
Myungsoo yang sedang mengendarai mobil convertible miliknya berjalan menyusuri jalanan kota seoul yang sudah senyap ditemani seorang wanita sexy disebelahnya.
Wanita itu mengenakan dress berpotongan rendah dengan punggung yang ia ekspos memperlihatkan pungung mulus miliknya, gaun berwarna hitam dengan gesper besar berwarna merah serta kaki yang ia balut dengan fishnet stocking berwarna hitam senada dengan sepatu highels yang ia pakai, type-type wanita yang membuat Myungsoo kepayang
Wanita itu menghadap jendela memperhatikan jalanan yang mulai sepi, lalu beralih menatap Myungsoo yang duduk disebelahnya dengan tatapan genit, ia menarik lengan Myungsoo dan bergelayut manja disana "sayang, apa masih lama?" Tanya wanita itu dengan wajah cemberut serta suara manja yang ia buat-buat
Myungsoo tersenyum lalu membelai pipi wanita itu "sabar ya sayang,aku mau ambil dompetku dulu, setelah itu kita bersenang-senang" wanita itu mengangguk lalu mengedipkan matanya genit
Mobil Myungsoo mulai memasuki area kantornya lalu berhenti tepat di depannya untuk ia parkirkan "tunggu sebentar ya sayang, aku akan segera kembali" sebelum pergi Myungsoo mencium bibir wanita itu singkat lalu berlalu
Kantornya sudah sepi sekali, hanya tinggal 2 orang satpam yang berjaga didepan, dan saat ia mulai masuk kedalam beberapa lampunya juga sudah dimatikan membuat suasana terasa horor.
Myungsoo menekan tombol lift menuju lantai 5 dimana ruangannya berada, ia berjalan dengan santai menuju ruangannya dengan sesekali bersenandung pelan
"Ah benar disini ternyata" kata Myungsoo sembari meraih dompetnya yang tergeletak diatas sofa lalu mengantonginya, ia tidak mengira jika ia bisa sepelupa ini, bagaimana bisa dompet dengan isi hampir dari semua harta yang ia miliki tertinggal diatas sofa tempatnya bekerja
Setelahnya ia kembali keluar dari ruangannya, menguncinya lalu berlalu pergi menuju lift dan menekan tombol 1 sesaat setelah pintu lift tertutup
Myungsoo membuka ponselnya untuk melihat account cacao milik Suzy "apa yang sedang Suzy lakukan ya sekarang?" Tanya Myungsoo pada dirinya sendiri dengan jari jari yang menari diatas layar ponsel miliknya
Myungsoo melirik dari ujung matanya saat lift tiba-tiba berhenti dan pintunya terbuka, ia sempat berfikir siapa yang masih ada dikantor di am segini? tapi saat pintu sudah terbuka sampai beberapa saat dan tidak ada seorangpun didepan pintu ataupun masuk kedalam lift membuatnya mengangkat kepalanya dan memperhatikan luaran lift yang kosong melompong
"orang gila macam apa yang menekan lift lalu ditinggal pergi?" Pikirnya lalu kembali acuh.
