
Jam istirahat makan siang pun akhirnya tiba , sosok wanita yang kemarin membantu suzy saat suzy mabukpun berjalan dengan langkah lebar menujunya, sesaat setelah ia sampai wajahnya terlihat khawatir "apa kamu tidak apa-apa suzy?" Suzy hanya memasang senyum simpul "tidak apa-apa kak, kak dylan menceritakannya padaku, terima kasih untuk kemarin"
Wanita itu tersenyum tulus "tidak apa-apa" lalu ia memukul pelan lengan suzy "ah iya, jangan panggil aku kak, panggil aku jihyo saja, aku tidak setua itu" ia tertawa renyah tapi tidak dengan suzy, ia merasa tidak enak, apa ia salah mengira umur seseorang?
"By the way, umur_emm_berapa?" Suzy sedikit sedikit memelankan kata emm, ia takut salah mengira sehingga ia lebih memilih untuk tidak spesifik
"Aku 21" jihyo menatap suzy dengan senyuman manis sedangkan suzy memasang majah terkejutnya, ia sampai menghentikan langkahnya lalu menutupi mulutnya sendiri
Ia kira gadis itu lebih tua darinya, ternyata mereka seumuran "bulan berapa?" Entah kenapa suara suzy sedikit nyaring hingga membuat jihyo terkekeh "Pebruari" jawabnya singkat masih dengan senyum cerianya, entah kenapa gadis itu terus tersenyum ceria, dan hal itu membuat suzy merasa nyaman didekatnya
"Ternyata kita seumuran" suzy terkekeh "maaf ya" jihyo kembali tertawa "aku akan memaafkanmu setelah kamu menceritakan pria yang menjemputmu kemarin" katanya sambil mengedipkan matanya menggoda, alis suzy bertautan bingung, sesaat ia sadar ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
Pria itu hanyalah dylan, tapi mengingat kejadian tadi pagi, serta saat di boutique, ia yakin pegawai itu memberikan underwear atas permintaan dylan, dan mengingat hal itu membuatnya canggung saat mengingat lelaki itu
Sesampainya di kafetaria kantor mereka mengantri terlebih dahulu, ini pertama kalinya suzy ke kafetaria karena kemarin mereka makan di luar , setelah sekian lama ia mengantri akhirnya sampai juga giliran suzy, ia membawa satu nampan makanan menu makan siang yang di sediakan kafetaria hari ini , kata jihyo kafetaria selalu menyediakan makanan yang berbeda setiap harinya.
Jihyo yang sudah duduk terlebih dahulu melambaikan tangannya kepada suzy, agar suzy berjalan ke arahnya dan makan bersamanya, suzy tersenyum dan menghampiri gadis itu
"jadi dia siapamu? Pacarmu?" Suzy terkekeh ia kira gadis itu lupa, ternyata tidak semudah itu
Baru saja ia duduk sudah di todong pertanyaan
Suzy menggelengkan kepalanya "bukan, dia hanya dokter yang menangani ibuku di rumah sakit" jihyo menatap suzy tidak percaya "hanya dokter?" Suzy mengangguk "hanya dokter sampai sedekat itu? Kau yakin hubungan kalian hanya sebatas itu?" Suzy menghentikan acara makannya , ia kembali teringat akan kejadian tadi pagi, tapi ia segera menampiknya saat ia ingat dylan mengatakan tidak terjadi apa-apa selain ciuman
"Kita cukup dekat karena kita sudah kenal lama"
"Cukup dekat?" Suzy mengangguk antusias saat mengingat pertama kali ia bertemu dylan, waktu itu dylan masih magang di rumah sakit tempat ia kerja saat ini, dan kini ia sudah menjadi dokter specialis jantung, dalam hatinya ia merasa bangga akan kesuksesan dylan
__ADS_1
"Ia sudah seperti keluargaku sendiri"
"Tidak ada hubungan pertemanan antara lelaki dan wanita suzy, pasti akan timbul perasaan dari keduanya atau salah satu dari mereka" suzy mengerutkan dahinya 'apa iya?' Batin suzy dalam hati
"Hei, bolehkah kami duduk di sini?" suzy mengalihkan padangannya saat ia mendengar suara seorang wanita, bukan menegurnya melainkan menegur jihyo
"Hei duduklah , ini kursi umum bukan milikku sendiri" mereka terkekeh mendengar candaan jihyo begitupun dengan suzy , mereka makan sembari mengobrol banyak hal yang tidak suzy mengerti, sepertinya mereka sudah dekat sekali
Mereka terdiri dari 3 wanita dan 1 orang pria yang sedikit kemayu
"Ah apa ini suzy?" Suzy mengangguk canggung "em.. bagaimana anda tau nama saya?" Wanita itu tertawa "jangan terlalu formal , kamu bisa berbicara denganku seperti saat kamu berbicara dengan temanmu"
"Apa kamu tidak tau? Kamu sangat terkenal di kantor ini, bahkan staff dari divisi lain juga banyak yang penasaran denganmu, beruntungnya aku bisa bertemu denganmu" sahut wanita lainnya
Jawaban wanita itu semakin membuat suzy bingung, ia terkenal? Kenapa? Apa karena statusnya sebagai karyawan pilihan? Tapi ia bahkan tidak pernah mendengar seseorang mengungkit tentang statusnya sebagai karyawan pilihan
"Dan ternyata kamu memang cantik, jauh lebih cantik dari yang aku kira" lanjut pria itu yang di iyakan oleh teman-temannya yang lainnya
Suzy menatap jihyo dengan pandangan seolah memastikan kebenarannya , di luar dugaan suzy ternyata gadis itu mengangguk dengan senyumannya "kamu memang sangat terkenal suzy, mungkin kamu tidak sadar setiap langkah kakimu kamu menjadi pusat perhatian" suzy mengerutkan dahinya, apa iya? Kenapa ia tidak sadar?
