Le P.A.C.S

Le P.A.C.S
Part 1


__ADS_3

Di sebuah siang yang sangat terik, seorang gadis berambut hitam panjang sedang berlarian di koridor rumah sakit dengan peluh yang mengucur deras dari dahinya


"Dokter bagaimana keadaan ibu saya" tanya suzy kepada seorang dokter yang baru saja keluar dari ruang rawat ibunya


Dokter yang sudah menganggapnya seperti adiknya sendiri itu memegang pundak suzy sayang, mereka sudah lama saling kenal , karena ibu suzy sudah sering keluar masuk rumah sakit ini karena penyakit jantungnya yang sering kumat


"Tenangkan dirimu suzy , ibumu sudah baik-baik saja" suzy berjalan menuju pintu ruang rawat ibunya, ia memerhatikan ibunya yang sedang terlelap dengan tenang dari balik kaca pintu


"Suzy , ikutlah denganku ke ruanganku sebentar, ada yang perlu aku bicarakan denganmu" seketika jantung suzy berdetak lebih cepat, entah kenapa perasaannya tak enak , tidak.. tidak , ia harus optimis , tidak akan terjadi apa-apa dengan ibunya bukan?


Suzy menatap ibunya sekali lagi sebelum ia pergi menuju ruangan dokter


Xiong Ziqi atau yang suzy dan orang-orang kenal dengan nama dylan xiong ini adalah dokter spesialis jantung keturunan china yang lahir dan besar di sana , kemudian ia dan keluarganya pindah ke korea dan melanjutkan kehidupan mereka di korea, ia melanjutkan kehidupannya di korea seperti orang korea pada umumnya, bahkan tidak terlihat sedikitpun jika ia bukan orang korea.


Tok tok


Suzy mengetuk pintu ruangan dylan sebelum ia memutar knopnya


"Masuklah suzy" suzy melangkahkan kakinya memasuki ruangan dylan dengan perasaan yang campur aduk , suzy duduk di kursi tepat di depan meja dylan


Tangan suzy mengulur mengambil kertas yang baru saja dylan berikan padanya , tangannya sedikit bergetar saat ia membaca isi kertas tersebut, ia tak tau apapun tentang ilmu kedokteran , ia juga tak tau istilah medis yang tertulis di sana , tapi yang ia tau hanyalah jika kondisi ibunya semakin memburuk


"Kondisi jantung ibumu semakin memburuk , dari hasil check yang baru saja keluar ibumu juga menderita kardiomiopati , yaitu kondisi dimana otot kardiaknya terganggu dan itu membuat jantung kesusahan untuk memompa darah agar bisa masuk, oleh karena itu ibumu pingsan tadi" mata suzy berubah sayu mendengar penjelasan dylan tentang kondisi ibunya


"Lalu apakah ibu bisa sembuh?"


"Jalan satu-satunya adalah transplantasi jantung, aku sudah mengusahakan banyak cara untuk membantu ibumu tapi semua usaha itu tidak berguna , aku takut jika kita terus menggunakan metode biasanya ginjalnya akan ikut terganggu" suzy menunduk sembari meremas tangannya, tranplantasi jantung katanya?


"Untuk saat ini ibumu masih bisa bernafas tanpa bantuan alat , tapi kita tidak tau ini bisa bertahan berapa lama"


"Lakukan saja transplantasinya oppa, lakukan apapun asal ibu sembuh" suzy menatap dylan dengan pandangan berkaca-kaca , dylan menghela nafas lalu ia menuturkan


"Tapi biayanya sangat mahal suzy" dylan mengambil beberapa lembar berkas yang tersimpan di samping kanannya lalu memberikannya pada suzy


"Kamu bisa membayar setengahnya terlebih dahulu sebagai jaminan, karena kamu harus menunggu antriannya, selama itu kamu bisa mencari tambahan uang untuk melunasi karena jika sudah ada pendonor yang cocok dengan ibumu operasi baru bisa di lakukan setelah semua biaya sudah lunas" suzy menatap kertas itu dengan pandangan shock , melihat berapa banyak jumlah nol di belakang angka 8 yang tertera di sana


80 juta won bukanlah uang yang sedikit, jika ia harus membayar setengahnya berarti ia harus mendapatkan 40 juta won , darimana ia mendapatkannya?