Ia kembali menatap ponselnya, sesaat pintu akan menutup ujung matanya menangkap ada sebuah benda mencurigakan tak jauh dari sana dan itu membuatnya penasaran
Karena rasa penasaran menguasi dirinya, ia menekan tombol agar pintu lift kembali terbuka, dengan segera ia berjalan keluar menghampiri benda itu yang tidak lain adalah sebuah sepatu wanita tergeletak tidak jauh dari lift , ia pun mengambilnya
"Ini kan?" Saat ia memperhatikan sepatu itu ia menemukan motif bunga samar dibagian tumitnya membuatnya kembali teringat akan sepatu yang selalu Suzy gunakan, tidak sekali dua kali ia bertemu Suzy dan tidak sekali dua kali juga ia memperhatikan gadis itu, jadi ia ingat betul apapun yang gadis itu kenakan, lagipula tidak ada satu orangpun di kantor ini yang memiliki sepatu dengan motif bunga samar di bagian tumitnya selain Suzy
Myungsoo langsung berlari menuju ruangan Suzy tapi disana kosong tak ada siapa-siapa "Suzy... Bae Suzy" teriakan Myungsoo terdengar nyaring diruangan kantor yang sudah sepi, ia kembali berlari menuju dapur dengan tangan kiri yang membawa sepatu Suzy
Sesampainya di dapur ia juga tak menemukan siapa-siapa, Myungsoo sempat berhenti sejenak untuk mengatur nafasnya sembari menopang lututnya yang lemas, sepertinya ototnya sudah semakin tua sehingga membuatnya selemah ini "apa bukan Suzy ya?" Dengan kepala yang berkecamuk Myungsoo berjalan kembali menuju lift yang tadi ia gunakan namun sebelum ia masuk dari arah kanan lift tersebut ada salah satu ruangan dengan lampu yang masih menyala membuatnya curiga, tidak seharusnya lampu tersebut menyala dijam segini jika tidak ada orang didalamnya
Myungsoo berjalan dengan langkah pelan serta waspada , jika tiba-tiba ada yang menerjangnya ia bisa dengan sigap menangkisnya
Myungsoo memasuki ruangan itu yang ternyata pintunya tidak tertutup, ia mengedarkan pandangannya mencoba mencari siapa penghuni di sini tapi ternyata hasilnya nihil, sampai ia menemukan sebuah komputer dari beberapa komputer yang masih menyala
__ADS_1
Ia berjalan mendekati komputer tersebut dan betapa terkejutnya ia saat ia melihat jika kursi dari meja itu terjatuh kebawah saat ia berjongkok ia menemukan sebuah kain yang sudah diberi zat cair yang ia asumsikan sebagai obat bius, dan yang semakin membuatnya terkejut adalah , ia menemukan tas Suzy yang tergeletak di atas meja dan saat ia geledah ia masih menemukan dompet serta ponsel milik gadis itu, jadi gadis itu bukannya dirampok
Myungsoo kembali berlari dengan wajah khawatir menuju lift sembari berteriak memanggil nama Suzy, ia membuka semua ruangan di lantai 2 yang tertutup untuk memastikan jika Suzy ada disana atau tidak tapi tak sekalipun ia melihat sosok gadis itu, ia memaksa otaknya untuk berputar lebih cepat disaat genting seperti ini
'Mungkin ia memakai tangga darurat karena terlalu lama menunggu lift yang tidak kunjung turun' pikir Myungsoo membuat pria itu berlari dengan sekuat tenaga menuju tangga darurat, saat ia baru sampai di depan pintu ia melihat ada bercak darah yang menetes dan saat ia dekati ia juga menemukan sepotong kain yang sepertinya kain dari sebuah rok
Myungsoo kembali berlari menuruni anak tangga mengikuti tetesan darah itu, dalam hatinya berkecamuk berharap tidak ada hal aneh yang terjadi pada gadis itu apalagi sampai melukainya
Sampai akhirnya darah itu terhenti dilantai 1, samar-samar ia mendengar suara seorang wanita yang berteriak , suara wanita yang ia kenal
"Arrggh jangan, kumohon lepaskan" Myungsoo menambah laju kakinya mengikuti sumber suara itu , sampai akhirnya ia mendengar suara pria yang menyahuti perkataan gadis tadi yang tidak lain adalah suara Suzy, gadis yang sedang ia cari dan khawatirkan dengan suara dingin serta tajam
"kau simpanan Kim sajangnim kan?" Myungsoo mendengar suara isakan Suzy yang nyaring membuatnya semakin emosi, lalu pria itu menambahkan "jangan munafik aku lihat kamu keluar dari ruangan sajangnim membenarkan letak rokmu___kau bisa melakukan **** dengan CEO kenapa tidak denganku? Dibayar berapa kau olehnya dasar jalang?"
