Le P.A.C.S

Le P.A.C.S
Part 24


__ADS_3

Myungsoo mengamati wajah damai Suzy yang sedang tertidur lelap, wajah cantiknya di penuhi oleh luka lecet tubuhnya terbungkus rapi oleh setelan baju rumah sakit menyembunyikan kakinya yang di bungkus oleh perban serta gips karena tulangnya yang sedikit bergeser efek dari terjatuhnya ia dari tangga, di usapnya surai coklat gadis itu dengan sayang, melihat kondisinya yang seperti ini membuatnya prihatin, Suzy yang selalu ceria, Suzy yang suka mengomel padanya, Suzy yang selalu berwajah serta bersikap jutek padanya bisa terlihat selemah ini


Gadis itu terus menangis serta beberapa kali berteriak meminta tolong, Myungsoo bisa merasakan sakit yang gadis itu rasakan dari setiap teriakan yang keluar disela tidurnya sampai ia sendiri tak bisa tidur dan terus terjaga, bahkan tangan kekarnya terus menggenggam tangan Suzy berharap kekuatannya bisa tersalurkan ke gadis itu


Tok tok


Myungsoo menoleh mendapati Minseok yang berdiri di ambang pintu dengan sebuah tas yang ada di lengannya serta sebuah paper bag di tangan kanannya , ia membelai wajah gadis itu pelan lalu beranjak menghampiri Minseok, dan akhirnya mereka duduk di salah satu kursi yang ada di depan ruangan Suzy, Minseok mengulurkan paper bag yang ia bawa sesaat setelah mereka duduk


"Ini untuk baju gantimu" Myungsoo menerima paper bag itu lalu meletakkannya di atas kursi yang ada disebelahnya, hari sudah berganti dan Myungsoo masih memakai pakaiannya yang kemarin , bahkan beberapa tetes darah masih membekas pada t-shirt yang ia kenakan "bagaimana dengan pria itu?"  Minseok mengulurkan berkas yang ia bawa yang tidak lain adalah data diri dari pria yang tadi malam menyerang Suzy


"Nama pria itu adalah Jung Joon Young dari bagian IT" Myungsoo membaca data diri dari pria brengsek bernama Jung Joon Young itu, ternyata ia salah satu orang IT terbaik di perusahaannya, tapi sayangnya sikap dan mentalnya tidak sebaik prestasinya


"kini ia sudah ada dipenjara sesuai maumu" Myungsoo menutup berkas itu lalu memberikannya kepada Minseok lagi,


"Bagaimana bisa ia ada didalam gedung pada jam semalam itu padahal ia ada dibagian IT?" Myungsoo menanyakan hal itu karena bagian IT sedang tidak ada deadline dalam waktu dekat, jadi tidak mungkin pria itu lembur sama seperti Suzy


"Dari keterangan yang ia ungkapkan, ia sudah lama memperhatikan Suzy dan ini merupakan sebagian dari rencananya, dan yang harus kamu tau adalah ia bagian dari 5 orang yang beberapa saat lalu kamu keluarkan"


"Lalu?" Tangan Myungsoo mengepal saking kesalnya, jadi mereka belum menyerah juga


"Katanya Suzy adalah penyebab teman-temannya dikeluarkan, dan saat ia menguntit Suzy selama ini ia menyadari jika memang Suzy adalah penyebabnya karena menurutnya Suzy adalah jalangmu" Myungsoo semakin mengepalkan tangannya karena kesal guratan urat ototnya bahkan sampai terlihat jelas pada lengannya , walaupun Suzy adalah jalang, tapi Suzy adalah jalang miliknya dan hanya dia yang boleh memanggil Suzy dengan sebutan itu, tidak dengan siapapun.