"Oppa, apa rumah sakit tidak bisa memberiku sedikit keringanan?" Dylan menghela nafasnya lagi


"Maaf suzy, kali ini aku tidak bisa membantumu , maafkan aku" suzy mengerti , dylan sudah banyak membantunya , bahkan ia beberapa kali terkena teguran karena suzy yang menunggak membayar biaya rumah sakit ibunya, jika ia membantu suzy lagi kali ini mungkin saja pekerjaannya yang akan ia pertaruhkan


Suzy menatap dylan dengan senyum pedih , dylan menyadarinya tapi ia tak bisa melakukan apa-apa untuk gadis itu


"Baiklah oppa , tidak apa-apa , aku pasti bisa mendapatkan uang itu, aku titip ibu aku akan segera kembali setelah mendapatkan uangnya" suzy berdiri dari kursinya berniat untuk pergi


"Kamu akan mencari uang kemana suzy?" Tanya dylan khawatir, suzy menunjukkan senyumannya untuk menenangkan dylan


"Jangan khawatir oppa" dylan mengangguk mengerti , tapi ia tak bisa menyembunyikan rasa khawatir dari raut wajahnya


"Hati-hati suzy, jika ada apa-apa hubungi aku" suzy mengangguk sebelum ia berlalu pergi

__ADS_1


Suzy duduk di salah satu kursi yang ada di lobi rumah sakit, ia membuka dompetnya, menumpahkan isinya yang tak seberapa ke atas tangannya


Hanya ada 2 lembar 1000 won dan beberapa uang koin sehingga jika di total semuanya ada 5000 won , suzy memegang perutnya yang terasa longgar , ia belum makan sejak 2 hari yang lalu karena ia harus berhemat


Suzy berdiri dari duduknya, ia berjalan menuju mesin atm untuk mengecek saldonya , suzy menghela nafasnya saat melihat saldonya yang hanya tersisa 5 won, suzy mengambil kartunya kembali lalu memasukkannya ke dalam dompetnya, ia berjalan lemas menuju sebuah keran minum yang di sediakan di pinggir jalan untuk mengganjal perutnya, sejak dua hari yang lalu ia hanya minum air tanpa ada satupun makanan yang masuk ke dalam perutnya


Ia memencet beberapa nomor lalu menghubunginya , tapi beberapa saat wajahnya terlihat kecewa, beberapa kali ia mencoba menghubungi temannya untuk meminjam uang tapi hasilnya sama saja, tidak ada satupun dari mereka yang meminjamkan uang kepada suzy, mungkin mereka takut jika suzy tidak membayar hutangnya , karena mereka tau jika hidup suzy sangat kesusahan, ia hanya gadis lulusan sma yang bekerja di toko yang gajinya tidak seberapa dan semua gajinya habis hanya untuk biaya hidup serta biaya berobat ibunya yang hampir setiap minggu masuk rumah sakit, ia hanya tinggal di apartemen kecil dengan harga yang sangat murah perbulannya, siapa yang tidak takut bukan?


Suzy menghela nafasnya kasar, ia menunduk dengan tangan menopang kepalanya yang serasa mau pecah, ke siapa lagi ia harus meminjam uang? Tak mungkin ia meminjam uang ke toko tempat ia kerja, karena hutangnya sudah banyak di sana, ia yakin bosnya yang galak tidak akan meminjamkan uang padanya, hutangnya saja belum lunas dan bosnya sudah sering mengamuk kepadanya, suzy memijit keningnya yang terasa berat, tiba-tiba suzy menegakkan kepalanya saat ia mengingat satu nama seseorang


Ia menekan beberapa huruf menampilkan sebuah nama yang sangat jarang suzy hubungi


Suzy meramalkan berjuta-juta mantra berharap nomor wanita itu masih aktif, sampai akhirnya ia mendengar nada sambung membuat ia sedikit bernafas lega


"Bae suzy?" Tanya wanita di ujung sana dengan nada bertanya


"Iya eonni, ini suzy"


"Ya ampun sudah lama kamu tidak menghubungiku , kemana saja kamu ? Bagaimana kabarmu?" Suzy tersenyum tipis , wanita itu masih tetap sama sebaik itu padanya


"Maaf eonni aku sangat sibuk , kabarku baik-baik saja, bagaimana denganmu?" Terdengar wanita di ujung sana mengucapkan syukur