PLETAK
Myungsoo yang terbakar emosi melemparkan sepatu milik Suzy yang ia bawa mengenai kepala pria itu tepat dibagian hilsnya membuat kepala pria itu yang sudah berdarah semakin berdarah dibuatnya, Myungsoo melemparkan tas Suzy yang ia bawa sembarangan lalu melompat dan menerjang punggung pria itu membuat pria itu jatuh tersungkur
Ia memukul pria itu dengan brutal tanpa perlawanan sedikitpun dari pria itu, sepertinya ia kehilangan banyak darah dari pukulan Suzy , ditambah dari lemparan myungsoo sehingga membuat tubuhnya lemah dan itu menguntungkan Myungsoo
Myungsoo terus mengarahkan jotosan tangannya kearah wajah pria brengsek itu berniat menghancurkan wajah pria itu, sampai membuat wajah pria itu babak belur dipenuhi oleh darahnya sendiri
Myungsoo mengalihkan pandangannya menuju pria yang tergeletak di bawahnya, diinjaknya kaki lelaki itu dengan keras sampai terdengar bunyi gemeretak karena tulangnya yang patah sebelum akhirnya ia berjalan mendekati Suzy dan berjongkok di depannya "aku takut...hu..hu..hu" kata Suzy lirih, membuat hati Myungsoo teriris mendengar lirihan gadis itu yang terdengar sangat ketakutan dan menyakitkan
"tidak apa-apa, kamu sudah aman sekarang, sudah ada aku disini" Myungsoo membuang nafasnya kasar saat ia mendengar isakan gadis itu yang masih ia tahan dengan tubuh gemetaran
Myungsoo melepas jaketnya lalu menyampirkan kepundak Suzy untuk menutupi tubuh gadis itu , lalu di tariknya tubuh Suzy kedalam pelukannya, merengkuhnya dengan lembut dan membelai rambutnya "tenanglah Suzy, sudah ada aku sekarang" suara isakan dari mulut gadis itu semakin keras dalam pelukan Myungsoo
Saat tangisan Suzy sudah meredah ia menggendong gadis itu "aku akan membawamu kerumah sakit, tenanglah kamu sudah aman sekarang" Suzy menatap Myungsoo dengan pandangan sayu, ia meremas kemeja yang lelaki itu gunakan lalu membenamkan wajahnya kedada bidang pria itu.
Ia keluar menuju satpam yang berjaga memintanya untuk memborgol pria yang sudah ia buat babak belur, kedua satpam itu nampak terkejut tapi tidak Myungsoo hiraukan , ia berlalu pergi menuju mobilnya lalu membuka pintu belakangnya
Wanita yang tadi ia bawa menatapnya dengan pandangan berseri namun sedetik kemudian wajahnya berubah menjadi bingung karena melihat Myungsoo membawa seorang gadis dengan tampilan acak-acakan kedalam mobil dan mendudukkannya di kursi penumpang "sayang dia siapa?" Myungsoo meletakkan tubuh Suzy dengan hati-hati lalu memasangkan seatbelt gadis itu "keluarlah urusan kita sudah selesai" kata Myungsoo dingin pada wanita yang kini masih setia duduk di kursi depan tanpa berniat menatap wajah wanita itu sedikitpun
"APA? KATAMU KITA AKAN BERSENANG-SENANG SETELAH INI?" wanita itu memekik tidak terima karena diperlakukan seperti itu, asal kalian tau dia bukanlah pelacur melainkan wanita random yang Myungsoo temui saat ia ke club "kubilang urusan kita sudah selesai kan? Aku akan mentransfer uang atas bayaranmu kerekeningmu" Myungsoo membenarkan rambut Suzy yang acak-acakan sembari mengaitkan kancing jaketnya yang Suzy kenakan agar tubuh gadis itu tertutupi
"AKU TIDAK BUTUH UANGMU KIM MYUNGSOO, AKU MAU JANJIMU" Myungsoo mengalihkan pandangannya menuju wanita itu, menatapnya dengan tajam dan dingin "aku sudah bilang padamu keluar dari sini, aku tak ingin melihat wajahmu lebih lama lagi" wanita itu menggeretakkan giginya penuh emosi, Suzy tau jika wanita itu menatapnya tajam sebelum akhirnya ia keluar dari mobil Myungsoo dan melemparkan pintunya dengan keras , tapi ia tidak peduli karena ia tidak memiliki banyak tenaga walau sekedar untuk membalas tatajam tajam wanita itu
__ADS_1
"Kamu tunggu sebentar ya, sampai Minseok datang" Suzy menganggukkan lemah, Myungsoo tau gadis itu sudah lelah, ia lembur sampai malam dan saat ia pulang ia harus berkejaran dengan pria mesum yang mengincarnya
Di tariklah kepala gadis itu membuat kepalanya bersandar di pundaknya "tidurlah, kau pasti sudah lelah" Suzy memejamkan matanya dengan tangan yang saling menggenggam satu sama lain, seolah menguatkan dirinya sendiri.