"Sialan.... buat pria itu tidak bisa keluar dari penjara selamanya"  Minseok mengangguk mengerti, ia bisa merasakan panasnya kobaran api yang terpancar dimata pria yang sudah bersamanya belasan tahun itu, bahkan rasanya tubuhnya sudah ikut terbakar


"Hapus semua bukti-bukti yang ada di kantor, ambil rekaman cctv sebagai bukti setelah selesai hilangkan juga berkasnya , jangan sampai ada yang tau masalah ini kecuali kita dan kedua satpam yang bertugas tadi malam" Minseok kembali mengangguk, ia mengerti jika masalah ini banyak yang tau posisi Suzy yang akan terancam dan akan banyak gosip-gosip tidak baik tentangnya yang beredar


"Bagaimana keadaan Suzy" Myungsoo menghela nafasnya sejenak mengingat kondisi Suzy tadi malam "Ia baik-baik saja, hanya saja ia masih suka berteriak dan menangis dalam tidurnya" Minseok mengangguk mengerti diperlakukan seperti itu oleh orang asing bahkan ia harus berjuang sendirian melepaskan dirinya dari pria itu, sungguh jika Suzy adalah adik atau keluarganya ia tidak segan-segan membunuh pria itu saat ini juga

__ADS_1


Sedetik kemudian wajah Minseok berubah gunda, ia menimbang harus kah ia mengatakan hal ini pada sobatnya atau harusnya ia diam saja dan memilih untuk tidak usah ikut campur urusan mereka


Tapi melihat perlakuan Joon Young kepada Suzy yang ia lihat dari rekaman cctv tadi pagi membuatnya merasa jika ia harus mengatakan hal ini pada sobatnya, walaupun ia tidak yakin tapi setidaknya ia sudah berusaha sedikit menyelamatkan gadis itu


"Hei Kim Myungsoo, beberapa saat yang lalu Suzy dari ruanganku memberikan surat pengunduran dirinya"


"Aku sudah menduganya dari awal, makanya aku membuat poin ke-5 Dan poin terakhir agar ia tidak bisa lepas dariku"


"Bukan itu poinnya Myung, ia beralasan ia tidak cocok bekerja di Diva padahal aku tau dari awal ia sudah nyaman bekerja di Diva___mungkin ini karena sikapmu ke dia yang suka seenaknya"


"Apa yang aku lakukan? Aku hanya melakukan hal yang harusnya ku lakukan pada milikku" jawab Myungsoo enteng membuat Minseok menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan sobatnya itu, ia tidak mengira jika sobatnya segila itu


"Dia bukan milikmu Myung" Myungsoo yang tidak terima menegakkan punggungnya lalu berujar dengan nada dingin serta tegas


"Sejak malam itu dia adalah milikku Kim Minseok" Minseok kembali menggelengkan kepalanya diikuti oleh helaan nafas dari mulutnya


"Aku melakukan apa? Aku tak melecehkannya"


"Ya... itu bagimu tapi belum tentu ia juga berfikir seperti itu__ingat Myung yang ia tau ia bekerja sebagai intern bukan menjual dirinya padamu__di tambah lagi setelah kejadian seperti ini, aku tau mentalnya sedang sakit sekarang, ku harap kamu tidak menambahi sakit dimentalnya"


Minseok menghela nafasnya lagi lalu ia menambahkan "ku harap kamu bisa memperlakukannya dengan lebih baik setelah ini, dan ku harap kamu juga bisa mengerti arti kata 'milik' itu seperti apa" Myungsoo hanya diam tak merespon apa-apa, melihat kediaman temannya Minseokpun menghela nafasnya, apapun hasilnya nanti yang penting ia sudah mencoba memberi tau temannya itu.


        *******


Myungsoo sedang duduk di salah satu sofa dalam ruangan Suzy dengan setumpuk berkas di depannya, beberapa berkas berceceran dimana-mana , sesekali ia mengalihkan pandangannya untuk melihat Suzy yang sedang berbaring dengan mata terlelap di depannya


Gadis itu tidur setelah ia meminum obatnya 1jam yang lalu, Myungsoo sedikit bersyukur karena gadis itu sudah tidak berteriak ataupun menangis selama tidurnya seperti semalam

__ADS_1


Myungsoo kembali fokus ke berkas-berkas yang harus ia cek, ia memutuskan untuk tidak datang ke kantor dan membawa pekerjaannya kesini, ia tidak bisa meninggalkan Suzy karena dalam pikirannya masih dipenuhi rasa khawatir pada gadis itu.


