
Suasana hangat muncul di sekitar Myungsoo dan Suzy yang sedang berjalan beriringan , Myungsoo masih terus tersenyum sedangkan Suzy hanya berjalan acuh di sebelahnya , tapi ekspresinya sudah tidak sejutek tadi
Semenit yang lalu mereka baru saja keluar dari ruang rawat ibu Suzy , ibunya sempat heran dan bertanya siapakah Kim Myungsoo? dan tanpa ia minta Myungsoo memperkenalkan diri sebagai temannya, namun dengan cepat disanggah oleh Suzy jika Myungsoo merupakan bosnya, lalu Myungsoo menambahkan jika ia bos serta teman dekat Suzy
Sepertinya ibunya sangat menyukai Myungsoo, ia bercerita banyak hal tentang Suzy kecil tanpa mempedulikan keberadaan Suzy yang terus meminta ibunya untuk diam tapi beliau hanya tertawa dan mengatakan jika Suzy sangat cerewet yang dibenarkan oleh Myungsoo
Mereka saling bercerita dan membicarakan banyak hal, dan dari situ pula Suzy baru mengetahui kenyataan jika Myungsoo adalah anak tunggal keluarga Kim dan selama ini ia study dan tinggal diluar negeri.
Pantas saja ia tidak pernah tau foto serta informasi tentang Kim Myungsoo sebagai anak pemilik serta pendiri Diva Corp yang menjadi salah satu keluarga terkaya di Korea, walaupun keluarga mereka memang cukup tertutup untuk masalah keluarga, tapi tidak pernah sekalipun ia mendengar desas-desus nama Kim Myungsoo seperti ia mendengar desas-desus Kim Young Kwang sebagai anak adopsi keluarga Kim.
Dan saat itu tanpa sengaja mereka bertemu dylan yang baru saja keluar dari ruang operasi, ia terkejut menatap Suzy yang sudah sampai di rumah sakit dijam yang seharusnya ia masih berada di kantor, ditambah dengan keberadaan pria yang terlihat seperti bukan orang sembarangan yang kini berdiri di samping Suzy dengan jas yang ia sampirkan pada lengan tangannya
"Kakak" sapa Suzy riang yang berhasil menarik perhatian Myungsoo.
Myungsoo yang berdiri di sebelahnya menatap gadis itu dengan pandangan tidak suka, gadis itu terus berwajah jutek saat bersamanya tapi berubah menjadi ceria saat matanya melihat wajah lelaki yang ia tahu sering mengantarnya bekerja yang gadis itu panggil dengan sebutan kakak.
Dylan tersenyum menatap Suzy, ia memberi isyarat kepada asisten serta beberapa dokter yang membantunya untuk operasi tadi jika ia ada urusan sebentar, mereka memberi hormat kepada Dylan sebelum mereka pergi, melihat itu suzy tersenyum tipis melihat perubahan dylan dari beberapa tahun yang lalu saat ia masih menjadi dokter magang, dan kini ia sudah menjadi dokter besar yang disegani, bahkan oleh dokter yang jika dilihat dari wajahnya lebih tua dari Dylan sendiri
"Kenapa sudah pulang Suzy? Gimana pulangnya?" Dylan berjalan mendekati Suzy lalu menundukkan tubuhnya untuk melihat wajah Suzy, memastikan jika tidak ada yang salah dengan gadis didepannya itu
"Aku pulang lebih awal kak, tadi aku menelfonmu tapi tidak ada jawaban" Dylan tersenyum menyesal lalu menyelipkan anak rambut suzy yang sedikit berantakan, membuat suzy sedikit terkejut, ada apa dengan lelaki ini?