"Aku juga baik suzy, ada apa kamu menghubungiku? Tidak biasanya" wajah suzy sedikit berubah saat wanita itu menanyakan niatnya, suzy menceritakan semua yang ia alami, tentang ibunya yang masuk rumah sakit lagi, dan ia yang membutuhkan uang untuk operasi ibunya


"Jadi berapa uang yang kau butuhkan?" Suzy sedikit berfikir


"40 juta eonni" jawab suzy ragu-ragu


"Maaf suzy, jika sebanyak itu aku tidak bisa meminjamimu , bukan karena aku tidak mau tapi memang aku juga tidak punya uang sebanyak itu__tapi sepertinya aku bisa membantumu mendapatkan pekerjaan yang membuatku bisa mendapatkan uang sebanyak itu atau bahkan lebih dalam sehari" tubuh suzy yang tadinya merosot langsung menegak, matanya berbinar, ia mempunyai sedikit kesempatan


"Datanglah ke gedung MAX jam 5 sore, aku tunggu di lobi, aku akan menjelaskan pekerjaannya padamu" suzy menutup telfonnya dengan senyum cerah di wajahnya , ia melirik jam di layar ponselnya , sudah jam 3 sore


Suzy bergegas menuju rumahnya , ia pulang jalan kaki pertama karena rumahnya terletak sekitar 1km dari tempatnya berada yang kedua ia juga tidak memiliki ongkos untuk naik bus


Kling


Suzy membaca pesan dari kim hyun a , teman suzy yang akan suzy temui


"Tidak usah memakai pakaian formal suzy, pakailah baju santai saja, pesanlah taksi , aku yang akan membayar biayanya nanti" suzy tersenyum senang , ia bersyukur memiliki teman sepengertian hyuna


*****


Suzy keluar dari taxi yang ia tumpangi , di sana gain sudah menunggunya di depan gedung max di mana mereka janjian


"Apa kabar suzy, kau semakin cantik" suzy tersenyum tipis menanggapi perkataan gain


Gadis itu semakin sexy walaupun hanya terbalut t-shirt crop top dengan hot pants tapi suzy bahkan semua orang bisa melihat seperti apa bentuk tubuh di balik balutan kain itu, suzy tau jika ia memang sudah berpenampilan sexy sedari dulu bahkan ia salah satu primadona di sekolahnya dulu karena ia memiliki wajah yang cantik serta proporsi tubuh yang ideal


"Ayo" hyuna memberi aba-aba suzy untuk mengikutinya memasuki gedung itu, gain berjalan mendahului suzy , ia berjalan tanpa ragu melewati lorong perlorong seperti ia sudah sangat hafal dengan tempat ini


Sedangkan suzy menatap sekelilingnya , seolah menerka tempat apa ini

__ADS_1


Mereka memasuki lift lalu menuju ke lantai 3, mereka berjalan beberapa langkah sampai akhirnya mereka berhenti di sebuah ruangan dengan pintu berwarna putih bersih , gain membuka knop pintu lalu memasukinya , ia memerintahkan suzy untuk masuk juga karena suzy terlihat ragu dan hanya berdiam di depan pintu


"Duduklah" suzy menatap sekelilingnya , entah apa tempat ini? Apa ini hotel dan ruangan ini adalah kamar hyuna? Tempat hyuna tinggal?


Kini mereka berada di sebuah ruangan yang malah seperti panthouse karena ada sebuah ranjang dengan king size , sebuah lemari, beberapa sofa serta meja dan sepertinya juga ada dapurnya.


"Mungkin kau bingung kamu sedang dimana iyakan suzy" suzy mengangguk tapi hyuna tak bisa melihatnya karena ia sedang berdiri memunggungi suzy


"Ini adalah ruanganku, tempatku tinggal, dan gedung ini adalah tempatku kerja" suzy mengangguk mengerti , tapi ia masih tidak paham apa sebenernya pekerjaan temannya ini, ia kira ini adalah hotel karena ia melihat ada banyak ruangan berpintu putih sama seperti kamar hyuna, yang ia asumsikan itupun juga kamar


Beberapa saat hyuna menghampiri suzy dengan membawa dua kaleng cola , ia memberikan 1 untuk suzy dan satu untuknya sendiri


"Terima kasih, jadi pekerjaan apa yang eonni maksud?" Tanya suzy to the point


Hyuna yang duduk di depan suzy menyilangkan kakinya dengan tangan yang ia silangkan pula


"Mungkin kamu bertanya tempat apa ini, aku akan menjelaskannya dari awal kepadamu" suzy mendengarkan perkataan hyuna dengan khitmat


"Seperti yang kamu lihat , selain kamar ini, di lantai 1 dan 2, di samping ataupun di depan masih ada banyak kamar lagi , ini memang hotel tapi bukan hotel seperti hotel pada umumnya" suzy mengkerutkan dahinya tak mengerti , bukan hotel seperti pada umumnya? Lalu hotel macam apa ini?


