis itu hanya diam tanpa berniat menjawab perkataan si pria membuat si pria menghela nafas berat, dicuekkan sejak kemarin bahkan sejak kemarin ia tidak mendengar sepatah katapun yang keluar dari bibir gadis itu membuatnya frustasi, baru kali ini gadis ini mendiaminya.


"Masih marah eoh?" Myungsoo berusaha meraih tangan Suzy namun dengan cepat ditempis oleh gadis itu "jangan lama-lama dong Bae Suzy marahnya" seperti angin lalu , Suzy tidak sedikitpun bergeming akan ucapan Myungsoo membuat Myungsoo kembali menghela nafas berat.


Ia berdiri dari duduknya lalu menundukkan tubuhnya membuat wajahnya sejajar dengan wajah Suzy walaupun gadis itu masih menghindari pandangan dengannya.


"Jangan lupa untuk makan, kalau ada apa-apa cepat hubungi aku, mengerti?" Tanpa menunggu jawaban dari si gadis yang ia tau ia tidak akan memperoleh jawaban juga, ia mencium kilat kening Suzy lalu segera angkat kaki dari sana .


Sepeninggal Myungsoo, Suzy seketika mendengus dengan tangan mengusap kasar keningnya yang baru saja Myungsoo cium "sialan, phsyco mesum tidak tau diri, mengesalkan"


******


"Ke taman lagi nona?"


"Em"


Hari ini matahari sudah semakin merendah menyisahkan sinar-sinar temaram yang tidak lagi menyengat karena hari yang semakin sore.


Seperti biasa, seperti sudah menjadi sebuah kebiasaan bagi Suzy jika setiap hari di jam dan waktu seperti saat ini ia akan berjalan-jalan keliling kompleks dan akhirnya berhenti di taman kompleks , dan sama seperti hari ini juga.


Suzy yang masih setia duduk di atas kursi rodanya ditemani oleh Suster Go yang mendorong kursi rodanya dari belakang, mereka berhenti sejenak atas permintaan Suzy karena matanya yang menangkap pemandangan seorang anak kecil yang sedang berlatih berjalan ditemani oleh kedua orang tuanya , sesekali si anak kecil itu terjatuh namun ia malah tertawa membuat Suzy ikut tertawa pula.


"Seharian ini saya tidak melihat nona tertawa sama sekali" Suzy menatap Suster Go sebentar , terdapat ekspresi lega dari raut wajah Suster Go .


Kalau diingat lagi memang ia belum tertawa sedikitpun seharian ini, entahlah dikurung didalam rumah seorang pria yang sejak kemarin membuatnya kesal semakin membuatnya kesal.


"Ya... karena aku kesal sama Kim Myungsoo" uh.. bahkan hanya sekedar menyebut namanya saja rasa kesal dalam diri Suzy semakin menguar .


Suster Go tertawa pelan "kenapa dengan tuan? Seingat saya nona dengan tuan sering sekali cekcok walaupun pada akhirnya akan baikan dan kembali akur" Suzy mencebikkan bibirnya mendengar perkataan Suster Go yang memang ada benarnya, jika di ingat lagi memang benar namun itu semua karena pria itu yang terlampau menyebalkan, sifat bossy dan suka mengaturnya itu yang sungguh sangat menyebalkan baginya.


"Ya... itu karena sifat bossynya itu, tidak pernah sedikitpun mendengarkan perkataanku dan menganggap semua yang ia lakukan itu demi kebaikanku" Suster Go kembali terkekeh .


"Seperti yang anda tau, saya sudah lama bekerja dikeluarga tuan muda, dan memang seperti itu orangnya, belum ada satupun orang yang bisa mengaturnya" Suzy mengangguk setuju, kalau dari dulu memang tidak ada yang bisa mengaturnya lalu siapa dia bisa berharap didengarkan oleh seorang Kim Myungsoo?

__ADS_1


"Bukankah besok waktunya anda melepas gips anda?" Suzy seketika mengangguk dengan semangat , waktu yang sudah ia tunggu-tunggu dari jauh hari.


Suster Go kembali mengangguk "lalu apa setelah itu nona akan masih tetap tinggal dirumah tuan?" Suzy mengangguk masih dengan senyum cerahnya.


"Untuk apa? Aku tinggal dirumahnya karena aku sakit dan dia tidak percaya jika aku bisa menjaga diriku sendiri, ketika kakiku sudah sembuh maka saat itu pula aku akan keluar dari rumah itu" wajah Suster Go terlihat sedikit murung, Suzy sedikit bisa merasakan apa yang Suster Go rasakan.


