
Japan, February 1st 2020
Myungsoo berjalan menuju kamar hotelnya berada sembari melonggarkan dasi yang ia kenakan diikuti oleh seorang pria dari belakangnya yang tidak lain adalah Young Kwang kakaknya , ya.. ia datang ke Jepang ditemani oleh Young Kwang.
"Besok jadwal penerbangan tuan ada di jam 7 pagi jadi tuan bisa beristirahat terlebih dahulu" Myungsoo mengangguk mengerti , ia sudah berulang kali mengatakan ke kakaknya untuk berhenti berbicara menggunakan bahasa formal padanya, namun Young kwang tetaplah Young kwang.
"Tadi nyonya besar menelfon, kata beliau anda diminta segera kerumah sakit sesampainya di Korea" kali ini Myungsoo mendesis kesal , ibunya sudah menngatakan hal itu tadi pagi dan ia juga meminta Young kwang untuk mengatakan ini juga padanya?
"Aku akan kesana setelah urusanku di Korea selesai" namun Young kwang menggeleng tidak setuju "tapi tuan besar baru saja masuk rumah sakit, dan beliau meminta anda untuk datang, tak bisakah anda mendahulukan kepentingan keluarga anda baru kepentingan anda sendiri?" Ck Myungsoo kembali berdecak "baiklah"
Ia tau ayahnya masuk rumah sakit, namun beliau masuk rumah sakit hanya karena penyakit lambungnya bukan suatu hal yang mengkhawatirkan, masih ada hal yang harus ia lakukan terlebih dahulu
Sudah hampir seminggu ia tidak mengabari Suzy karena ponselnya yang tiba-tiba rusak, jangan bilang kenapa tidak direstore datanya? Myungsoo sudah mencobanya namun sayangnya semua kontak miliknya ia simpan didalam ponsel sialannya dan sialannya lagi gadis itu sama sekali tidak menghubunginya 'aku merindukannya'
*******
Seoul, February 2nd 2020
Kini Myungsoo sedang ada didalam mobil dengan Young kwang sebagai sopirnya, sebenarnya Myungsoo meminta untuk membawa mobilnya sendiri namun ditolak oleh Young kwang, ia tau pria itu takut jika ia akan kabur alih-alih segera menjenguk papanya
Mobil yang Myungsoo kendarai akhirnya berhenti tepat di rumah sakit Seoul "rumah sakit tempat ibu Suzy dirawat" setelah ia turun, Young kwang menggiringnya menuju lift , seolah hafal dimana papanya dirawat Young kwang berjalan dengan santainya sampai akhirnya masuk dan berhenti disebuah ruangan vvip dimana papanya dirawat
"Sudah pulang sayang, kenapaa tidak mengabari mama jika sudah sampai" Ny Kim berjalaan menghampiri mereka mencium kedua pipi Young kwang dan juga Myungsoo lalu menggiring mereka untuk duduk di sofa yang ada disana
"Tidak apa-apa ma, kan kita pulang berdua" Myungsoo bergidik mendengar suara lembut yang keluar dari mulut Young kwang , berbeda saat pria itu berbicara dengannya datar tanpa ekspresi
"Bagaimana keadaan papa?" Myungsoo berjalan mendekati papanya lalu berdiri disekitarnya "papa tidak apa-apa, biasa papa terlalu capek jadi lambungnya kambuh lagi" jawab papa Myungsoo diselingi oleh suara tertawa, ya... papanya memang memiliki riwayat lambung, dan akan kambuh saat ayahnya terlalu lelah atau stres
"Kamu bisa pulang dulu nak, kau pasti capek" Myungsoo menggeleng "tidak pa, aku disini dulu sebentar setelah ini ada hal penting yang harus soo lakukan"
Mama Myungsoo berjalan mendekat untuk mengambil apel dan mengupasnya "jangan sok sibuk lah soo, 1 minggu di Jepang untuk kerja masa' kembali ke Korea langsung kerja lagi? Tidak mungkin urusanmu adalah bertemu pacarmu kan?" Myungsoo berdecak sebal mendengar celetukan mamanya , urusannya bukan kerja tapi bukan juga untuk bertemu pacarnya, urusannya adalah untuk bertemu miliknya yang sudah sangat ia rindukan , tapi ... tidak mungkin ia mengatakan itu pada mamanya atau tidak mamanya akan mengoceh memintanya untuk segera membawa gadis yang ia bilang sebagai miliknya pulang kerumah
__ADS_1
"Berhenti membahas tentang pacar deh ma"
"Kwang-i, kapan rencanya kamu membawa pacarmu pulang nak" Myungsoo menajamkan matanya menatap kakaknya "segera pa, setelah kwangi membereskan beberapa hal dulu" Tuan Kim tersenyum lalu menimpali "papa sudah penasaran ingin tau pacarmu, jangan lama-lama segeralah menikah nak" Young kwang mengangguk pasti namun tatapannya lembut tidak ada lagi tatapan tajam seperti tatapannya kepada Myungsoo.
