
Di hari yang masih pagi ini, bahkan kantor baru saja di mulai beberapa menit yang lalu tetapi Suzy sudah melangkahkan kakinya cepat dengan sebuah amplop putih di tangannya, ia berjalan dengan pandangan pasti di setiap langkahnya bahkan pandangannya terlihat sangat tegas
Tok tok tok
Suzy mengetuk salah satu pintu dari beberapa pintu yang ada disekitarnya, setelah ia mendengar sahutan dari dalam tanpa basa basi ia langsung masuk, ia membungkukkan tubuhnya setelah sampai di depan meja kerja yang ternyata milik Minseok , lelaki itu menatapnya dengan alis berkerut, heran dengan apa yang gadis itu lakukan di ruangannya sepagi ini "ada apa Suzy?" Suzy melangkahkan kakinya sedikit lalu meletakkan amplop tersebut diatas meja minseok dengan sopan, amplop dengan tulisan pengunduran diri yang tercetak jelas di atasnya
Minseok menatap amplop itu dengan pandangan bertanya tapi tak sedikitpun ia menyentuh amplop tersebut
"Sepertinya saya tidak cocok bekerja disini bujangnim, jadi saya kesini ingin memberikan surat pengunduran ini kepada anda" Minseok berdehem pelan tanpa merubah posisi duduknya ataupun ekspresinya "bukankah kamu sudah membaca isi kontrak yang kamu tanda tangani beberapa hari yang lalu Suzy?" Suzy sedikit berfikir mengingat-ingat isi dari kontrak yang ia tanda tangani beberapa waktu lalu, kemudian ia mengangguk sedikit tidak pasti, apa ada yang ia lupakan? "apa kamu ingat dengan poin ke-5?" Suzy bergerak gelisah dengan jari tangannya yang saling memainkan "masa kontrak 3 tahun" jawab Suzy lirih yang dijawab anggukan oleh Minseok
"Dan apa kamu masih ingat dengan poin terakhir di kontrak tersebut?" Suzy sedikit berfikir lalu setelah ia teringat seketika matanya melotot, dengan cepat ia kembali mengambil amplop putih miliknya membuat Minseok tertawa kecil "apa ada hal yang membuatmu tidak nyaman bekerja disini?" Suzy tersenyum tipis , ia ingin mengatakan yang sebenarnya tapi ia wurungkan, tidak mungkinkan ia mengatakan jika CEOnya telah melecehkannya? Siapa yang akan percaya?
"Tidak ada bujangnim" Suzy tersenyum kecil "baiklah anggap saya tidak pernah datang kesini, maaf mengganggu waktu anda" suzy membungkukkan tubuhnya lalu pergi
Blam
Minseok menatap punggung Suzy yang menghilang dengan pandangan bertanya "apa Myungsoo melakukan hal aneh padanya?"
__ADS_1
**********
Hari ini udara sangat cerah, Myungsoo memutuskan ke rooftop untuk merokok sembari merasakan sejuknya hari ini
Ia berdiri di pinggiran pagar tembok tepat dibelakang toren , ia sengaja memilih tempat yang tidak terlihat orang karena tidak banyak pegawainya atau bahkan tidak ada satupun dari mereka yang tau jika ia seorang perokok
Samar ia mendengar seseorang membuka pintu rooftop lalu terdengar suara beberapa orang mengobrol yang ia acuhkan sepertinya mereka juga merokok. Setelah rokoknya habis ia akan segera pergi melalui pintu samping agar tidak melewati sekumpulan orang tersebut
Sayup-sayup ia mendengar nama Suzy disebut oleh seorang pria dari mereka dan seketika itu pula telinganya menajam, seperti telinga gajah yang besar , telinganya berusaha menangkap percakapan mereka dengan jelas yang ternyata cukup pelan untuk di dengar tapi masih bisa ia dengar dengan jelas di telinga sehatnya
"Aku sudah bilang kan Suzy itu j***ng, kau lihat pakaiannya? Dia sengaja memakai rok pendek untuk menggoda lelaki, dan selalu tersenyum kepada semua lelaki" tangan Myungsoo mengeras mendengar Suzy disebut j***ng, hanya dia yang boleh memanggil Suzy j***ng
"Ayo taruhan siapa yang bisa lebih dulu merasakan tubuhnya"
"Jika aku yang merasakannya kalian harus memberiku uang , dan sebaliknya" tangan Myungsoo sudah benar-benar ingin menonjok mulut pria itu sampai mampus, bagaimana bisa mereka membayangkan tubuh gadis miliknya? Rasanya kepalanya sudah mendidih ingin sekali ia menjungkir gedung perusahaannya agar semua lelaki itu mati tertimbun bangunan gedung
Myungsoo berdehem keras mengambil perhatian semua dari mereka, membuat mereka menatap Myungsoo dengan pandangan terkejut, mereka tidak tau jika ada orang lain selain mereka terlebih lagi itu adalah CEO
__ADS_1
Myungsoo menatap mereka menghafalkan wajah mereka membuat mereka menunduk ketakutan , mereka menundukkan tubuh mereka memberikan hormat yang tidak dihiraukan oleh Myungsoo, pria itu malah berlalu pergi dengan cueknya sembari mengatakan
"Kurasa tidak sebaiknya kalian membicarakan hal seperti itu tentang seorang wanita, kalian bisa masuk penjara karena hal itu termasuk pelecehan seksual" sembari berjalan
Sekumpulan mereka saling beradu tatap satu sama lain sembari saling menyalahkan.