"Minumlah dulu suzy" suzy mengangguk lalu meneguk beberapa teguk cola miliknya


"Baiklah aku lanjutkan, jadi hotel ini memiliki sebuah bar di lantai bawah tanah, bar itu buka jika malam, dan ya... seperti yang kau tau jika hampir di semua bar pasti ada wanita pelacur ,yang menjual diri mereka demi mendapatkan uang" suzy menatap hyuna masih dengan pandangan bingung , hyuna yang paham kemudian ia tertawa membuat suzy semakin bingung


"Intinya aku kerja di bar itu sebagai salah satu wanita pelacur yang aku sebut tadi" suzy sedikit melongo karena ia terkejut, ia tak menyangka jika hyuna bekerja seperti itu, bukannya tersinggung atau apa hyuna malah tertawa melihat respon suzy yang menurutnya lucu


"Kau pasti heran, benarkan?" Suzy mengangguk , hyuna tak salah karena suzy memang heran


"Seperti yang kau tau , aku memang sudah sering gonta ganti cowok sejak kita masih sekolah kan?" Suzy mengangguk , mendengar penuturan hyuna membuatnya bernostalgia ke masa sma nya, hyuna memang terkenal player dari dulu, hampir 1 sekolah atau memang 1 sekolah pernah menjadi pacarnya ,tidak ada dari mereka yang bisa berpacaran dengan hyuna melebihi 2 minggu


"Karena itu aku di sini, aku akan menceritakannya padamu lain waktu, karena saat ini bukan waktunya menceritakan tentang aku, aku akan menjelaskan pekerjaan yang aku tawarkan"


"Jadi bar itu setiap tahunnya mengadakan lelang , dimana biasanya yang di lelang adalah gadis perawan, are you virgin?" Suzy mengejapkan matanya beberapa kali, pertanyaan macam apa itu


"Ya, lalu?" Jawab suzy sedikit tidak yakin,bukan ia tak yakin tentang keperawanannya ,bagaimana ia bisa berhubungan badan jika berpacaran saja ia tak pernah sekalipun


"Jadi aku menawarkanmu untuk lelang itu, aku tidak memaksamu untuk mengikutinya suzy itu tergantung kamu sendiri"


"Jika aku mengikuti lelang itu, apa setelahnya aku juga harus bekerja sepertimu?" Hyuna menggelengkan kepalanya dengan cepat


"Tidak , tidak harus_ jadi seperti ini suzy, beberapa orang melelang keperawanannya karena kondisi sepertimu, tapi tidak semua dari mereka melanjutkan untuk menjadi pelacur__ya.. walaupun kebanyakan dari mereka memang berlanjut, tapi jika kamu tidak mau, kamu bisa berhenti hanya sampai kau melayani pemilikmu" suzy berfikir dengan keras, menimbang tawaran dari temannya, ia berjanji tidak akan melepaskan keperawanannya sampai ia menikah nanti


"Karena ini lelang kamu bisa mendapatkan bayaran yang sangat tinggi hanya dengan sekali main, dengan wajah sepertimu aku yakin akan banyak yang akan memperebutkanmu, jika kamu memasang harga terendahmu dari berapa jumlah yang kau butuhkan, dari situ kamu akan bisa mendapatkan uang yang lebih banyak dari yang kau butuhkan, bahkan mungkin saja kau bisa mendapatkan uang 100juta hanya dalam sekali main" suzy semakin bimbang mendengar penuturan hyuna , 100juta dalam sehari? Berapa tahun ia bisa mendapatkan uang sebanyak itu dari bekerja di toko? jika seperti itu ia bisa melunasi semua biaya operasi ibunya serta hutang-hutangnya bukan? Bahkan masih sisa banyak


"Eonni__"


TBC


I hope you enjoy with my story


Dont forget to leave a comment , like, and share if you like my story , and bye bye

__ADS_1


See you in the next part


@IzzanaJoo


__ADS_2