Selama ia tinggal dirumah itu ia selalu ditemani oleh Suster Go kemanapun ia pergi, dipilihkan baju, didandani , bahkan Suster Go pula yang selalu mendengar keluh kesah Suzy entah itu tentang Myungsoo atau apapun yang membuatnya kesal, ia sudah menganggap Suster Go sebagai kakaknya sendiri.


"Kalau nona sudah tidak tinggal dirumah lagi, nona jangan lupa memberiku kabar ya, sering-seringlah pula untuk bertemu denganku" Suzy kembali terkekeh , ia menepuk pelan tangan Suster Go menenangkan.


"Iya tenang saja, lagi pula besok aku masih dirumah itu"


"Tapi aku tidak ada jadwal untuk kerumah esok hari karena sudah ada tuan dirumah" Suzy mencebikkan bibirnya lalu mengangguk mengerti , ia lupa pasti Myungsoo tidak akan memperbolehkan orang lain datang kerumah karena sudah ada ia dirumah.


Ngomong-ngomong tentang Myungsoo, ponsel Suzy tiba-tiba berbunyi menampilkan nama 'CEO Gila' dilayarnya yang langsung Suzy matikan tak berselang lama ganti ponsel Suster Go yang berbunyi dan juga menampilkan nama Myungsoo di layarnya "nona ada telfon dari tuan"


Sebelum Suster Go sempat mengangkat tlfnnya Suzy memperingatkannya terlebih dahulu "jangan diangkat" Suster Go terlihat bingung dan sedikit menimbang.


"Nanti tuan khawatir nona" setelah itu nada dering di ponselnya mati menandakan jika sesi tolfonnya sudah selesai.


"Sepertinya tuan sedang mencari anda" Suzy menggedikkan bahunya acuh "biarkan, aku tidak ada niat berbicara dengannya"


Suzy yang baru saja masuk kedalam rumah Myungsoo dikejutkan oleh kehadiran bibi Hwang yang tiba-tiba berlari kearahnya dengan wajah panik.


"Nona kemana saja? Kenapa tidak mengangkat telfon tuan" Suzy menggedikkan bahunya tidak peduli "aku sedang tidak ingin berbicara dengannya bi"


"Syukurlah nona sudah kembali , tuan muda baru saja telfon meminta nona bersiap-siap nanti jam 8 malam tuan akan menjemput nona" Suzy mengerutkan dahinya tidak nengerti "menjemput? Kemana? Kenapa mendadak sekali sih"


"Tuan tidak mengatakan apapun selain itu nona, saya tidak tau" Suzy mendengus kesal, ia memberi isyarat suster Go untuk kembali mendorong kursi rodanya menjauh.


"Katakan padanya aku lelah dan aku tidak ingin pergi kemanapun dengannya" bibi Hwang ikut berjalan mengikuti kemana Suzy pergi dengan wajah khawatir.


"Tapi tuan bilang tidak ada bantahan nona" dalam hati Suzy mencuit betapa bossynya pria itu , suster Go yang sedari tadi hanya diampun akhirnya ikut angkat bicara "sebaiknya nona ikuti saja kata tuan,  kalau nona terus berontak nanti bibi Hwang yang kena akibatnya karena dianggap lalai mengerjakan tugasnya"


Suzy menatap bibi Hwang yang sedang menatapnya dengan pandangan khawatir , wanita tua seumuran ibunya yang masih bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, dalam dirinya seolah ia sedang berkaca betapa sulitnya mencari dan mempertahankan pekerjaan yang sudah kita dapatkan.


Suzy mendesah pelan sebelum akhirnya ia mengambil keputusan untuk pergi.


Setelah keputusan itu kini akhirnya Suzy sedang berada di ruang make upnya , seperti biasa di temani suster Go di belakangnya sedang merapikan rambutnya.

__ADS_1


"Kenapa nona terus cemberut dari tadi?" Ya... sejak ia mengemukakan keputusan yang tidak ia ambil dari hatinya itu ia terus cemberut tanpa batas, sungguh ia sedang tidak ingin bertatap muka dengan pria itu apalagi sampai pergi berdua dengannya.


"Aku masih enggan bertemu dengannya, aku masih kesal dengannya"


"Mungkin ini cara tuan muda untuk menghilangkan rasa kesal anda padanya" Suzy masih mencebikkan bibirnya, ia tak ingin mengambil kesimpulan seperti itu, tidak mau terlalu berharap tinggi pada sosok lelaki psycho itu.