"Soo" dengan segera Myungsoo menghentikan aktifitasnya dan menatap Suzy dengan pandangan terkejut mendapati gadis itu sudah terjaga dan memanggilnya lirih "ada apa? Apa ada yang sakit? Apa ada yang kamu perlukan?" Suzy tersenyum tipis membuat Myungsoo juga ikut tersenyum, sejak semalam ini adalah senyum pertama yang Suzy buat walaupun setipis itu tapi Myungsoo merasa sangat senang , ternyata gadisnya lebih kuat dari dugaannya... ah ngomong-ngomong tentang kata gadisnya sepertinya kata itu tak boleh lagi ia ucapkan setelah apa yang Minseok katakan , sepertinya ia harus mengubah kata itu menjadi kalimat gadis yang pasti menjadi miliknya.


"Bolehkah aku duduk disana?" Kata Suzy sembari menunjuk sofa dimana Myungsoo tadi duduk, membuat Myungsoo menatapnya dengan pandangan bingung "untuk apa? Kamu masih sakit loh" Suzy kembali tersenyum lalu menggeleng keras "aku sudah lebih baik kok" lalu ia menambahkan "aku ingin duduk disana mungkin aku bisa membantumu" Myungsoo akhirnya menuruti perkataan Suzy


Ia berjalan untuk mengambil kursi roda, mengangkat gadis itu dan mendudukkannya di sana, lalu mendorongnya menuju sofa dimana tempatnya tinggal beberapa saat yang lalu, saat ia akan berjalan menuju tempatnya Suzy menahan pergelangan tangannya lalu menatapnya dengan mendongak "aku mau duduk disana" katanya sembari menunjuk sofa


Myungsoo kembali menggendong Suzy dan meletakkannya di atas sofa tepat disebelahnya "jika kamu merasa lelah katakan padaku, mengerti" Suzy mengangguk dengan patuh


"Kenapa membawa pekerjaanmu kesini? Kenapa tidak mengerjakannya di kantormu?"


"Karena aku harus menjagamu" jawab Myungsoo tanpa mengalihkan pandanganmya dari berkasnya "kenapa harus? Aku hanya karyawanmu" dan baru ini Myungsoo mengalihkan pandangannya untuk menatap gadis yang kini duduk tepat disebelahnya "agar kamu cepat sembuh dan bisa segera bekerja, kau tau aku sudah tidak sabar untuk kembali menggodamu seperti biasanya"


Suzy mencebikkan bibirnya kesal, isi otak lelaki disebelahnya itu memang hanya dipenuhi oleh hal-hal aneh dan kotor "ya..ya.. pada akhirnya alasanmu hanya demi menggodaku" mendengar omelan Suzy membuat Myungsoo tersenyum tipis, sepertinya Suzy sudah lebih membaik dari tadi "ada yang bisa ku bantu tidak?" Tanya Suzy sembari bergerak meraih salah kertas yang ada di tumpukan kertas didepannya membuat selang infusnya ikut bergerak


Myungsoo menarik kepala Suzy membuat kepala gadis itu bersandar dipundaknya "diamlah seperti ini saja, itu sudah lebih dari kata membantuku" Suzy tak merespon tapi ia juga tidak menolak, dengan kepala yang masih bersandar di bahu Myungsoo ia membaca berkas yang ia ambil tadi, membaca berkas itu membuat kepalanya pusing karena tidak mengerti , ia mempehatikan wajah konsentrasi Myungsoo dari samping, ia baru menyadari jika mata tajam pria itu ia tutupi dengan kacamata bulat miliknya , melihat penampilannya yang seperti ini ia tidak terlihat seperti berandalan seperti biasanya, dalam hati Suzy ia membatin jika seperti ini Myungsoo benar-benar terlihat seperti seorang CEO kontras dengan ia yang biasanya, walaupun tubuhnya tidak dibalut oleh setelan jas melainkan hanya sepasang pakaian casual yang pas ditubuhnya tapi entah kenapa penampilannya terlihat baik dan seperti lelaki baik-baik .


To Be Continued


I hope you enjoy with my story


Dont forget to leave a comment , like, and share if you like my story , thanks you and paipai


Ci vediamo,


@IzzanaJoo

__ADS_1


__ADS_2