"Maaf, aku ada operasi besar dan baru selesai sekarang" Suzy tersenyum mengerti, Dylan bukanlah pengangguran yang selalu memiliki waktu luang hanya sekedar untuk menjemputnya
Ia menarik tangannya untuk mengusap lengan dylan yang masih terbungkus jas putih miliknya "aku tau kak jadi tidak apa-apa" Dylan tersenyum tipis lalu mengalihkan pandangannya kepada Myungsoo yang sudah menatapnya dengan tatapan tidak suka, dari sana saja Dylan sudah membaca aura ajakan perang tercipta dari raut wajahnya "dia siapa Suzy?" Suzy mengikuti arah pandang Dylan, dan ia baru ingat jika ada Myungsoo disebelahnya
"dia bosku, yang mengantarku tadi" Dylan mengangguk mengerti "a..ah_hanya bos" Myungsoo mengertakkan jari-jarinya sampai buku jarinya memutih saking kesalnya, entah telinganya yang salah atau memang Dylan menekankan kata 'hanya bos' kepadanya
"Dylan, teman dekat Suzy" Dylan mengulurkan tangannya tapi Myungsoo hanya menatap pria itu dengan sinis "ah.. hanya teman dekat ya" katanya dengan penuh penekanan
__ADS_1
"aku Kim Myungsoo bosnya sekaligus pria yang tertarik dengannya" Suzy memukul pelan tangan Myungsoo kesal, bagaimana bisa lelaki itu terus mengatakan hal yang tidak penting? "sudah kubilang berhenti menggodaku kan Kim Myungsoo " Myungsoo hanya diam tanpa berniat menjawab omelan Suzy, karena lelaki itu terus menatap Dylan dengan tatapan tajam dan begitupun dengan Dylan.
Suzy yang baru menyadari situasi ini menatap kedua pria itu bingung, kenapa suasananya menjadi mencekam seperti ini?
Mereka saling tatap dengan tatapan siap perang dan siap membunuh, membuat Suzy mau tidak mau harus melerai mereka
"Apa kakak ada jadwal lagi" tatapan Dylan langsung berubah lembut dan menatap Suzy dengan senyuman di wajahnya
"Emmm ada, tapi aku bisa mengantarmu sebentar"
Dengan cepat Myungsoo menahan pergelangan tangan Suzy dan menariknya pelan membuat gadis itu terkejut "kenapa menarikku sih?" Bahkan ia belum menjawab perkataan Dylan , lebih tepatnya belum sempat
"Ayo pulang, ini sudah malam" Suzy terus meracau meminta agar Myungsoo melepaskan pergelangannya, tapi tanpa mendengarkan ocehan Suzy pria itu terus berjalan sampai parkiran dan memasukkan Suzy kedalam mobil dengan paksa
Pria itu langsung menyalakan mesin mobilnya dengan wajah datar dan dingin, Suzy bisa merasakan aura itu tapi ia tidak mau kalah "kenapa pakai menarikku sih, aku bisa jalan sendiri"
"Jangan dekat-dekat dengan pria tadi" bukannya menjawab myungsoo malah mengatakan hal lain yang membuat suzy bingung, ditambah dengan nada dinginnya itu, errr rasanya seolah kini ia sedang berada di kutub utara tanpa sehelai pakaianpun di tubuhnya "kak Dylan? Kenapa?"
"Kamu milikku Bae Suzy, sudah berapa kali aku mengatakannya padamu" suara Myungsoo sedikit menaik membuat Suzy terkejut.
Walaupun pria itu mengesalkan tapi tidak sekalipun pria itu meninggikan suaranya sepertinya sekarang, dan itu membuat hatinya sedikit teriris dan rasa kesal kembali menguasainya
"Ada apa sih denganmu__soo?" suara Suzy melirih karena takut tapi sedetik kemudian ia menambahkan dengan suara lantang "dan aku bukan milikmu, berhenti memonopoliku" Suzy memalingkan wajahnya menatap jalanan yang ramai tanpa mempedulikan pria di sebelahnya yang kini sedang membenturkan kepalanya pada setir mobilnya dan meracau meminta maaf berkali-kali, ia tidak tau apa yang membuat pria itu tiba-tiba marah , tapi bukankah keterlaluan sampai mengeluarkan suara sekeras itu yang hampir mirip seperti sebuah bentakan, dan itu menyakiti perasaan Suzy, siapa lelaki itu beraninya seperti ini.