"kau juga soo, berhenti bermain-main dan segera mencari wanita untuk kau nikahi, papa ingin setelah kakakmu menikah kau juga segera menyusulnya untuk menikah, usia papa sudah tidak lagi muda____papa ingin bisa melihat anak-anak kalian besar"
"Dengar itu soo, tidak hanya mama, papa juga mengharapkannya padamu, toh usiamu sudah mau 30tahun , jika umur segini kau masih bermain-main mau umur berapa kau menikah?" Lagi-lagi Myungsoo berdecak sebal, hal yang tidak ia suka saat pulang kerumah atau berkumpul dengan keluarganya adalah , ditanya kapan menikah
"Soo sudah bilang kan ma, soo akan menikah saat soo sudah menemukan wanita yang ingin soo nikahi"
"Bagaimana bisa kau mendapatkan wanita jika kau terus saja bermain dengan wanita-wanita ****** itu"
"Sudah sudah, soo pasti lelah ma tidak usah membahas ini dulu" Myungsoo beruntung papanya menengahi mereka , kalau tidak bisa-bisa rumah sakit ini hancur karena Myungsoo dan mamanya terus beradu mulut
Selama 1 jam'an Myungsoo akhirnya pamit untuk ke cafetaria karena lapar , sedangkan Young kwang pamit untuk kembali ke kantor karena ada urusan , Myungsoo baru saja keluar dari ruangan papanya, menyusuri lorong untuk menuju lift yang ada di ujung lorong, namun tanpa sengaja matanya melihat punggung seseorang yang ia kenal "apa itu Suzy? Kenapa disini?" Karena kamar ibunya dirawat bukanlah di lantai ini
Myungsoo berjalan dengan ragu menghampiri sosok gadis yang ia fikir adalah Suzy, ia berdiri tak jauh dari sosok gadis itu, terdiam dan memperhatikan sosok itu dari belakang sampai akhirnya ia memutuskan untuk memanggil sosok itu "Su" panggilnya ragu, namun sosok itu menoleh memperhatikannya dengan tatapan sayu dan seolah menahan genangan air mata di pelupuk matanya 'ada apa?' Pikirnya
Diusapnya punggung gadis itu berharap gadis itu bisa lebih tenang, sembari mengusap matanya jelalatan memperhatikan sekelilingnya, ia baru tau jika ini ruangan ICCU , dan saat itu pula matanya melihat sosok ibu Suzy yang sedang terlelap diatas ranjang dengan berbagai alat yang menempel di tubuhnya 'apa yang aku lewatkan selama aku di Jepang?'
*******
Suzy duduk didepan ruang ICCU, ia masih enggan untuk pulang, rasanya tidak ingin sekali ia jauh dari ibunya
Ingatan tentang tawaran Myungsoo esok tadi kembali mengganggunya, apa yang harus ia lakukan?
Tawaran yang sangat menggiurkan baginya, tapi .... harus membayarnya dengan tubuhnya ? .... suatu hal yang tidak bisa ia bayangkan, sudah cukup ia menjual keperawanannya ke Myungsoo waktu itu, haruskan ia menjual tubuhnya, bahkan hidupnya untuk pria itu? Ooooh sungguh neraka apa ini?
"Su" suara Dylan yang memanggil namanya membuyarkan lamunannya "kak" jawabnya lirih, entahlah tenaganya terkuras habis hari ini
"Ayo pulang, sudah malam loh besok kamu kan harus kerja" Suzy menggelengkan kepalanya "aku tidak mau jauh dari ibu" Dylan menghela nafas lalu duduk disebelah gadis itu "banyak suster yang menunggu ibu, kamu juga butuh istirahat jadi ayo pulang" lagi-lagi Suzy menggeleng lagi "aku takut kak"
__ADS_1
Dylan kembali menghela nafas, ia seperti melihat Suzy beberapa tahun yang lalu, yang selalu tidur dan hidup di rumah sakit tak sekalipun ia meninggalkan ibunya
"Kamu akan capek kalau tidur di sini Suzy" Suzy menatap Dylan dengan pandangan sendu "kalau ada apa-apa sama ibu seperti tadi siang gimana?" Dylan menggenggam tangan Suzy memberi kekuatan "kakak adalah dokter yang menangani ibu, percayalah sama kakak" ada pepatah yang mengatakan jangan percaya pada manusia atau kamu akan dikecewakan , namun saat ini ia ingin mempercayai perkataan pria ini "baiklah" setelah bujukan itu Dylan akhirnya mengantarkan Suzy pulang
******
Suzy dengan ragu berjalan menuju ruangan Myungsoo, ia sudah memantapkan hatinya untuk memberi jawaban namun entah kenapa saat ia sudah berdiri tepat didepan pintu ruangan pria itu nyalinya kembali menciut, tubuhnya gemetaran entah karena takut atau gugup "semangat Bae Suzy, kau pasti bisa" seolah akan berperang ia memberi semangat untuk dirinya sendiri
Tok tok
Suzy membenarkan lagi bajunya saat ia mendengar sahutan suara Myungsoo dari dalam
Kriet
Suzy masuk dengan gugup, dari ujung matanya ia bisa melihat senyum merekah dari sudut bibir pria itu "ada apa Bae Suzy?" Tubuh Suzy meremang mendengar pertanyaan dari pria itu 'ada apa dengan diriku?'
Suzy berdehem sebentar "saya ingin membicarakan yang kemarin" seolah mengerti Myungsoo langsung melipat tangannya dengan senyum yang ia buat semanis mungkin.
"sudah kau putuskan Su?" Bahkan saat pria itu sudah menggunakkan bahasa informal ia masih segugup ini "saya memang sedang sangat membutuhkan uang, tawaran anda adalah tawaran yang sangat menggiurkan bagi saya , tapi maaf saya tidak bisa" Myungsoo menegakkan tubuhnya yang tadi bersantai , menajamkan kembali telinganya takut-takut salah dengar "apa?"
Suzy kembali berdehem , kali ini nyalinya lebih baik dari tadi sehingga ia sudah lebih berani mengangkat kepalanya untuk menatap myungsoo "saya menolak tawaran anda"
To Be Continued
I hope you enjoy with my story
Dont forget to leave a comment , like, and share if you like my story , thanks you and paipai
Ci vediamo,
@IzzanaJoo
__ADS_1