Setelah itu Myungsoo berjalan ke ruangannya dengan langkah lebar alur wajahnya terlihat sangat menakutkan tapi masih terselip ekspresi tenang di sana, ia langsung menuju meja sekretarisnya meminta sekretarisnya untuk mengirimkan dokumen semua manager serta staff yang bekerja di kantornya dari semua divisi yang ada, ia juga meminta sekretarisnya untuk menginformasikan jika sebentar lagi akan ada pertemuan dadakan di aula.
Sekretarisnya itu menatap bosnya dengan pandangan bertanya karena tidak biasanya bosnya mengadakan pertemuan dadakan, tapi melihat aura menyeramkan dari wajah bosnya membuat mulutnya terkatup dan ia memutuskan untuk tidak menanyakan alasannya , ia hanya menjawab 'iya' dan segera menjalankan perintah bosnya tanpa bertanya
Baru saja Myungsoo masuk ke ruangannya ada pesan email masuk dari sekretarisnya yang mengirimkan berkas-berkas semua manager serta staff di perusahaannya seperti yang ia minta, dengan cepat dan teliti ia mengeceknya dan tanpa menunggu waktu lama ia sudah bisa menemukan pelakunya, Myungsoo tidak mengenal mereka tapi Myungsoo tau jika 3 dari mereka adalah manager dan 2 di antaranya adalah staf biasa sehingga tidak susah untuknya mencari tau
Myungsoo berjalan keluar ruangannya menuju aula diikuti oleh sekretarisnya dari belakang, di sana semua karyawan sudah berkumpul dengan pandangan bingung, suara gemuruh dari peraduan mereka menanyakan alasan diadakannya pertemuan dadakan itu seketika menjadi senyap setelah Myungsoo memasuki ruangan dan menaiki podium
Mereka memberi hormat kepada Myungsoo setelahnya Myungsoo mengucapkan beberapa kata sambutan serta ucapan semangat , tak lupa ia menginformasikan jika proyek KFW mereka akhirnya bisa di lanjutkan produksinya mulai bulan depan dan sebelum meeting ia akhiri, ia mengatakan
"Saya harapkan semua karyawan Diva bisa saling menghargai, antara sesama wanita sesama pria ataupun sebaliknya, jangan jadikan pekerjaan sebagai ajang pembuktian, untuk mencari rival melainkan untuk mencari teman, jadikan mereka yang satu divisi ataupun dari divisi lain sebagai keluarga kalian sendiri, perlakukan dengan baik dan bicarakan dengan mereka jika ada kesalahan mereka alih-alih membicarakannya di belakang mereka__" Myungsoo mengedarkan pandangannya mencari sosok Bae Suzy yang tidak tertangkap oleh indera penglihatannya, sampai akhirnya matanya menemukan sosok gadis kecil itu yang sedang berbaris di bagian belakang, ia tersenyum tipis tapi gadis itu malah memalingkan wajahnya membuatnya gemas sampai rasanya ingin sekali ia berteriak memanggil gadia itu dari microphone yang ada di depannya
__ADS_1
"Dan satu lagi__ jangan pernah ada ataupun terjadi sexual harrasment di perusahaan kita, baik secara lisan, fisik, ataupun secara isyarat, karena jika saya sampai menemukan perilaku menyimpang seperti itu saya tidak akan segan-segan untuk menindak tegas bahkan sampai mengeluarkan pelakunya" semua orang heboh dengan perkataan Myungsoo tak terkecuali dengan 5 tersangka yang Myungsoo temui tadi, mereka terlihat gelisah dengan keringat di wajahnya
Myungsoo menyelesaikan meetingnya dan kantorpun dipulangkan lebih awal