"Suzy maafkan aku" kata Myungsoo lirih
Tanpa menoleh Suzy menjawab dengan suara dingin "antar aku pulang"
Myungsoo menghela nafas berat namun bukannya mengantar pulang, ia malah memutar mobilnya menuju tempat yang Suzy tidak tau itu kemana, ingin sekali ia berteriak dan marah-marah , tapi ia urungkan karena ia sedang dalam mode marah-marah ceritanya
__ADS_1
Mobil mereka akhirnya berhenti di sebuah jalan yang sepi tanpa ada satupun mobil yang berlalu lalang, bahkan tanda-tanda adanya makhluk hidup di daerah sana pun tidak ada, tempat yang baru kali ini suzy tau dan datangi
"Keluarlah" Myungsoo membuka pintu di mana Suzy berada namun gadis itu malah memalingkan kepalanya menghindari pandangan Myungsoo
Tidak tunggu lama, Myungsoo langsung mengangkat tubuh Suzy kedalam gendongannya tanpa mempedulikan racauan gadis itu yang meminta untuk menurunkannya, namun akhirnya ia menurunkan tubuh suzy tepat di atas cap mobilnya "lihatlah ke atas" baru saja Suzy akan mengomel lagi tapi ia urungkan karena matanya yang dimanjakan oleh hamparan bintang di atas langit malam , tidak ada cahaya terang gedung, hanya cahaya temaram dari lampu jalan dimana ia berada "uwaaaaa" Myungsoo ikut duduk di sebelah Suzy lalu membaringkan tubuhnya
"Kau suka" gadis itu mengangguk dengan antusias bahkan ia tidak mengalihkan pandangannya sedikitpun dari pemandangan diatasnya itu , membuat Myungsoo tersenyum tipis, ternyata mood gadis ini lebih mudah di sembuhkan dari yang ia kira
Ia menarik lengan Suzy membuat tubuh gadis itu terhuyung dan jatuh tepat di sampingnya berbantalan lengan tangannya yang kekar
Suzy mengerjapkan matanya beberapa kali "kenapa?"
"Masih marah?" Myungsoo menarik tubuh Suzy agar mendekat padanya dan memeluk pinggang gadis itu dengan agresif "aku marah jika kamu tidak melepas pelukanmu" Myungsoo menatap Suzy dengan tatapan nakal dalam jarak yang sangat dekat "dan aku akan menciummu tanpa ampun jika kamu masih marah denganku"
"YA!!!kenapa seperti itu?" Kata Suzy sembari memukul dada Myungsoo pelan
"Kamu akan bosan jika aku terus mengatakan kalimat itu lagi" maksudnya jika Suzy adalah miliknya, dan sebenarnya gadis itu memang sudah bosan mendengarnya, sudah berapa kali kalimat itu keluar dari mulut Myungsoo dalam sehari ini?
Myungsoo mengeratkan pelukannya dengan mata tertutup, entah apakah pada kelopak matanya masih ada mata lain miliknya sehingga ia bisa mengetahui jika suzy menatapnya padahal matanya terpejam
"kamu ingin terus menatapku alih-alih menikmati pemandangan bintang di atasmu?" Suzy mengerjapkan matanya lalu bergerak kaku untuk kembali melihat indahnya bintang yang membiusnya.
Sudah sangat lama sejak terakhir kali ia bisa mengamati bintang sejelas ini tanpa gangguan cahaya selain cahaya remang-remang bulan serta temaramnya lampu jalanan
"Setelah kamu puas aku antar kamu pulang"
To Be Continued
Ci vediamo,
__ADS_1
@IzzanaJoo