Myungsoo memisahkan kedua tangan Suzy dan mengubah dengan tangannya , ia menggenggam tangan gadis itu dengan lembut "tenanglah aku akan selalu melindungimu" kata Myungsoo sembari mengusap surai gadis itu lembut sampai terdengar suara dengkuran dari mulut gadis itu
\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Kelopak mata Suzy bergerak diikuti oleh kelopaknya yang mulai terbuka perlahan
Ia memerhatikan sekelilingnya yang dipenuhi oleh warna putih yang nampak asing dimatanya, ini bukanlah kamarnya
Sekelebatan ingatan tadi malam muncul dalam ingatannya membuatnya meringis merasakan rasa sakit yang entah darimana munculnya
Kreeeek
Suzy mengalihkan pandangannya menuju pintu putih yang bergeser memperlihatkan seorang lelaki yang muncul dari sana dengan balutan pakaian casual yang pas di tubuhnya
"Suzy" mata lelaki itu membulat karena terkejut mendapati Suzy yang sudah sadar, ia berjalan cepat menuju gadis itu lalu berdiri disebelahnya "kamu tidak apa-apa?ada yang sakit?" Suzy menggeleng membuat Myungsoo menghela nafas lega
"Apa ada yang kamu inginkan? Akan aku belikan" Suzy menatap Myungsoo dengan tatapan sayu lalu menggeleng "aku hanya butuh minum" jawab suzy dengan suara parau , kalau diingat lagi ia belum minum sejak kejadian tadi malam, dan rasanya tenggorokannya sudah kering kerontang
Wajah Myungsoo terlihat sedikit gelagapan lalu dengan segera ia meraih minuman yang ada di samping gadis itu dan segera membantu gadis itu untuk minum
"Terima kasih.... soo" Myungsoo sempat terkejut , matanya berkedip beberapa kali saat mendengar gadis itu yang tiba-tiba mengucapkan terima kasih padanya dengan suara lirih, tapi beberapa saat kemudian ia tersenyum tipis
Suzy tiba-tiba membuat wajah terkejut dan dengan segera ia berusaha untuk bangun tapi Myungsoo tahan karena kakinya yang masih diperban karena cidera "kenapa? Ada yang kamu butuhkan? Biar aku ambilkan"
"Aku harus bekerja" dengan sabar Myungsoo kembali menidurkan tubuh Suzy lagi "kamu bisa cuti untuk beberapa hari sampai kamu sembuh Suzy"
Suzy menggeleng dengan keras lalu kembali berusaha untuk bangun "tapi aku bisa dipecat" Myungsoo tersenyum tipis lalu menahan tangan Suzy agar tidak berontak "siapa yang berani memecatmu?" Suzy mengendorkan usahanya lalu menatap Myungsoo , ia lupa jika Myungsoo adalah bosnya, dan kini bosnya ada didepannya
"Aku akan menerima rasa terima kasihmu jika kamu mau berkontribusi denganku untuk mejaga kesehatanmu" Myungsoo membenarkan letak selimut yang gadis itu kenakan lalu membenarkan letak rambutnya yang sedikit berantakan "bagaimana dengan lelaki itu" tanya Suzy dengan suara lirih merasakan rasa mencekik dalam dirinya saat mengingat pria kemarin, tapi rasa penasarannya terlalu besar, keinginannya agar pelakunya tidak lolos dan bisa dihukum sesuai dengan kelakuannya menguasai dirinya
"Sekarang dia ada di penjara, kamu jangan fikirkan dia lagi karena aku yang akan memastikan dia dihukum seberat mungkin, bahkan sampai dunia tidak mau menerimanya lagi" Suzy mengangguk setuju, entah kali ini ia sangat setuju dengan Myungsoo, ia tidak terima diperlakukan seperti itu, dan ia tidak terima jika lelaki itu bisa hidup normal bahkan saat ia masih merasakan sakit pada mentalnya yang bahkan ia sendiri tidak tau kapan itu bisa disembuhkan, walaupun ia sangat berharap jika masalah ini tidak akan mengganggu masa depannya
To Be Continued
__ADS_1
Ci Vediamo,
Izzana Joo