"Sudah-sudah, sepertinya suzy tidak nyaman ya mendengar semua pujian kita?" Wanita itu tertawa kecil yang hanya di jawab oleh senyuman kecil oleh suzy, sejujurnya suzy memang tidak nyaman, karena ia tidak pernah mendapat pujian terlalu banyak apalagi soal fisik ataupun kecantikannya
"Ah iya, Kim sajangnim kapan ya baliknya?" Suzy mengerutkan dahinya kim sajangnim?
"Kim sajangnim? Maksudnya manager Kim?" Keempat wanita dan satu pria itupun tertawa mendengar perkataan polos suzy, bahkan melihat ekspresi datar suzy saat menanyakannya membuat mereka semakin ingin tertawa
"Maksudnya Kim myungsoo sajangnim, suzy___hahaha___ CEO kita" jihyo pun akhirnya menimpali membuat suzy mengangguk mengerti, ia baru sadar sejak ia masuk ke perusahaan ini belum pernah sekalipun ia bertemu dengan CEO nya , yang 'katanya' telah memilihnya
__ADS_1
"Ah, kamu pasti belum bertemu dengannya ya?" Tebak pria kemayu saat melihat ekspresi suzy, yang di jawab dengan anggukan oleh suzy "iya sih saat hari pertamamu mulai bekererja Kim sajangnim baru berangkat ke jepang untuk meeting"
Suzy mengangguk mengerti, begitupun dengan yang lainnya
"Saat interview juga beliau tidak ikut sepertinya" suzy meringis , ia tidak ikut interview sepertinya mereka tidak tau
"Dia CEO baru yang menggantikan ayahnya suzy, hati-hati kau jatuh hati kepadanya seperti kami, karena ia sangat tampan"
"Jadi bukan orang tua?" Tanya suzy tercekat sehingga kembali mengundang gelak tawa dari teman-temannya
"Ia masih muda suzy , dan lagi dia sangat tampan dan err sexy, kalau aku bisa merasakan sekali saja di tidurinya walaupun tanpa mendapatkan apa-apa aku rela" suzy meringis mendengar ucapan wanita itu, setampan apa sampai ia merelakan tubuhnya hanya untuk seorang pria? Bakan suka rela? Kalau itu dia__ tidak akan pernah .
"Sepertinya kim sajangnim yang tidak selevel denganmu" wanita itu berdecih sebal mendengar kenyataan yang temannya ucapkan
"Dan kau tau suzy, bahkan sejak muda dia sudah dijuluki the hottest men from asia" dalam hati suzy ia mencuit, the hottest men grom asia? Apa itu tidak berlebihan dan errr sedikit ngawur? Baginya lelaki terpanas hanyalah Ian somerhalder
"Sampai kapan sih dia di jepang? Kenapa lama sekali? Aku sudah sangat merindukannya" tanya seorang dari mereka dengan wajah memelas yang akhirnya di timpali jihyo "Katanya 1 minggu, padahal aku sudah sangat merindukannya" yang di angguki oleh mereka ber4 minus suzy dan pria kemayu tadi
"tanpanya semangatku untuk bekerja jadi hilang" suzy hanya meneguk air putihnya sampai habis, ia tidak tertarik dengan pria itu, ia rasa lelaki itu hanya memanfaatkan jabatannya untuk menggaet wanita, di tambah lagi dengan kenyataan jika ia masuk ke perusahaan ini atas pilihan langsung dari sang CEO , semakin membuatnya berfikir seperti itu, yah walaupun karena hal itu dia jadi sedikit memiliki rasa penasaran, tapi hanya sebatas ingin tau alasan pria itu memilihnya
To Be Continued
I hope you enjoy with my story
Dont forget to leave a comment , like, and share if you like my story , thanks you and paipai
Ci vediamo,
__ADS_1
@IzzanaJoo