"Coba lihat" suster Go memperhatikan penampilan Suzy dari atas sampai bawah.


Tubuh gadis itu dalam balutan dress light coral bermotif bunga selutut dengan lengan panjang yang menutupi lengan panjangnya secara sempurna, rambut coklatnya dibiarkan tergerai panjang tanpa hiasan apapun di tambah dengan riasan bertema coral pula pada wajahnya lalu kakinya ia balut dengan sepatu high heels berwarna light coral senada dengan bajunya, membuat suster go selaku make up artisnya tersenyum puas melihat hasil dari maha karya yang telah ia ciptakan.


"Anda sangat cantik nona" Suzy tersenyum kecil sampai suara ketukan pintu menginterupsi mereka diikuti oleh masuknya bibi Hwang "nona , tuan muda sudah menunggu anda di luar"


Suzy membuang nafasnya sebentar "tenang nona, saya yakin ini caranya tuan untuk menghibur anda" suster Go mulai mendorong kursi roda yang Suzy tumpangi keluar rumah menampakkan sosok mobil sport milik CEO Diva yang sudah terparkir disana , dan saat itu pula pintu kemudi terbuka menampakkan mahkluk ciptaan tuhan yang sangat sempurna dalam balutan pakaian casual, dimana pria ini menemukan pakaian itu?


Pria itu tersenyum mendapati sosok wanita yang ia klaim miliknya sudah duduk di depan matanya dengan cantiknya, seolah paham jika kedua insan ini sedang membutuhkan waktu berdua Suster Go pun membungkukkan tubuhnya undur diri.


Myungsoo berjalan mendekat dimana Suzy berada, tak menghiraukan bibir Suzy yang sudah mengerucut bak bebek betina yang sedang merajuk.


"Kau sangat cantik hari ini sayang" Suzy menggerutu pelan karena lagi-lagi ia di panggil dengan sebutan sayang oleh lelaki menyebalkan ini.


"Jadi maksudmu kemarin-kemarin aku jelek gitu?" Myungsoo terkekeh pelan lalu mengambil alih kursi roda itu untuk didorongnya "kau selalu cantik seperti biasanya, namun hari ini kau jauh lebih sangat cantik" Suzy mendesis mendengar pujian yang keluar dari bibir tipis Bosnya itu , ah... apa ini bisa disebut sebuah pujian? Atau malah sebuah godaan? Entahlah spesies lelaki buaya sepertinya sungguh tidak bisa dipercaya.


"Kau akan membawaku kemana?" Mobil Myungsoo sudah mulai berjalan menyusuri jalanan Seoul yang sudah mulai gelap hanya di penuhi oleh pendaran lampu-lampu jalan serta gedung yang bergemerlip indah di tengah hitamnya malam.


"Ke hotel" Suzy reflek menegakkan tubuhnya , memandang pria yang duduk santai di sebelahnya, pria yang masih dengan konsentrasi penuh pada hal yang ada didepannya.


"Ke..kenapa kesana?" Ah sialan, tidak mungkin kan lelaki itu akan melanjutkan aktifitasnya yang tertunda esok tadi? Tidak mungkin kan pria itu masih dengan mood yang sama dalam rentang waktu yang lama? Tidak mungkin..... ahhh dalam kepala Suzy ingin sekali ia berteriak dan menyesali telah mengambil keputusan untuk pergi , persetan dengan perkataan suster Go , apa yang ada dalam kepala pria ini tidak akan jauh dari hal-hal kotor, jorok dan mesum hanya seputaran itu tidak ada yang lain lagi, atau mungkin pria ini hidup memang hanya untuk itu?


Kali ini Myungsoo mengalihkan pandangannya menatap Suzy, ia terkekeh pelan , suara kekehan yang memekakkan ditelinga Suzy seolah itu adalah bentuk ancaman untuknya.


"Untuk apa lagi sayang? Aku ingin melanjutkan apa yang perlu dilanjutkan" wajah Suzy bersemu merah, bukan karena malu atau sedang menahan gejolak pada dirinya namun lebih ke perasaan marah dan ingin melompat dari sana , sialan... pria sialan... sialan ... kakinya juga ikut menyebalkan.


To Be Continued


I hope you enjoy with my story


Dont forget to leave a comment , like, and share if you like my story , thanks you and paipai


Ci vediamo,

__ADS_1


@IzzanaJoo


__ADS_2